6 Kelompok Orang yang Paling Rentan Tertular Virus Corona

Kompas.com - 03/03/2020, 09:01 WIB
Petugas medis menyeberang menuju gedung National Centre for Infectious Diseases di RS Tan Tock Seng, Singapura, Jumat (31/1/2020). AFP/ROSLAN RAHMANPetugas medis menyeberang menuju gedung National Centre for Infectious Diseases di RS Tan Tock Seng, Singapura, Jumat (31/1/2020).

KOMPAS.com - Virus corona atau covid-19 diketahui bisa dengan mudah menular dari satu orang ke orang lainnya.

Penularan virus yang berasal dari Wuhan, China itu dapat terjadi melalui droplet atau partikel kecil dari mulut (air liur) penderita yang mengandung mikroorganisme penyebab penyakit.

Dokter Spesialis Paru RSUD Dr. Moewardi Surakarta, dr. Jatu Aphridasari, Sp.P(K), FISR, mengatakan virus corona bisa menyerang siapa saja, mulai dari bayi, anak-anak, orang dewasa, hingga orang lanjut usia (lansia).

Baca juga: Waspadai 4 Cara Penularan Virus Corona

Oleh sebab itu, semua orang patut mewaspadai penyakit akibat virus yang berasal dari Wuhan, China tersebut.

Namun jika dilihat dari segi keterjangkauan, menurut dia, ada 6 kelompok orang yang tergolong paling rentan tertular virus corona.

Mereka di antaranya, yakni:

  1. Petugas kesehatan yang memeriksa, merawat, mengantar dan membersihkan ruangan di tempat perawatan khusus
  2. Orang yang merawat atau menunggu pasien di ruangan
  3. Orang yang tinggal serumah dengan penderita covid-19
  4. Tamu yang berada dalam satu ruangan dengan penderita covid-19
  5. Orang yang bepergian dalam satu alat angkut
  6. Orang yang bekerja bersama dengan penderita covid-19

Jatu menyebut enam kelompok orang tersebut sebagai kelompok kontak erat.

Kontak adalah seseorang yang melakukan kontak fisik atau berada dalam ruangan dengan penderita covid-19.

Baca juga: Masker Mahal? Berikut Cara Lain Cegah Penularan Virus Corona

Selain itu, predikat kontak erat juga bisa disematkan kepada mereka yang telah berkunjung dengan bercakap-cakap dalam radius 1 meter dengan pasien dalam pengawasan, probabel maupun konfirmasi.

Jatu menjelaskan pasien dengan pengawasan adalah seseorang yang mengalami beberapa gejala sebagai berikut:

  • Demam kurang lebih dama dengan 38 derajat celsius
  • Ada riwayat demam atau infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) tanpa pneumonia
  • Memiliki riwayat perjalanan ke negara atau daerah yang terjangkit pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala

Sedangkan pasien probable iadalah pasien dalam pengawasan yang diperiksa untuk covid-19, tetapi tidak dapat disimpulkan (inkonklusif) atau seseorang dengan hasil konfirmasi positif pan-corona virus atau beta-corona virus.

Sementara, pasien konfirmasi adalah seseorang yang terinfeksi covid-19 dengan hasil pemeriksaan laboratorium positif.

Baca juga: Benarkah Tingkat Kematian akibat Virus Corona Lebih Besar dari DBD?

"Kontak dengan orang yang baru datang dari negara atau daerah yang terjangkit jelas bisa juga meningkatkan risiko seseorang terkena virus ini," jelas Jatu saat diwawancara Kompas.com, Senin (2/3/2020).


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X