Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 18/03/2020, 10:01 WIB

KOMPAS.com – Simdrom reye adalah kerusakan otak akut secara mendadak yang terjadi pada anak-anak dengan rata-rata usia 4-14 tahun.

Sindrom ini disebabkan atau bisa terjadi setelah anak diberikan pengobatan dengan aspirin untuk kondisi flu atau cacar air.

Saat ini kasus temuan sindrom reye memang disinyalir sudah turun mengingat penggunaan aspirin sudah tidak lagi direkomendasikan sebagai pengobatan rutin demam dan kesakitan pada anak-anak.

Namun, tidak ada salahnya bagi para orangtua khususnya, bisa mengetahui gejala dan cara menangani kasus sindrom ini sebagai langkah pencegahan.

Baca juga: Beda Gejala Tuberkulosis pada Anak-anak dan Orang Dewasa

Gejala sindrom reye

Melansir Buku Mengenali Keluhan Anda: Info Kesehatan Umum untuk Pasien (2013) bikinan Dr. Ayustawati, PhD, ada sejumlah gejala yang bisa dilihat pada kasus sindrom reye.

Berikut tanda-tandanya:

  • Anak menjadi bingung
  • Kejang
  • Melihat dobel atau ganda
  • Kehilangan fungsi pendengaran
  • Kehilangan kemampuan berbicara
  • Perasaan lemas pada lengan dan kaki

Cara menangani sindrom reye

Secara umum, penderita sindrom reye sebaiknya perlu segera di bawa ke instalasi gawat darurat rumah sakit.

Hal ini penting agar mereka langsung mendapatkan penangaan dokter.

Pengobatan yang sesegera mungkin diperlukan untuk menghindari kemungkinan komplikasi yang bisa timbul, seperti terjadi kerusakan permanen pada anak tersebut.

Baca juga: Orangtua, Ini Alasan Anak Sebaiknya di Rumah Saja saat Wabah Corona

Dokter kemudian akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui penyebab timbulnya gejala-gejala pada penderita dan memutuskan pemilihan pengobatan yang tepat.

Cara mencegah sindrom reye

  • Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah agar anak terkena sindrom reye, di antaranya yakni:
  • Tidak memberikan aspirin apabila anak menderita flu atau cacar air
  • Bacalah daftar isi obat sebelum memberi obat demam kepada anak
  • Tidak memberi obat demam yang mempunyai kandungan aspirin atau keturunan aspirin seperti salicylates atau salisilat
  • Berkonsultasi dengan dokter pada saat anak tidak sehat, dan mengikuti petunjuk dokter dalam pemberian obat kepada anak
  • Sebaiknya berkonsultasi dengan dokter pada saat ingin memberi obat tambahan tanpa resep dokter

Baca juga: 6 Perubahan Fisik Tanda Anak Gadis Memasuki Masa Pubertas

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+