Kompas.com - 21/02/2020, 20:08 WIB
ilustrasi sakit kepala Shutterstock/metamorworksilustrasi sakit kepala

KOMPAS.com - Padatnya aktivitas sepanjang hari, stres, dan posisi duduk yang tidak nyaman dapat menyebabkan ketegangan di sekitar kepala.

Kondisi tersebut bisa membuat kepala terasa berat, nyeri atau sakit kepala, sampai pusing.

Ada dua jenis sakit kepala yang biasa menyerang, yakni:

  • Episodik : Sakit kepala ini biasanya datang tiba-tiba, berlangsung cepat, dan terasa menyakitkan. Pemicunya bisa dari ketegangan otot di sekitar kepala atau dari stres.
  • Kronis: Sakit kepala ini bisa muncul saat bangun tidur atau setelah seharian beraktivitas. Rasa sakit dan sesak bisa terasa di kedua sisi kepala, dahi, dan pangkal tengkorak.

Baca juga: Pusing Tak Tertahankan, Tanda Penyakit Apa?

Nyeri akibat ketegangan otot di sekitar kepala bisa dimulai dari rasa tidak nyaman di leher, bahu, dan perlahan menjalar sampai ke kepala.

Selain stres, beberapa aktivitas sehari-hari yang tanpa disadari rentan bikin sakit kepala antara lain:

  • Terus-terusan menunduk untuk melihat telepon pintar
  • Bekerja menatap layar komputer sepanjang hari
  • Menyetir berjam-jam tanpa jeda
  • Duduk berjam-jam tanpa geser
  • Tidur tengkurap

Ada juga penyebab pusing dan sakit kepala lainnya. Melansir Medical News Today, sakit kepala bisa disebabkan dehidrasi, terlalu banyak mengonsumsi kafein, mata lelah, dan penyakit tertentu seperti darah tinggi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meminjat sejumlah bagian tubuh bisa jadi cara menghilangkan sakit kepala akibat ketegangan otot.

Baca juga: Tak Perlu Liburan Mewah, Meditasi Rutin Bisa Redakan Stres

Melansir Web MD, berikut titik pijat untuk meredakan sakit kepala, kaku leher, sampai mata lelah:

1. Area sekitar mata

Konsentrasi dan ketengangan saat menatap layar dapat menyebabkan mata lelah dan  membuat sirkulasi darah ke area mata serta kepala tidak lancar.

Untuk meredakannya, coba Anda berbaring sambil memejamkan mata.

Taruh ibu jari di bawah alis, lalu pijat perlahan dengan gerakan melingkar mulai dari sudut bagian dalam rongga mata ke luar, dan berakhir menuju ke tulang hidung.

Ulangi pijatan lembut dan perlahan ini beberapa kali, dan berikan sedikit perhatian di area mata bagian dalam (perbatasan antara tulang hidung dan dekat alis).

2. Area sekitar kepala

Mulailah dengan meletakkan ibu jari di tulang pipi dekat telinga.

Gunakan ujung jari untuk memberi tekanan dengan lembut dan memijat bagian pelipis (titik lembut antara sudut mata dan telinga).

Masih dengan memberikan tekanan lembut dan gerakan memutar, perlahan gerakkan jari-jari menyusuri bagian kepala, sampai kedua jempol bertemu di tengah dahi.

Jika ada bagian kepala yang belum kebagian, coba ulangi pijatan dengan menyusuri area jidat sampai kulit kepala.

Baca juga: 7 Cara Mengatasi Stres saat Jadi Pengangguran

3. Area sekitar tangan

Memijat area sekitar tangan juga dapat meringankan sakit kepala. Seperti bagian kaki, tangan Anda juga memiliki titik refleksi yang terkait dengan bagian tubuh lainnya.

Regangkan tangan dan jari-jari tangan lalu pijat dari bagian pangkal ke ujung.

Selanjutnya, istirahatkan salah satu tangan dengan posisi telapak tangan menghadap ke atas. Letakkan di pangkuan Anda.

Lalu beri pijatan di area telapak tangan kiri yang empuk (antara ibu jari dan telunjuk), dan geser pijatan ke arah pangkal jempol.

Terakhir, pijat seluruh telapak tangan dengan ibu jari. Beri sedikit tekanan pada pijatan. Jangan lupa bergantian di kedua tangan.

4. Area sekitar leher

Dalam posisi duduk, tempelkan telapak tangan di atas untuk memijat area sekitar bahu.

Buang napas, lalu biarkan kepala rileks saat pijatan dengan telapak tangan bergerak dari punggung, bahu, ke leher.

Setelah itu, sandarkan alis ke meja. Pijat perlahan area sekitar leher dari bahu, leher, menuju ke kepala.

Berikan pijatan di area tersebut dengan membuat gerakan memutar menggunakan ujung jari dengan fokus sekitar tulang belakang.

Baca juga: Cara Meredakan Sakit Kepala Saat Hamil

5. Area sekitar bahu

Cari bola tenis, bola karet, atau buah apel untuk alat bantu memijat.

Berdiri dengan posisi membelakangi dinding dengan permukaan rata dan halus. Lalu jongkok dengan posisi pantat menempel ke dinding.

Sedikit condongkan tubuh ke depan dan letakkan bola di belakang punggung bagian atas, dekat bahu.

Perlahan-lahan berdiri dan buat gerakan naik turun sambil pertahankan bola di punggung.

Buat bola menggelinding perlahan ke sekitar otot yang kaku di bahu dan punggung.

Jika sudah merata, ganti sisi sebelahnya. Dan ulangi gerakan pijatan dengan alat bantu bola tersebut dengan gerakan sama.

Baca juga: Punya Gejala Mirip, Ini Beda Sakit Kepala Akibat Migrain dan Sinusitis

6. Area punggung bawah

Berdiri dan letakkan tangan di pinggang, dengan posisi ibu jari di belakang dan jari-jari menghadap ke depan.

Gunakan ibu jari untuk memijat lembut otot-otot di kanan dan kiri tulang belakang. Hati-hati, jangan sampai menekan tulang belakang.

Pijat dengan variasi memberikan tekanan, gerakan memutar, dan naik turun. Beri pijatan ekstra di sekitar bagian tubuh yang lembut.

Mulai pijatan dari area terjauh yang bisa dijangkau tangan, lalu secara bertahan turun ke punggung bawah, dan berakhir di dekat tulang ekor.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Iskemia
Iskemia
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penis Lecet

Penis Lecet

Penyakit
Coulrophobia

Coulrophobia

Penyakit
Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Kita Terpapar Virus Corona

Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Kita Terpapar Virus Corona

Health
Tinnitus

Tinnitus

Penyakit
Rabun

Rabun

Penyakit
Gastroschisis

Gastroschisis

Penyakit
5 Cara Menurunkan Risiko Kanker Paru-paru

5 Cara Menurunkan Risiko Kanker Paru-paru

Health
Lemah Jantung

Lemah Jantung

Penyakit
Mengenal Gejala Kanker Paru-paru Stadium 2

Mengenal Gejala Kanker Paru-paru Stadium 2

Health
Agranulositosis

Agranulositosis

Penyakit
8 Gejala Prostatitis yang Pantang Disepelekan

8 Gejala Prostatitis yang Pantang Disepelekan

Health
Edema Paru

Edema Paru

Penyakit
7 Makanan yang Pantang Dikonsumsi Ibu Hamil

7 Makanan yang Pantang Dikonsumsi Ibu Hamil

Health
Balanitis

Balanitis

Penyakit
6 Penyebab Hidung Sakit seperti Kemasukan Air

6 Penyebab Hidung Sakit seperti Kemasukan Air

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.