Kompas.com - 11/03/2020, 09:56 WIB
Terlihat pasta habis digasak oleh pembeli di supermarket FairPrice Xtra, Vivo City, Singapura yang panik setelah meningkatnya status virus corona dari kuning menjadi oranye KOMPAS.com/ ERICSSEN Terlihat pasta habis digasak oleh pembeli di supermarket FairPrice Xtra, Vivo City, Singapura yang panik setelah meningkatnya status virus corona dari kuning menjadi oranye

KOMPAS.com - Wabah penyakit Covid-19 dari infeksi virus corona jenis baru SARS-CoV-2 menjadi sumber kecemasan bagi sebagian kalangan.

Ada yang merespons dengan takut keluar rumah, panik berburu masker dan hand sanitizer, sampai memborong jahe yang dipercaya dapat meningkatkan daya tahan tubuh.

Sejumlah psikolog memperingatkan, virus corona bisa menjadi sumber kepanikan apabila banjir informasi tidak disikapi dengan bijak.

Baca juga: Beda Batuk, Pilek, Alergi, dan Gejala Virus Corona

"Orang jadi takut karena ini (virus corona) tidak lazim. Dan kita belum punya vaksin atau obat penangkal," kata Monica Schoch-Spana dari Johns Hopkins Center for Health Security, seperti dilansir Guardian (6/3/2020).

Peneliti yang fokus meriset respons publik pada kejadian luar biasa ini berpendapat, kecemasan akan virus corona turut dipicu keingintahuan publik yang tinggi, namun gagap informasi kesehatan.

"Pada hari-hari biasa, orang cenderung tidak menyimak informasi kesehatan. Baru dalam kondisi ekstrem seperti ini orang-orang mendengarkannya," ujar dia.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

5 Cara Bebas Panik di Tengah Banjir Informasi Virus Corona
Belakangan banyak orang panik dengan penyebaran virus corona. Tetap waspada, dan cegah panik dengan tips dari psikolog berikut.
Bagikan artikel ini melalui

Peneliti psikologi politik asal Saïd Business School University of Oxford, Zhibo Qiu, mengatakan kecemasan dapat mendorong orang berlaku kompulsif.

Menurut Qiu, perilaku kompulsif seperti memborong masker, hand sanitizer, atau cairan disinfektan berisiko mengaburkan esensi pencegahan penyakit seperti mencuci tangan atau hidup sehat.

Terlepas dari kondisi penyakit yang dalam rentang waktu kurang dari tiga bulan menjangkiti lebih dari 100 negara ini, para ahli psikologi menyarankan kita untuk waspada alih-alih panik.

Baca juga: 3 Alasan Hand Sanitizer Buatan Sendiri Tak Efektif Tangkal Corona

Melansir The Independent, berikut cara mencegah panik menghadapi wabah virus corona:

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Demam
Demam
PENYAKIT
Panas Dingin
Panas Dingin
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Payudara Mengerut Seperti Kulit Jeruk

Payudara Mengerut Seperti Kulit Jeruk

Penyakit
4 Penyebab Inflammatory Bowel Disease (IBD) yang Perlu Diwaspadai

4 Penyebab Inflammatory Bowel Disease (IBD) yang Perlu Diwaspadai

Health
Panas Dingin

Panas Dingin

Penyakit
Berapa Batas Konsumsi Gula Per Hari untuk Penderita Diabetes?

Berapa Batas Konsumsi Gula Per Hari untuk Penderita Diabetes?

Health
Penurunan Kesadaran

Penurunan Kesadaran

Penyakit
Memahami Penyebab Tekanan Darah Rendah

Memahami Penyebab Tekanan Darah Rendah

Health
Kulit Kepala Perih

Kulit Kepala Perih

Penyakit
Detak Jantung Melambat, Bahayakah?

Detak Jantung Melambat, Bahayakah?

Health
Flu Hong Kong

Flu Hong Kong

Penyakit
Dokter Ingatkah Atlet Juga Bisa Alami Obesitas Meski Rutin Olahraga

Dokter Ingatkah Atlet Juga Bisa Alami Obesitas Meski Rutin Olahraga

Health
Lidah Berdarah

Lidah Berdarah

Penyakit
Mengapa Kematian Akibat Kanker Paru-paru pada Wanita Lebih Tinggi?

Mengapa Kematian Akibat Kanker Paru-paru pada Wanita Lebih Tinggi?

Health
Jari Tangan Bengkok

Jari Tangan Bengkok

Penyakit
Kenali 8 Penyebab Jerawat di Dada

Kenali 8 Penyebab Jerawat di Dada

Health
Pilek

Pilek

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.