Kompas.com - 16/04/2020, 20:00 WIB
Ilustrasi depresi shutterstockIlustrasi depresi

Komplikasi

Menurut Mayo Clinic, orang-orang yang mengalami distimia juga rentan mengalami hal-hal berikut:

  • kualitas hidup bherkurang
  • gangguan kecemasan, dan gangguan suasana hati lainnya
  • penyalahgunaan zat
  • kesulitan hubungan dan konflik keluarga
  • masalah sekolah, pekerjaan dan penurunan produktivitas
  • nyeri kronis dan penyakit medis umum
  • muncul pikiran atau perilaku bunuh diri
  • gangguan kepribadian atau gangguan kesehatan mental lainnya.

Pencegahan

Tidak ada cara pasti untuk mencegah gangguan distimia. Namun, mengidentifikasi gejala awal bisa membantu penanganan depresi lebih lanjut.

Langkah-langlah yang bisa kita lakukan agar depresi yang dialami tak berkembang menjadi distimia antara lain:

  • ambil langkah-langkah untuk mengendalikan stres, meningkatkan ketahanan dan harga diri
  • hubungi keluarga dan teman-teman, terutama di saat krisis, untuk membantu menghadapi kesulitan.
  • meminta bantuan ahli saat merasakan gejala depresi untuk membantu mencegah gejala semakin memburuk.
  • pertimbangkan untuk mendapatkan perawatan pemeliharaan jangka panjang demi mencegah gejala kambuh kembali.

Pengobatan

Untuk mengatasi distimia, dibutuhkan bantuan ahli jiwa. Metode pengobatan yang diberikan bisa berupa terapi dan pemberian obat. Obat yang diberikan biasanya berupa antidepresan seperti:

  • selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI), seperti fluoxetine (Prozac) dan sertraline (Zoloft)
  • antidepresan trisiklik (TCA), seperti amitriptyline (Elavil) dan amoxapine (Asendin)
  • inhibitor reuptake serotonin dan norepinefrin (SNRI), seperti desvenlafaxine (Pristiq) dan duloxetine (Cymbalta).

Baca juga: Tak Hanya Redakan Stres, Meditasi Juga Bisa Tingkatkan Kualitas Tidur

Penderita distimia mungkin perlu mencoba berbagai obat dan dosis untuk menemukan solusi yang efektif.

Hal ini tentu membutuhkan kesabaran, karena banyak obat membutuhkan beberapa minggu untuk menunjukan efeknya secara penuh.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk menemukan jenis obat yang cocok, penderita distimia juga perlu berkonsultasi dengan dokter.

Penderita distimia juga tidak diperbolehkan berhenti minum obat tanpa berbicara dengan dokter terlebih dahulu.

Menghentikan pengobatan secara tiba-tiba atau melewatkan beberapa dosis dapat menyebabkan gejala seperti putus obat dan memperburuk gejala depresi.

Selain pemberian obat, terapi bicara juga membantu pemulihan penderita distimia. Terapi bicara ini diperlukan untuk hal-hal berikut:

  • mengungkapkan pikiran dan perasaan pasien dengan cara yang sehat
  • membantu mengatasi emosi
  • menyesuaikan diri dengan tantangan hidup
  • mengidentifikasi pikiran, perilaku, dan emosi yang memicu atau memperburuk gejala
  • mengganti kepercayaan negatif dengan kepercayaan positif
  • mendapatkan kembali rasa kepuasan dan kontrol dalam hidup
  • menetapkan tujuan realistis untuk diri sendiri.

Terapi bicara dapat dilakukan secara individu atau dalam kelompok yang dapat digunakan sebagai media berbagi perasaan dengan orang lain yang mengalami masalah serupa.

 
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

9 Gejala Anemia pada Ibu Hamil yang Perlu Diwaspadai

9 Gejala Anemia pada Ibu Hamil yang Perlu Diwaspadai

Health
Herpes Genital

Herpes Genital

Penyakit
Hubungan Anemia dan Gagal Jantung yang Penting Diketahui

Hubungan Anemia dan Gagal Jantung yang Penting Diketahui

Health
Sindrom Kompartemen

Sindrom Kompartemen

Penyakit
Menopause Dini pada Wanita Terjadi Pada Usia Berapa?

Menopause Dini pada Wanita Terjadi Pada Usia Berapa?

Health
Cacat Intelektual

Cacat Intelektual

Penyakit
6 Perubahan Gaya Hidup untuk Mencegah Penyakit Jantung

6 Perubahan Gaya Hidup untuk Mencegah Penyakit Jantung

Health
Hepatitis A

Hepatitis A

Penyakit
11 Tanda Gagal Jantung dan Penyebabnya

11 Tanda Gagal Jantung dan Penyebabnya

Health
Penyakit Jantung Koroner

Penyakit Jantung Koroner

Penyakit
9 Jenis Gagal Jantung yang Harus Diketahui

9 Jenis Gagal Jantung yang Harus Diketahui

Health
Intoleransi Gluten

Intoleransi Gluten

Penyakit
6 Penyebab Aterosklerosis yang Perlu Diwaspadai

6 Penyebab Aterosklerosis yang Perlu Diwaspadai

Health
Nyeri Tumit

Nyeri Tumit

Penyakit
6 Manfaat Tidur Terlentang yang Jarang Diketahui

6 Manfaat Tidur Terlentang yang Jarang Diketahui

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.