Makan Apel dengan Kulitnya atau Dikupas, Mana yang Lebih Baik?

Kompas.com - 11/03/2020, 14:01 WIB
Ilustrasi apel shutterstockIlustrasi apel

KOMPAS.com - Banyak orang memilih makan apel dengan memakannya langsung dengan kulitnya.

Namun, tidak sedikit juga yang lebih memilih makan buah ini dengan cara dikupas terlebih dahulu dengan berbagai alasan.

Jika kedua hal itu dibandingkan, mana sebenarnya yang lebih baik untuk dilakukan?

Melansir buku The Miracle of Fruits (2013) karya Desty Ervira Puspaningtyas, S.Gz, mengonsumsi apel sebaiknya dimakan bersama kulitnya.

Baca juga: 15 Manfaat Konsumsi Kunyit, Obat Demam hingga Anti Racun

Hal itu dikarenakan, kandungan antioksidan yang bisa diperloleh dari apel akan lebih banyak dibanding hanya memakan daging buahnya.

Apel diketahui salah satunya mengandung karoten yang memiliki aktivitas sebagai vitamin A dan antioksidan.

Zat gizi ini telah terbukti dapat berguna untuk menangkal serangan radikal bebas penyebab berbagai penyakit degeneratif, termasuk kanker dan diabetes.

Untuk mendapatkan manfaat yang maksimal dari konsumsi apel, Anda tentunya harus juga pandai memilih buah yang terbaik.

Apel yang akan dikonsumsi harus dalam keadaan yang baik, yakni kulitnya mulus dan tidak ada bercak cokelat atau hitam.

Selain itu, pilihlah apel yang masih bertekstur keras dengan bau khasnya yang harum.

Ketika diketuk dengan tangan, pastikan bunyi apel terdengar nyaring. Hal itu bisa menjadi tanda bahwa apel masih dalam kondisi segar dan mengandung banyak air.

Baca juga: 13 Manfaat Konsumsi Jahe, Bukan Hanya untuk Tingkatkan Imunitas

Senada, dalam buku Buah Apel & Kulitnya (2014) karya Reiza Farandika Kurniawan, S.Ked, dijelaskan bahwa lebih baik mengonsumsi apel dengan kulitnya dibanding makan dagingnya saja.

Hal itu tidak terlepas dari banyaknya kandungan zat gizi yang terkandung di di bagian kulit apel.

Berikut ini beberapa nutrisi yang terkandung di dalam kulit apel:

1. Meneral

Kulit apel adalah sumber mineral yang penting, termasuk kalsium, kalium, dan fosfor.

Kalsium dan fosfor berguna untuk mempromosikan tulang dan gigi agar terus kuat.

Sedangkan, kalium bermanfaat untuk mendukung sel, jantung dan fungsi pencernaan agar terus sehat.

2. Vitamin

Kulit apel diketahui kaya akan kandungan vitamin A yang baik untuk menjaga kesehatan mata dan peningkatan pertumbuhan sel.

Selain vitamin A, kulit apel juga terbukti mengandung vitamin C yang bermanfaat untuk mendukung sistem kekebalan tubuh tetap terjaga.

3. Antioksidan

Kulit apel dikemas dengan phytochemical kuat seperti flavonoid dan asam fenolat yang dapat membantu tubuh melawan kerusakan sel dalam tubuh.

Jadi, makanlah buah apel dengan kulitnya sehingga Anda bisa mendapatkan keuntungan dari senyawa yang disebut triterpenoid.

Senyawa ini diyakini mampu membantu melawan berbagai jenus penyakit kanker, seperti kanker hati, usus besar, dan payudara.

Baca juga: 5 Jenis Makanan Pencegah Kanker hingga Sakit Jantung

4. Serat

Kulit dari apel mengandung serat larut dan tak larut, di mana jumlah serat di dalamnya sekitar 2/3 dalam sebuah apel.

Serat ini jelas memiliki banyak manfaat kesehatan, mulai dari menurunkan kolesterol hingga membantu proses pencernaan.

Selain itu, serat juga menawarkan rasa kenyang untuk mengontrol nafsu makan berlebih.

Khawatir kulit apel mengandung lilin?

Pada umumnya, apel di pasaran sengaja dilapisi lilin. Hal ini dilakukan dengan maksud untuk menjaga kesegaran buah sejak mulai dipanen, dikirim, hingga sampai di toko.

Lilin ini bermanfaat untuk mencegah masuknya oksigen ke dalam daging buah apel, sehingga menghambat proses pemasakan buah yang terlalu matang.

Keberadaan lilin pada kulit apel itu biasanya bisa dengan mudah diketahui dengan cara mengeruknya dengan pisau ataupun kuku jari.

BPOM sendiri telah mengungkapkan bahwa lilin pada apel termasuk dalam bahan tambahan pangan pelapis.

Baca juga: 8 Jenis Buah yang Baik Dikonsumsi untuk Program Diet

Jadi, penggunannya aman untuk dikonsumsi karena sudah diatur berdasarkan Peraturan Kepala BPOM No. 12 tahun 2013 tentang batas maksimum bahan tambahan pangan pelapis.

Namun, jika Anda masih mengkhawatirkan hal tersebut, ada cara mudah untuk menghilangkan lilin dari apel.

Berikut tipsnya:

  • Celupkan apel ke dalam air hangat agar lapisan lilinnya mencair
  • Setelah itu, gosok apel hingga bersih
  • Cuci apel yang sudah dibersihkan dengan air bersih

Mencucuci apel juga bermanfaat untuk menghilangkan pestisida yang menempel di kulit. Tidak bisa dipungkiri, apel termasuk buah yang paling sering terkena obat pembasmi hama itu.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X