Kompas.com - 15/03/2020, 20:30 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com – Pembicaraan mengenai pihak yang bertanggung jawab atas gagalnya atau keberhasilan mendapatkan momongan dahulu cenderung menyasar ke pihak wanita karena mereka yang akan hamil.

Anggapan itu rasa-rasanya sudah bergeser sekarang. Banyak orang telah menyadari bahwa ada dua pihak yang berperan sama pentingnya terhadap keberhasilan kehamilan, yakni pihak wanita dan juga pria.

Oleh sebab itu, kesehatan reproduksi jelas bukan hanya menjadi tanggung jawab dari calon ibu, melainkan juga calon ayah.

Baca juga: Benarkah Pria Gemuk Cenderung Punya Penis Kecil?

Dengan kata lain, kehesehatan pria akan memberihan setengah kontribusi dari faktor keberhasilan terjadinya kehamilan.

Melansir Buku Kehamilan (2019) karya Dr. Ayustawati, Ph.D, ada sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk mempertahankan kesehatan reproduksi pria.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

10 Cara Menjaga Kesehatan Reproduksi Pria
Berikut ini sejumlah kiat yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan reproduksi para pria.
Bagikan artikel ini melalui

Berikut 10 tipsnya:

1. Menjaga kebersihan daerah kelamin

Menjaga hygiene atau keberhasilan daerah kelamin terutama pada daerah foreskin dari penis untuk mencegah terjadinya inflamasi.

2. Hindari pakai celana ketat

Tidak mengenakan celana yang ketat yang bisa menekan bagian skrotum serta menghindari suhu udara panas yang ekstrim di daerah skrotum.

3. Pemeriksaan skrotum

Pemeriksaan skrotum sendiri di rumah direkomendasikan untuk dilakukan secara teratur setiap bulan sekali.

Jika ada hal yang tidak biasa, seperti mengalami rasa nyeri di sekitar skrotum, munculnya pembengkakan atau bentuk yang tidak biasa di daerah skrotum, segeralah periksakan diri ke dokter.

Baca juga: Jangan Salah Paham, Kenali 7 Fakta tentang Penis Berikut

4. Pemeriksaan kadar PSA

Testing dengan pemeriksaan kadar prostate specific antigen (PSA). Pemeriksaan ini adalah pemeriksaan darah screening yang tersedia bagi pria untuk mengetahui kelenjar prostat.

Kadar yang lebih tinggi daripada normal menunjukkan adanya gangguan fungsi kerja kelenjar prostat, baik yang dikarenakan oleh adanya inflamasi, adanya kanker prostat, atau tumor lainnya.

5. Melakukan olahraga teratur

Selain meningkatkan kesehatan jantung dan pembuluh darah, olahraga juga bisa bermanfaat untuk menjaga kesehatan reproduksi.

Olahraga ini dianjurkan bisa dilakukan secara rutin setidaknya 30 menit per hari agar mendapatkan efek positif pada kesehatan reproduksi.

6. Hindari rokok

Merokok termasuk masalah tingkah laku utama yang dapat memengaruhi kesehatan reproduksi. Perokok kronis diketahui memiliki kualitas dan kuantitas sperma yang rendah

7. Hindari minum alkohol

Minum alkohol secara berlebihan telah terbukti bisa memengaruhi kesehatan mental dan tubuh.

Fungsi testis untuk memproduksi sperma dan hormon diyakini akan tertanggung jika para pria rutin mengonsumsi alkohol.

8. Berperilaku seksual secara sehat

Berperilaku seksual yang sehat dengan menghindari aktivitas seksual berisiko untuk menghindari penyakit infeksi menular seksual (IMS).

Baca juga: Waspada Kutil Kelamin (1): Gejalanya Kerap Tak Disadari

9. Makan bergizi

Untuk menjaga kesehatan reproduksi, para pria dianjurkan untuk mempertahankan diet yang bergizi sehat dan seimbang, terutama dengan mengurangi konsumsi lemak dan meningkatkan konsumsi serat.

10. Hindari stres

Menghindari stres dan memberikan waktu yang cukup untuk beristirahat dengan tidur secara teratur setidaknya 7-8 jam sehari baik dilakukan.

Persiapkan dengan baik

Melansir buku Meningkatkan Kesuburan untuk Kehamilan Alami (2005) karya Anne Charlish & Kim Davies, setiap pasangan sebaiknya sudah mulai mempersiapkan diri menghadapi kehamilan beberapa bulan sebelum mulai mencoba mengandung.

Tak seorang pun yang bisa menjamin pasangan suami istri akan bisa memiliki momongan atau pun mendapatkan bayi yang sehat.

Baca juga: Waspada Kutil Kelamin (2): Bisa Sebesar Melon dan Jadi Kanker

Namun, jika para pasangan tersebut sedangan dalam kondisi fit dan sehat pada saat pembuahan, maka itu adalah awal yang terbaik bagi kehamilan.

Pola makan, berat badan, dan stamina begitu memengaruhi kesuburan dan kehamilan.

Oleh sebab itu, mejalani program kebugaran tubuh secara teratur, pola makan sehat, serta mengurangi stres bisa membantu para pasangan memaksimalkan peluang untuk wanita dapat hamil.

 

 


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kulit Kepala Perih

Kulit Kepala Perih

Penyakit
Detak Jantung Melambat, Bahayakah?

Detak Jantung Melambat, Bahayakah?

Health
Flu Hong Kong

Flu Hong Kong

Penyakit
Dokter Ingatkah Atlet Juga Bisa Alami Obesitas Meski Rutin Olahraga

Dokter Ingatkah Atlet Juga Bisa Alami Obesitas Meski Rutin Olahraga

Health
Lidah Berdarah

Lidah Berdarah

Penyakit
Mengapa Kematian Akibat Kanker Paru-paru pada Wanita Lebih Tinggi?

Mengapa Kematian Akibat Kanker Paru-paru pada Wanita Lebih Tinggi?

Health
Jari Tangan Bengkok

Jari Tangan Bengkok

Penyakit
Kenali 8 Penyebab Jerawat di Dada

Kenali 8 Penyebab Jerawat di Dada

Health
Pilek

Pilek

Penyakit
8 Infeksi Menular Seksual yang Sering Menyerang

8 Infeksi Menular Seksual yang Sering Menyerang

Health
5 Posisi Seks saat Hamil Tua yang Aman

5 Posisi Seks saat Hamil Tua yang Aman

Health
Pantat Bau

Pantat Bau

Penyakit
7 Ciri-ciri Penyakit Ginjal Stadium Awal

7 Ciri-ciri Penyakit Ginjal Stadium Awal

Health
Bau Badan

Bau Badan

Penyakit
Apa Penyebab Tumor Usus Besar?

Apa Penyebab Tumor Usus Besar?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.