Kompas.com - 18/03/2020, 16:02 WIB
Ilustrasi Penyakit autoimun. Ilustrasi Penyakit autoimun.

“Harus kontrol, jangan asal minum vitamin. Jangan mengobati diri sendiri. Sebaiknya datang ke dokter, nanti diskusi obat yang aman,” jelas dr. Agus.

 

Selain mengonsumsi obat-obatan sesuai anjuran dokter, para penyintas autoimun sementara diimbau untuk senantiasa melakukan pola hidup sehat dan menjaga kebersihan diri maupun lingkungan sebagai upaya mencegah corona.

Baca juga: Kisah Ramneya, Gadis 12 Tahun yang Tak Gentar Lawan Keterbatasan akibat Lupus

“Saat musim hujan seperti ini, dalam kondisi dingin, virus mudah masuk, terutama ke orang yang sistem kekebalan tubuhnya turun drastis. Itu berbhaya sekali, apalagi corona,” jelas Dokter Spesialis Penyakit Dalam itu.

dr. Agus pun mengimbau para penyintas autoimun untuk turut melakukan anjuran pemerintah melakukan social distancing atau pembatasan interaksi dengan disiplin guna mencegah penularan virus Corona.

"Kalau memang mau memutus rantai infeksi virus Corona, kita semua harus disiplin menerapkan social distancing ini. Jangan mendatangi kerumunan, sementara lebih banyak di rumah," jelas dr. Agus.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, Dokter Spesialis Paru RSUD Dr. Moewardi Surakata, dr. Jatu Aphridasari, Sp.P (K), mengimbau masyarakat untuk tidak resah ketika mendatangi fasilitas kesehatan terutama RSUD Dr. Moewardi Surakarta yang tengah merawat pasien positif Covid-19. 

Baca juga: Waspadai 5 Bahaya Kesehatan Saat Harus Kerja di Rumah karena Corona

Hal itu dikarenakan setiap fasilitas kesehatan pasti telah memiliki dan melakukan standar pengendalian dan pencegahan infeksi (PPI). 

"Bapak ibu tolong jangan takut ke rumah sakit. Di RSUD Dr. Moewardi sendiri, pasien Covid-19 dirawat di ruang isolasi. Di ruang ini tidak boleh ada orang keluar masuk kecli pakai alat pelindung diri (APD) lengkap," jelas dr. Jatu.

dr. Jatu menjelaskan kebanyakan rumah sakit kini memang telah membatasi jumlah pengunjung. Namun, bukan berarti masyarakat yang benar-benar membutuhkan layanan kesehatan atau pengobatan, lantas tidak berani ke rumah sakit karena khawatir tertular penyakit.

Pembatasan kunjungan lebih dimaksudkan untuk mengurangi risiko kerumuman dan keramaian serta mencegah penyebaran penyakit yang ada di rumah sakit kepada pengunjung yang sehat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Gejala Sembelit yang Perlu Diwaspadai

5 Gejala Sembelit yang Perlu Diwaspadai

Health
Abses Perianal

Abses Perianal

Penyakit
6 Efek Hipertensi pada Tubuh yang Penting Diperhatikan

6 Efek Hipertensi pada Tubuh yang Penting Diperhatikan

Health
Hipertiroidisme

Hipertiroidisme

Penyakit
14 Makanan untuk Bantu Mengatasi Sembelit

14 Makanan untuk Bantu Mengatasi Sembelit

Health
8 Penyebab Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

8 Penyebab Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

Health
4 Cara Mengobati Penyakit Prostat, Tak Selalu Perlu Operasi

4 Cara Mengobati Penyakit Prostat, Tak Selalu Perlu Operasi

Health
Ejakulasi Tertunda

Ejakulasi Tertunda

Penyakit
4 Faktor yang Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak

4 Faktor yang Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak

Health
Liposarkoma

Liposarkoma

Penyakit
7 Hal yang Membut Anda Mudah Merasa Lelah

7 Hal yang Membut Anda Mudah Merasa Lelah

Health
Batu Empedu

Batu Empedu

Penyakit
12 Makanan yang Mengandung Seng Tinggi

12 Makanan yang Mengandung Seng Tinggi

Health
Kelumpuhan Tidur (Sleep Paralysis)

Kelumpuhan Tidur (Sleep Paralysis)

Penyakit
4 Jenis Orang yang Rentan Mengalami Kekurangan Zat Besi

4 Jenis Orang yang Rentan Mengalami Kekurangan Zat Besi

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.