Kompas.com - 16/04/2020, 18:00 WIB
Ilustrasi makanan shutterstockIlustrasi makanan

Sebagai contoh, kekurangan nutrisi penting yang disebabkan oleh konsumsi makanan yang terbatas dapat menyebabkan kekurangan gizi, anemia, atau detak jantung yang lambat secara abnormal.

Orthorexia juga dapat menyebabkan malnutrisi parah yang memicu masalah pencernaan, ketidakseimbangan elektrolit dan hormonal, asidosis metabolik dan gangguan kesehatan tulang. Komplikasi fisik ini dapat mengancam jiwa dan tidak boleh diremehkan.

Baca juga: 3 Hal yang Membuat Kita Sering Merasa Haus

- Efek psikologis

Penderita ortoreksia dapat mengalami frustrasi yang hebat ketika kebiasaan mereka yang berhubungan dengan makanan terganggu.

Terlebih lagi, melanggar aturan diet yang dipaksakan sendiri cenderung menyebabkan perasaan bersalah dan membenci diri sendiri.

Penderita ortorexia juga cenderung kurang berhasil dalam tugas yang membutuhkan keterampilan pemecahan masalah yang fleksibel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mereka juga kurang mampu mempertahankan fokus pada lingkungan sekitar, termasuk manusia.

- Efek sosial

Penderita orthorexia biasanya sulit mengambil bagian dalam kegiatan sosial yang berkutat tentang makanan, seperti pesta makan malam atau makan di luar.

Pikiran yang terobsesi dengan pola makan sehat juga sering menyebabkan penderita orthorexia sulit melakukan interaksi sosial. Hal ini dapat membuat mereka mengalami isolasi sosial.

Cara mengatasi

Jika tidak segera diobati, penderita orthorexia bisa mengalami masalah kesehatan serius.

Langkah pertama untuk mengatasi ortorexia adalah mengidentifikasi gejalanya dengan melihat efek negatif yang dialami.

Setelah itu, penderita orthorexia harus gerea mencari bantuan ahli jiwa dan ahli gizi. Biasanya, metode pengobatan yang dilakukan untuk pasien orthorexia antara lain:

  • modifikasi perilaku
  • restrukturisasi kognitif
  • berbagai bentuk pelatihan relaksasi.
 
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Abses Hati

Abses Hati

Penyakit
11 Penyebab Kekurangan Kalium

11 Penyebab Kekurangan Kalium

Health
Presbiopia

Presbiopia

Penyakit
3 Cara Mengendalikan Serangan Panik

3 Cara Mengendalikan Serangan Panik

Health
Stenosis Mitral

Stenosis Mitral

Penyakit
Mengenal Agregasi Trombosit, Tes untuk Mendeteksi Fungsi Trombosit

Mengenal Agregasi Trombosit, Tes untuk Mendeteksi Fungsi Trombosit

Health
Narsistik

Narsistik

Penyakit
4 Penyebab Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

4 Penyebab Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Paronikia

Paronikia

Penyakit
Bahaya Memakai Masker Kotor

Bahaya Memakai Masker Kotor

Health
Tendinitis

Tendinitis

Penyakit
7 Gejala Kekurangan Kalium yang Pantang Disepelekan

7 Gejala Kekurangan Kalium yang Pantang Disepelekan

Health
5 Gejala Serangan Jantung Pada Wanita

5 Gejala Serangan Jantung Pada Wanita

Health
Bagaimana Alergi Bisa Menyebabkan Pilek atau Hidung Meler?

Bagaimana Alergi Bisa Menyebabkan Pilek atau Hidung Meler?

Health
Bisa Gantikan Alat Kontrasepsi, Begini Cara Melacak Jadwal Ovulasi

Bisa Gantikan Alat Kontrasepsi, Begini Cara Melacak Jadwal Ovulasi

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.