Kompas.com - 26/01/2020, 06:00 WIB
  • Timbul bercak-bercak putih seperti panu di kulit tanpa disertai gatal atau sakit
  • Kulit kehilangan fungsi sebagai indera peraba, kehilangan kemampuan merasakan sakit, suhu dan sentuhan.
  • Sensasi kesemutan atau mati rasa di tangan dan kaki
  • Mata kering karena kemampuan mengedipkan mata terganggu

Jenis kusta di Indonesia

Menurut laman Hello Sehat, ada dua jenis kusta yang umum terjadi di Indonesia. Berikut jenisnya:

  • Kusta kering atau pausi basiler (PB). Penyakit kepra jenis ini ditandai dengan kemunculan sekitar 1-5 bercak putih di kulit. Bercak putih yang muncul tampak mirip sekali dengan panu.
  • Kusta basah atau multi basiler (MB). Gejala penyakit ini yang paling ketara adalah munculnya bercak kemerahan dan disertai penebalan pada kulit yang mirip dengan kadas. Bercak kemerahan ini bisa muncul dan menyebar lebih dari lima buah.

Baca juga: Stigma Kusta Sepanjang Masa

Komplikasi

Diagnosis dan pengobatan yang terlambat akan membuat penderita kusta mengalami komplikasi berikut:

  • cacat
  • kerontokan rambut, terutama pada alis dan bulu mata
  • kelemahan otot
  • kerusakan saraf permanen di lengan dan kaki
  • ketidakmampuan untuk menggunakan tangan dan kaki
  • hidung tersumbat kronis, mimisan, dan kolapsnya septum hidung
  • iritis, yang merupakan peradangan iris mata
  • glaukoma, penyakit mata yang menyebabkan kerusakan pada saraf optik
  • kebutaan
  • disfungsi ereksi (DE)
  • infertilitas
  • gagal ginjal

Penyebaran kusta

Bakteri penyebab kusta menyebar melalui kontak dengan sekresi mukosa dari seseorang yang terinfeksi. Ini biasanya terjadi ketika penderita kusta bersin atau batuk.

Sebenarnya, penyakit ini tidak mudah menular. Namun, kontak intensif dan terlalu dekat dengan penderita kusta bisa membuat kita tertular.

Bakteri penyebab kusta tumbuh sangat lambat dan membutuhkan waktu setidaknya 6 bulan atau bahkan 40 tahun untuk menunjukkan tanda-tanda infeksi.

Pengobatan

Tahun 1995, WHO mengembangkan terapi multidrug untuk menyembuhkan semua jenis kusta.

Selain itu, ada juga beberapa antibiotik mengobati kusta dengan membunuh bakteri penyebabnya. Antibiotik tersebut meliputi:

  • dapson (Aczone)
  • rifampin (Rifadin)
  • clofazimine (Lamprene)
  • minocycline (Minocin)
  • ofloxacin (Ocuflux)

Baca juga: 4 Mitos Kusta yang Salah Kaprah, Jangan Lagi Dipercaya

Dokter kemungkinan akan meresepkan lebih dari satu antibiotik pada saat bersamaan.

Dokter biasanya juga memberi pasien obat anti inflamasi seperti aspirin (Bayer), prednison (Rayos), atau thalidomide (Thalomid). Perawatan akan berlangsung selama berbulan-bulan dan mungkin hingga 1 hingga 2 tahun.

Bagi ibu hamil penderita kusta, dokter biasanya melarang untuk konsumsi thalidomide karena dapat membuat bayi terlahir cacat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.