Kompas.com - 13/02/2020, 18:02 WIB
ilustrasi sakit kepala saat hamil ilustrasi sakit kepala saat hamil
  • konsumsi makanan tertentu
  • dehidrasi
  • kurang tidur
  • kurang nutrisi
  • stres
  • gangguan pencernaan

Sakit kepala selama trimester ketiga seringkali disebabkan karena postur tubuh yang buruk dan ketegangan karena membawa beban ekstra.

Sakit kepala selama trimester ketiga juga dapat disebabkan oleh kondisi yang disebut preeklampsia atau komplikasi kehamilan berpotensi berbahaya yang ditandai dengan tekanan darah tinggi.

Baca juga: Ibu Hamil Susah Tidur? Atasi dengan 6 Cara Berikut

Cara mencegah sakit kepala saat hamil

Lalu, bagaimana cara mencegahnya?

Melansir American Pregnancy, berikut cara menghindari sakit kepala selama masa kehamilan:

  • Terapkan postur tubuh yang baik (terutama selama trimester ketiga)
  • Istirahat yang cukup dan relaksasi
  • Olahraga
  • Konsumsi makanan bergizi seimbang

Selama kehamilan, sebagian besar wanita dilarang mengonsumsi obat pereda nyeri seperti aspirin dan ibuprofen.

Oleh karena itu, sebaiknya ibu hamil menggunakan cara-cara alami untuk mencegah efek samping tertentu pada janin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Cara meredakan sakit kepala saat hamil

Berikut trik meredakan sakit kepala selama masa kehamilan:

  • Jika sakit kepala terjadi karena sinus, kompres sekitar mata dan hidung dengan air hangat
  • Jika sakit kepala terjadi karena otot tegang, kompres pangkal leher dengan air hangat atau dingin
  • Pertahankan gula darah dengan mengonsumsi makanan dalanm porsi sedikit dan lebih sering.
  • Pijat bahu dan leher untuk menghilangkan rasa sakit
  • Beristirahatlah di ruangan gelap dan berlatih pernapasan dalam
  • Mandi atau berendam di air hangat

Sebagian besar sakit kepala selama masa kehamilan memang tidak berbahaya.

Namun, sakit kepala saat hamil yang disertai dengan pusing, penglihatan kabur atau blind spot, bisa menjadi tanda preeklampsia.

Preeklampsia bisa menyebabkan sakit kepala menyerupai migrain yang berdenyut, mual, dan peka terhadap cahaya atau suara.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Ibu Hamil Pantang Minum Susu Kedelai?

Jika preeklampsia semakin parah, kondisi ini bisa menyebabkan masalah hati dan jumlah trombosit menjadi rendah hingga menyulitkan proses pembekuan darah.

Bahkan, preeklampsia juga dapat berkembang menjadi eklampsia yang bisa menyebabkan kejang, kebutaan ataupun koma yang membahayakan keselamatan ibu dan janin.

Sakit kepala parah timbul secara tiba-tiba disertai dengan mati rasa, nyeri dada, mulas, pembengkakan atau demam juga bisa menjadi tanda adanya masalah pada kehamilan.

Oleh karena itu, sebaiknya ibu hamil harus berkonsultasi pada dokter ketika terjadi suatu gejala yang tidak biasa selama kehamilan.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X