Kompas.com - 08/01/2020, 19:00 WIB

KOMPAS.com - Kanker merupakan penyakit yang menyebabkan kematian terbanyak nomor dua di dunia.

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2018 sebanyak 9,6 juta kasus kematian terjadi karena kanker. Secara global, sekitar satu dari enam kematian disebabkan oleh kanker.

Kanker terjadi karena transformasi sel normal menjadi sel tumor dalam proses multistage yang umumnya berkembang dari lesi pra-kanker menjadi tumor ganas.

Perubahan ini adalah hasil dari interaksi antara faktor genetik dan eksternal, seperti:

  • karsinogen fisik, seperti radiasi ultraviolet dan ionisasi;
  • karsinogen kimia, seperti asbes, komponen asap tembakau, aflatoksin (kontaminan makanan), dan arsenik (kontaminan air minum); dan
  • karsinogen biologis, seperti infeksi dari virus, bakteri, atau parasit tertentu.

Baca juga: Ria Irawan Meninggal, Bagaimana Pengobatan Kanker Getah Bening?

Pengobatan kanker

Pengobatan kanker biasanya dilakukan tergantung dari jenis, tingkat penyakit, potensi efek samping dan pilihan pasien.

Melansir laman resmi Rumah Sakit Mount Elizabeth, berikut teknik pengobatan kanker yang paling umum dilakukan:

1. Kemoterapi

Kemoterapi dilakukan dengan menggunakan zat kimia intensitas kuat untuk membunuh sel yang bertumbuh cepat pada tubuh.

Meski teknik pengobatan ini terbilang efektif, namun bisa menimbulkan efek samping seperti kelelahan, rambut rontok, mual, atau anemia.

2. Radioterapi

Pengobatan ini dilakukan dengan mengandalkan radiasi gelombang energi tinggi seperti, sinar x, gama, proton, dan elektron untuk membunuh sel kanker.

3. Operasi

Prosedur pengobatan ini dilakukan dengan mengangkat tumor secara langsung utnuk menghancurkan atau membatasi pertumbuhan sel kanker.

Selain tiga cara tersebut, pencangkokan sel induk juga diklaim ampuh sembuhkan kanker.

Teknik pengobatan ini biasanya digunakan untuk mengobati kanker jenis tertentu seperti leukemia.

Prosedur ini dilakukan dengan menggantikan sel induk abnormal pasien dengan yang sehat melalui donor sehingga pasien mendapatkan sel induk baru yang mampu bekerja optimal.

Baca juga: Pengobatan Kanker Otak, Operasi hingga Kemoterapi

Biaya perawatan kanker

Biaya pengobatan penyakit kanker memang terbilang mahal dan bervariasi, tergantung pada jenis pengobatan, tipe dan kelas rumah sakit.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan nomor 52 tahun 2016, tarif Indonesian-Case Based Groups untuk pasien kanker rawat inap di rumah sakit pemerintah tipe A bisa mencapai belasan hingga puluhan juta rupiah.

Untuk biaya rawat inap pasien leukimia ringan misalnya, tarif kelas satu memakan biaya Rp 17.347. 800.

Sementara itu, pengobatan radioterapi ringan memakan tarif kelas 1 memakan biaya Rp 6.012. 500.

Sedangkan pengobatan kemoterapi yang umum dipakai oleh pasien kanker memakan biaya hingga Rp 4.520.200 untuk kemoterapi ringan dan Rp 11.515.700 untuk kemoterapi berat.

Pencangkokan sumsum tulang belakang yang kerap dilakukan untuk pasien leukemia bahkan memakan biaya hampir 100 juta rupiah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.