Kompas.com - 14/01/2020, 21:00 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com - Memiliki payudara kencang bisa jadi adalah impian kebanyakan wanita.

Pasalnya, hal itu disinyalir bisa menunjang rasa percaya diri atau penampilan.

Selain itu, sejumlah wanita mungkin ingin punya payudara kencang dan besar agar terlihat lebih feminim.

Namun sayangnya, tidak semua wanita mendapatkan anugerah itu. 

Payudara wanita yang mulanya kencang juga bisa berubah kendur karena dipengaruhi beberapa faktor.

Selain bertambahnya usia, bentuk payudara wanita bisa saja tidak lagi kencang karena proses menyusui.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

Jangan Ragu Mencoba, Ini 3 Cara Mengencangkan Payudara yang Kendur
Sejumlah wanita cemas dengan bentuk payudara yang lentur. Berikut cara yang bisa dicoba untuk mengencangkan bagian vital pada wanita tersebut.
Bagikan artikel ini melalui

Dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan RSUD Bung Karno Surakarta, dr. Andy Wijaya, Sp.OG, M.Kes, menyebut bentuk payudara wanita punya kecenderungan akan berubah setelah menyusui.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Menyusui Buat Payudara Kendur?

Hal itu bisa terjadi karena kelenjar pada payudara tidak lagi aktif dan jumlahnya turun setelah menyusui. Sementara, kandungan lemak pada payudara tetap atau tidak langsung bertambah.

"Namun hal ini juga bisa dipengaruhi oleh faktor-faktor lain, seperti genetik, hormonal, dan bentuk atau konsistensi payudara sebelum menyusui," terang Andy saat diwawancara Kompas.com, Selasa (14/1/2020).

Cara mengencangkan

Dokter yang akrab disapa Andy itu menyebut masih ada jalan keluar bagi para wanita yang ingin mengencangkan payudaranya. 

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

11 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Pertama

11 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Pertama

Health
Lidah Perih

Lidah Perih

Penyakit
15 Gejala Pendarahan Otak yang Perlu Diwaspadai

15 Gejala Pendarahan Otak yang Perlu Diwaspadai

Health
Kram Perut

Kram Perut

Penyakit
Tidak Mengalami KIPI, Apakah Vaksin Covid-19 Tetap Bekerja?

Tidak Mengalami KIPI, Apakah Vaksin Covid-19 Tetap Bekerja?

Health
Malnutrisi

Malnutrisi

Penyakit
Penyebab Nyeri Dada pada Wanita yang Harus Diwaspadai

Penyebab Nyeri Dada pada Wanita yang Harus Diwaspadai

Health
Anosmia

Anosmia

Penyakit
Cara Menurunkan Berat Badan dengan Cuka Apel

Cara Menurunkan Berat Badan dengan Cuka Apel

Health
Pantat Pegal

Pantat Pegal

Penyakit
12 Tanda Awal Kehamilan, Tak Melulu Menstruasi Terlambat

12 Tanda Awal Kehamilan, Tak Melulu Menstruasi Terlambat

Health
Perut Buncit

Perut Buncit

Penyakit
Ini Alasan Usia Kehamilan Bisa Lebih Tua dari Usia Pernikahan?

Ini Alasan Usia Kehamilan Bisa Lebih Tua dari Usia Pernikahan?

Health
Kulit Belang

Kulit Belang

Penyakit
10 Cara Mengobati Penyakit Perlemakan Hati Secara Alami

10 Cara Mengobati Penyakit Perlemakan Hati Secara Alami

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.