Kompas.com - 06/01/2020, 15:00 WIB
Ria Irawan KOMPAS/WINDORO ADIRia Irawan

Faktor risiko

American Cancer Society menyebut ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi risiko seorang wanita terkena kanker endometrium.

Berikut ini daftarnya:

  • Kegemukan
  • Hal-hal yang memengaruhi kadar hormon, seperti mengonsumsi estrogen setelah menopause maupun konsumsi pil KB
  • Tamoxifen atau kondisi terkait jumlah siklus menstruasi, kehamilan, tumor ovarium tertentu, dan sindrom ovarium polikistik (PCOS)
  • Penggunaan alat kontrasepsi (IUD)
  • Usia
  • Diet dan olahraga
  • Diabetes tipe 2
  • Riwayat keluarga (memiliki kerabat dekat dengan kanker endometrium atau kolorektal)
  • Pernah menderita kanker payudara atau ovarium di masa lalu
  • Pernah mengalami hiperplasia endometrium di masa lalu
  • Pengobatan dengan terapi radiasi ke panggul untuk mengobati kanker lain

Beberapa faktor risiko tersebut diketahui dapat dihindarkan.

Oleh sebab itu, para wanita yang tak ingin mengidap kanker endometrium disarankan untuk menjaga pola hidup sehat.

Deteksi dini

Cara terbaik untuk menemukan kanker endometrium pada tahap awal, yakni dengan menemui dokter apabila Anda mengalami sejumlah gejala berikut:

  • Pendarahan pervagina
  • Keputihan vagina abnormal

Deteksi dini dapat meningkatkan kemungkinan kanker akan berhasil diobati.

Kebanyakan wanita dengan kanker endometrium mengalami perdarahan vagina yang tidak normal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Kanker Kolorektal Ancam Pria Indonesia, Berikut Cara Mencegahnya

Namun dalam beberapa kasus, gejala tersebut tak muncul dan diketahui kanker sudah mencapai stadium lanjut.

Ini berarti kankernya telah membesar dan mungkin telah menyebar tanpa menimbulkan tanda-tanda.

American Cancer Society mendorong semua wanita khususnya yang telah menopause, memahami gejala kanker endometrium.

Halaman:
Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenal Apa Itu Metode ERACS dan Manfaatnya Usai Persalinan

Mengenal Apa Itu Metode ERACS dan Manfaatnya Usai Persalinan

Health
Bisinosis

Bisinosis

Penyakit
Cara Mencegah dan Mengatasi Sakit Leher

Cara Mencegah dan Mengatasi Sakit Leher

Health
Penis Patah

Penis Patah

Penyakit
8 Cara Mengatasi Susah Kentut dengan Obat dan secara Alami

8 Cara Mengatasi Susah Kentut dengan Obat dan secara Alami

Health
Emfisema

Emfisema

Penyakit
3 Perbedaan Demensia dan Alzheimer, Jangan Keliru Membedakannya

3 Perbedaan Demensia dan Alzheimer, Jangan Keliru Membedakannya

Health
OCD

OCD

Penyakit
Mengenal Cardiac Angiosarcoma, Kanker Langka yang Menyerang Jantung

Mengenal Cardiac Angiosarcoma, Kanker Langka yang Menyerang Jantung

Health
Barotrauma Telinga

Barotrauma Telinga

Penyakit
Bisakah Kehamilan Terjadi Tanpa Penetrasi?

Bisakah Kehamilan Terjadi Tanpa Penetrasi?

Health
Flu Babi

Flu Babi

Penyakit
Gangguan Kepribadian Ganda (DID)

Gangguan Kepribadian Ganda (DID)

Penyakit
5 Gejala Sembelit yang Perlu Diwaspadai

5 Gejala Sembelit yang Perlu Diwaspadai

Health
Abses Perianal

Abses Perianal

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.