Kompas.com - 01/04/2020, 10:01 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

Menurut dia, kualitas dan kuantitas radiasi UV dari pancaran sinar matahari tersebut bervariasi tergantung pada faktor geografi dan waktu.

Namun, di lokasi dan iklim tertentu, sinar matahari cukup seragam dan dapat diprediksi sebagai sumber radiasi murah dan mudah didapat yang mungkin cukup untuk penggunaan diagnostik atau terapeutik.

dr. Pras menerangkan secara umum sinar UV dapat dibagi menjadi 3 tergantung panjang gelombangnya, yaitu UV-A, UV-B, dan UV-C.

Masing-masing sinar UV tersebut memiliki benefit dan risiko. Oleh karena itu, penting bagi semua untuk memahami karakteristik dari sinar UV.

Sinar UV-C memiliki energi dan potensi terkuat untuk kerusakan biologis. Untungnya bagi manusia, lapisan ozon menyerap hampir semua UV-C di permukaan bumi melalui penyerapan di atmosfer.

Baca juga: Kapan Waktu Terbaik Berjemur di Bawah Sinar Matahari untuk Kesehatan?

Dengan demikian, efek biologis sinar matahari terhadap manusia hanya berkaitan dengan UV-B dan UV-A. Diperkirakan, 96,5 persen UV-A dan 3,5 persen UV-B mencapai permukaan bumi saat musim panas.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Radiasi UV yang mencapai permukaan bumi terutama terdiri dari UV-A dengan komponen UV-B kecil,” jelas dr. Pras saat diwawancara Kompas.com, Selasa (31/3/2020).

dr. Pras mengatakan, salah satu aspek yang menarik dari paparan sinar matahari UV adalah bahwa sejumlah kecil UV sangat penting untuk produksi vitamin D pada manusia, namun paparan yang berlebihan dapat mengakibatkan kerusakan kulit secara akut dan kronis.

“Di sinilah pentingnya pemahaman yang memadai kapan dan bagaimana memanfaatkan sinar matahari secara bijak” jelas dr. Pras.

Menurut dia, berjumur di bawah sinar matahari idealnya dilakukan dengan durasi 10-15 menit saja untuk meraih manfaat peningkatan imunitas sekaligus kepadatan tulang.

Baca juga: Waspada, Paparan Sinar UV dari Matahari Bisa Picu Kanker Kulit

Sementarara, waktu yang dianjurkan dr. Pras untuk berjemur, yakni di antara pukul 11.00-13.00 WIB atau pukul 08.00-09.00 WIB dengan intenstitas 2-3 kali saja selama seminggu.

“Cukup dilakukan seminggu 2-3 kali untuk menghasilkan vitamin D yang memadai yang juga bermanfaat untuk kekebalan tubuh,” jelas dr. Pras.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X