Apa Beda Miom dan Kista Ovarium? Keduanya Kerap Punya Gejala Mirip

Kompas.com - 17/02/2020, 15:05 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com - Miom dan kista ovarium kerap menjadi kondisi yang menghantui wanita. Sayangnya, banyak orang sering tertukar antara penyakit miom dan kista.

Sekilas, perbedaan miom dan kista memang tak terlihat. Apabila sama-sama terjadi dalam rahim, perlu pemeriksaan medis guna memastikan apakah Anda mengalami miom atau kista.

Namun, ada beberapa hal mendasar yang bisa digunakan untuk membedakan keduanya. Lalu, apa beda miom dan kista?

Baca juga: Bisakah Hamil Jika Memiliki Miom?

Mengenal Miom

Melansir SehatQ, miom atau fibroid rahim merupakan tumor jinak yang hanya bisa tumbuh di rahim.

Miom terbuntuk dari sel-sel yang terus tumbuh sehingga kerap disebut sebagai daging tumbuh.

Miom yang mempengaruhi lapisan rahim ini juga bisa menyebabkan subfertilitas atau keguguran.

Dirangkum dari Hello Sehat, miom umumnya jarang berubah menjadi kanker. Miom atau fibroid yang berubah menjadi kanker kemudian disebut fibrosarkoma.

Jika miom tumbuh dengan cepat dan semakin membesar, maka diperlukan pengobatan khusus.

Tanda awal wanita yang memiliki kista atau miom seringkali tak terlihat di awal. Biasanya, seorang wanita baru terdeteksi memiliki kista atau miom ketika melalukan pemeriksaan khusus.

Gejala miom

Miom pada umumnya tidak memunculkan keluhan yang khas. Namun, miom yang semakin membesar akan menyebabkan beberapa gejala berikut:

  • Perdarahan menstruasi yang sangat banyak.
  • Nyeri haid yang hebat.
  • Sering buang air kecil.
  • Nyeri pada panggul atau punggung bagian bawah.
  • Nyeri saat berhubungan seksual.
  • Perut yang membesar.
  • Dapat teraba benjolan pada perut.

Baca juga: Kenali Berbagai Jenis Kista Ovarium

Kista ovarium

Kista terbentuk dari cairan yang menumpuk dan bisa tumbuh di bagian tubuh mana pun, termasuk di bagian ovarium.

Sama dengan miom, kista merupakan tumor jinak sehingga tidak berbahaya dan umumnya tidak menimbulkan gejala apapun.

Gejala kista ovarium

Namun, kista yang tumbuh semakin besar dapat menyebabkan gejala-gejala berikut:

  • Rasa sakit sebelum atau selama siklus menstruasi
  • Nyeri di punggung bagian bawah atau paha
  • Hubungan seksual terasa menyakitkan
  • Perut kembung atau bengkak
  • Mual dan muntah
  • Gerakan usus yang menyakitkan
  • Sering buang air kecil
  • Nyeri payudara

Pada banyak kasus, kista ovarium bersifat jinak dan bisa hilang secara alami tanpa pengobatan.

Namun, kista ovarium juga bisa berkembang menjadi kanker meski hal ini jarang terjadi.

Salah satu komplikasi kista ovarium yang jarang terjadi adalah torsi ovarium.

Baca juga: Mengenal 3 Jenis Miom serta Gejalanya

 

Ini adalah suatu kondisi di mana indung telur berputar atau bergerak dari posisinya, memotong suplai darah ke indung telur.

Jika tidak diobati, kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan atau kematian pada jaringan ovarium.

Penanganan miom dan kista ovarium

Untuk mengetahui adanya miom atau kista dapat dilakukan melalui tes laboratorium serta pemeriksaan pemindaian, seperti USG, CT scan, maupun MRI.

Jika miom dan kista yang Anda miliki memicu gejala khusus, dokter biasanya tidak memberikan penanganan khusus.

Perbedaan miom dan kista dalam hal penanganan sebenarnya tidak terlalu jauh. Dokter bisa meresepkan obat-obatan hingga melakukan tindakan operasi.

Jenis pengobatan yang akan Anda jalani tergantung pada ukuran dan letak miom maupun kista, kondisi kesehatan Anda secara keseluruhan.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X