Kompas.com - 31/03/2020, 16:04 WIB
ilustrasi kanker otak glioblastoma shutterstock/Anna Durinikovailustrasi kanker otak glioblastoma

KOMPAS.com - Kanker otak jenis glioblastoma atau glioblastoma multiforme adalah kanker ganas yang menyerang otak.

Melansir laman resmi American Brain Tumor Association, sebanyak 15 persen kasus tumor otak disebabkan glioblastoma.

Penyebab kanker otak glioblastoma semula berasal dari tumor yang berkembang lebih ganas menjadi kanker stadium IV atau stadium lanjut.

Baca juga: 10 Cara Mencegah Penyakit Kanker

Pada fase ini, sebagian besar sel tumor telah bereproduksi dan tumbuh pada waktu tertentu.

Pertumbuhan sel tidak normal itu didukung dan mendapat pasokan darah dari pembuluh darah.

Tumor yang tumbuh sebagian besar berupa sel astrosit (sel berbentuk bintang pada otak), campuran sel pembuluh darah, dan sel mati (nekrosis).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sel kanker glioblastoma dapat menyusup dan menyerang area otak terdekat.

Terkadang, sel-sel tersebut dapat menyebar ke sisi otak lain melalui saluran serabut saraf yang menghubungkan otak kiri dan kanan.

Baca juga: Kanker Usus Besar: Gejala, Deteksi, dan Cara Mencegah

Gejala kanker otak glioblastoma

Glioblastoma jamak menyerang orang berusia 45 sampai 70 tahun. Penyakit ini lebih banyak diidap laki-laki daripada perempuan.

Orang yang menderita penyakit glioblastoma menunjukkan gejala berbeda-beda, tergantung lokasi dan bobot tumor.

Melansir laman resmi American Association of Neurological Surgeons, berikut beberapa gejala kanker otak glioblastoma:

  • Sakit kepala terus-menerus
  • Pandangan kabur
  • Muntah
  • Kehilangan selera makan
  • Perubahan suasana hati dan kepribadian
  • Perubahan kemampuan berpikir
  • Sulit bicara

Baca juga: Leukemia (Kanker Darah): Gejala, Penyebab, Jenis, Pengobatan

Diagnosis kanker otak glioblastoma

Diagnosis penyakit kanker otak glioblastoma memerlukan beberapa tes dan prosedur. Antara lain:

  • Pemeriksaan saraf: digunakan untuk memeriksa pendengaran, keseimbangan, koordinasi, kekuatan, dan refleks tubuh.
  • Tes pemindaian (screening): tes MRI, CT, atau positron emission tomography (PET) digunakan untuk menentukan lokasi dan ukuran tumor otak.
  • Biopsi: tes dengan jarum atau operasi pengangkatan sebagian sel glioblastoma dapat menentukan jenis dan tingkat agresivitas sel abnormal
  • Tes khusus sel tumor: digunakan untuk menentukan jenis mutasi sel. Tes ini juga menentukan jenis perawatan yang tepat dan angka harapan hidup pasien

Baca juga: Mengenali Berbagai Jenis Stadium Kanker

Cara mengobati kanker otak glioblastoma

Melansir laman resmi American Association of Neurological Surgeons, cara mengatasi kanker otak glioblastoma yang utama adalah pembedahan atau operasi.

Tujuan utama operasi adalah mengangkat sel tumor sebanyak mungkin, tanpa melukai jaringan otak normal di sekitarnya.

Dengan menyelamatkan jaringan otak, fungsi motorik, kemampuan bicara, sampai berjalan pasien sebisa mungkin dijaga tetap normal.

Namun, sel glioblastoma acapkali dikelilingi sel tumor yang menyerang jaringan di sekitarnya. Sehingga, seluruh sel tumor tidak mungkin diangkat sekaligus.

Pembedahan atau operasi ini juga dapat memperpanjang harapan hidup dan meningkatkan kualitas hidup pasien

Baca juga: Apakah Kanker Bisa Disembuhkan?

Setelah operasi dan luka bekas operasi pulih, pasien baru diberi terapi radiasi.

Tujuannya untuk membunuh sel tumor yang telah menyusup ke jaringan otak normal di sekitarnya.

Proses ini tidak sekali jalan, namun memerlukan beberapa kali tindakan.

Selain itu, pasien juga menjalani kemoterapi untuk mengontrol pertumbuhan tumor dalam jangka panjang.

Dengan terapi atau penanganan yang tepat, harapan hidup pasien kanker otak glioblastoma bisa meningkat.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Retinoblastoma
Retinoblastoma
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

9 Penyebab Darah Rendah yang Perlu Diwaspadai

9 Penyebab Darah Rendah yang Perlu Diwaspadai

Health
Alergi Telur

Alergi Telur

Penyakit
9 Gejala Darah Rendah pada Ibu Hamil yang Perlu Dikenali

9 Gejala Darah Rendah pada Ibu Hamil yang Perlu Dikenali

Health
Glaukoma

Glaukoma

Penyakit
Apakah Minum Kopi Bisa Memengaruhi Kesuburan?

Apakah Minum Kopi Bisa Memengaruhi Kesuburan?

Health
Kurap

Kurap

Penyakit
7 Penyebab Air Liur Terasa Pahit dan Cara Mengatasinya

7 Penyebab Air Liur Terasa Pahit dan Cara Mengatasinya

Health
Takikardia

Takikardia

Penyakit
6 Gejala Pengentalan Darah sesuai Lokasinya

6 Gejala Pengentalan Darah sesuai Lokasinya

Health
Halusinasi

Halusinasi

Penyakit
6 Makanan Penyebab Kanker Payudara yang Sebaiknya Dihindari

6 Makanan Penyebab Kanker Payudara yang Sebaiknya Dihindari

Health
Parkinsonisme

Parkinsonisme

Penyakit
6 Ciri-ciri Benjolan Kanker Payudara

6 Ciri-ciri Benjolan Kanker Payudara

Health
Lipoma

Lipoma

Penyakit
Cedera Kepala, Kapan Perlu Waspada?

Cedera Kepala, Kapan Perlu Waspada?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.