Kompas.com - 31/03/2020, 12:02 WIB
Ilustrasi: perawatan pasien positif terinfeksi virus corona ShutterstockIlustrasi: perawatan pasien positif terinfeksi virus corona

KOMPAS.com - Gejala virus corona SARS-CoV-2 yang dirasakan penderita Covid-19 bisa berbeda-beda.

Ciri-ciri utama infeksi virus corona adalah demam, batuk kering, dan sesak napas.

Namun, ada pengidap yang tidak merasakan gejala tersebut. Mereka hanya pilek. Ada juga kasus yang parah membuat paru-paru pasien meradang dan terisi cairan.

Baca juga: Penderita Diabetes Rentan Virus Corona, Begini Baiknya...

Lantas, bagaimanakah virus yang sama bisa menghasilkan gejala yang berbeda-beda?

Peran sistem daya tahan tubuh

Melansir Elemental, dari kasus virus corona di banyak negara, sejumlah ahli menyimpulkan sistem daya tahan tubuh memengaruhi infeksi pasien positif Covid-19.

Berkaca dari banyak kasus kematian infeksi virus corona, sebagian besar di antara penderita memiliki sistem daya tahan tubuh yang tak prima.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

Gejala Infeksi Virus Corona Bisa Berbeda, Tergantung Daya Tahan Tubuh
Ahli menjelaskan bagaimana sistem daya tahan tubuh dapat memengaruhi gejala dan kondisi tubuh seseorang saat terinfeksi virus corona.
Bagikan artikel ini melalui

Profesor kedokteran dari Harvard Medical School, Mandeep Mehra, MD menjelaskan, begitu terinfeksi virus seperti corona, tubuh seseorang otomatis mengeluarkan imun bawaan.

Proses ini melibatkan protein bernama interferon, yang bertugas menghambat kemampuan virus berbiak dalam sel tubuh seseorang.

Interferon juga mengomando sel daya tahan tubuh lain untuk menyerang virus agar tidak menyebar ke bagian tubuh lain.

Baca juga: Tak Peka Bau dan Rasa Bisa Jadi Gejala Infeksi Virus Corona

Idealnya, respons awal ini membuat tubuh bisa kembali mengendalikan infeksi. Tapi, perlu diingat virus juga memiliki pertahanan untuk melepaskan diri dari protein interferon.

Halaman:

Sumber CNN,Elemental
Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Demam
Demam
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masuk Angin

Masuk Angin

Penyakit
11 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Pertama

11 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Pertama

Health
Lidah Perih

Lidah Perih

Penyakit
15 Gejala Pendarahan Otak yang Perlu Diwaspadai

15 Gejala Pendarahan Otak yang Perlu Diwaspadai

Health
Kram Perut

Kram Perut

Penyakit
Tidak Mengalami KIPI, Apakah Vaksin Covid-19 Tetap Bekerja?

Tidak Mengalami KIPI, Apakah Vaksin Covid-19 Tetap Bekerja?

Health
Malnutrisi

Malnutrisi

Penyakit
Penyebab Nyeri Dada pada Wanita yang Harus Diwaspadai

Penyebab Nyeri Dada pada Wanita yang Harus Diwaspadai

Health
Anosmia

Anosmia

Penyakit
Cara Menurunkan Berat Badan dengan Cuka Apel

Cara Menurunkan Berat Badan dengan Cuka Apel

Health
Pantat Pegal

Pantat Pegal

Penyakit
12 Tanda Awal Kehamilan, Tak Melulu Menstruasi Terlambat

12 Tanda Awal Kehamilan, Tak Melulu Menstruasi Terlambat

Health
Perut Buncit

Perut Buncit

Penyakit
Ini Alasan Usia Kehamilan Bisa Lebih Tua dari Usia Pernikahan?

Ini Alasan Usia Kehamilan Bisa Lebih Tua dari Usia Pernikahan?

Health
Kulit Belang

Kulit Belang

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.