Kompas.com - 23/01/2020, 10:02 WIB
Ilustrasi ThinkstockIlustrasi

KOMPAS.com - Banyak orang Indonesia menganggap sering minum es bisa menyebabkan batuk pilek.

Pandangan tersebut salah satunya kerap kali dilontarkan oleh para orangtua ketika sedang memperingatkan anak mereka karena sudah terlalu banyak minum es.

Padahal, menurut dr. Dien Kalbu Ady dari RS PKU Muhammadiyah Surakarta, anggapan atau peringatan itu kurang benar.

Dia menyebut tidak ada korelasi langsung antara minum es dengan batuk pilek.

Baca juga: 3 Penyakit Ini Mengintai Jika Anda Tidak Pakai Jaket Saat Berkendara

Dien mengutarakan minum es atau makan makanan dingin hanya akan memperparah kondisi jika seseorang sudah terkena batuk pilek.

"Maka dari itu biasanya dokter akan memberikan edukasi bila sedang batuk pilek jangan minum es atau dingin," jelas Dien saat diwawancara Kompas.com, Rabu (22/1/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dien menerangkan batuk pilek atau common cold sebagian besar disebabkan oleh infeksi virus ringan.

Menyerang saluran pernapasan atas

Virus itu menyerangan saluran pernapasan bagian atas, yakni hidung dan tenggorokan.

Menurut dia, infeksi virus penyebab batuk pilek dapat menyebar secara langsung lewat percikan lendir dari saluran pernapasan penderita.

"Seseorang yang sedang dalam kondisi daya tahan tubuh lemah, rentan baginya terkena gejala batuk pilek," jelas Dien.

Baca juga: Musim Hujan Tiba, Waspada Serangan Batuk hingga Asma

Dia menyebut, penularan batuk pilek juga bisa terjadi secara tidak langsung melalui sentuhan tangan ke benda yang telah terpapar virus.

Tanpa sadar, tangan tersebut kemudian menyentuh mulut atau hidung sehingga virus masuk masuk ke dalam tubuh.

Dien menerangkan minum atau makan dingin juga tidak membuat suhu tubuh turun.

Hal itu dikarenakan setiap minuman atau makanan yang masuk akan dinormalkan suhunya secara otomatis oleh tubuh.

"Tidak semua orang dengan mudah terkena penyakit. Hal itu sangat bergantung pada ketahanan tubuh masing-masing," jelas Dien.

Pengobatan

Dien mengungkapkan batuk pilek merupakan infeksi virus yang tergolong ringan.

Saat mengalami batuk pilek, seseorang dianjurkan untuk mengambil waktu untuk cukup istirahat.

Dia juga menyarankan penderita batuk pilek banyak mengonsumsi air mineral untuk mengganti cairan tubuh yang hilang.

"Selain itu, baik bagi penderita untuk mengonsumsi makanan yang kaya akan serat dan rendah lemak. Hindari gorengan," terang Dien.

Terkait pencegahan, Dien menyebut, masyarakat bisa senantiasa menggunakan masker ketika berada di tempat yang dinilai rawan terhadap penularan virus penyebab batuk pilek. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Hepatitis D
Hepatitis D
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Program Hamil untuk Haid Tidak Teratur sesuai Penyebabnya

3 Program Hamil untuk Haid Tidak Teratur sesuai Penyebabnya

Health
Gejala HIV pada Pria dan Wanita

Gejala HIV pada Pria dan Wanita

Health
Granuloma Inguinale (Donovanosis)

Granuloma Inguinale (Donovanosis)

Penyakit
17 Gejala Kanker Sinus yang Perlu Diwaspadai

17 Gejala Kanker Sinus yang Perlu Diwaspadai

Health
Abses Hati

Abses Hati

Penyakit
11 Penyebab Kekurangan Kalium

11 Penyebab Kekurangan Kalium

Health
Presbiopia

Presbiopia

Penyakit
3 Cara Mengendalikan Serangan Panik

3 Cara Mengendalikan Serangan Panik

Health
Stenosis Mitral

Stenosis Mitral

Penyakit
Mengenal Agregasi Trombosit, Tes untuk Mendeteksi Fungsi Trombosit

Mengenal Agregasi Trombosit, Tes untuk Mendeteksi Fungsi Trombosit

Health
Narsistik

Narsistik

Penyakit
4 Penyebab Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

4 Penyebab Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Paronikia

Paronikia

Penyakit
Bahaya Memakai Masker Kotor

Bahaya Memakai Masker Kotor

Health
Tendinitis

Tendinitis

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.