Kompas.com - 26/04/2020, 18:30 WIB
Ilustrasi mual Ilustrasi mual

KOMPAS.com - Mual atau keinginan untuk muntah merupakan salah satu kondisi yang banyak dialami orang yang sedang berpuasa.

Mual saat puasa ini bisa terjadi dalam kondisi perut kosong, sehabis berbuka puasa, atau setelah santap sahur.

Menurut ahli gastroenterologi dari Cleveland Clinic AS, Christine Lee, mual saat perut kosong lumrah terjadi karena perut menghasilkan asam klorida untuk mencerna makanan.

Baca juga: 6 Tips agar Tak Gampang Haus Saat Puasa

Jika Anda tidak makan dalam waktu yang lama, asam klorida dapat menumpuk di perut.

"Ketika asam tersebut naik ke kerongkongan, Anda bisa mengalami refluks asam, mulas, dan mual," jelas Dokter Lee, seperti dilansir Live Science.

Sedangkan kondisi mual sehabis berbuka puasa atau selepas santap sahur, menurut Dr Hani Jaber dari Healthpoint Abu Dhabi, disebabkan perut kaget menerima asupan makanan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Bisa karena tiba-tiba terlalu banyak makan, pencernaan jadi kaget," jelas Dokter Jaber, seperti dilansir The National.

Sementara itu, mual saat puasa juga bisa disebabkan penyakit radang lambung atau maag.

Melansir The Star, ahli gastroenterologi dari Malaysia, Prof Madya Dr Raja Affendi Raja menyebut, peningkatan asam lambung saat perut kosong dapat memicu mual pada penderita penyakit lambung.

Peradangan di lambung ini bisa disebabkan infeksi bakteri Helicobacter pylori, stres, sampai efek samping obat-obatan tertentu.

Baca juga: Puasa Kok Jadi Sakit Kepala, Begini Cara Mengatasinya...

Untuk mencegah keinginan muntah, cara menghilangkan mual saat puasa bisa dilakukan dengan memodifikasi kebiasaan sederhana saat sahur dan berbuka puasa.

Melansir berbagai sumber, berikut cara mengatasi mual saat puasa:

1. Pilih karbohidrat kompleks saat sahur

ilustrasi karbohidrat kompleksrobynmac ilustrasi karbohidrat kompleks
Sahur ibarat sarapan yang bermanfaat mencegah mual dan pusing saat menjalankan puasa.

Saat sahur, usahakan memilih menu dengan kandungan karbohidrat kompleks.

Karbohidrat kompleks dapat membuat pencernaan melambat, sehingga Anda awet merasa kenyang dan tetap bertenaga sepanjang hari.

Untuk pilihan menu karbohidrat kompleks, Anda bisa memilih oatmeal dengan susu rendah lemak, roti isi jenis gandum utuh, atau beras merah.

Sebagai pelengkap seratnya, Anda bisa memilih kurma, kacang almond, dan buah-buahan seperti pisang.

Baca juga: Cara Jaga Daya Tahan Tubuh saat Puasa di Tengah Pandemi Corona

2. Jangan langsung tidur selepas sahur dan buka puasa

ilustrasi tidur tanpa bantalshutterstock/Rapeepat Pornsipak ilustrasi tidur tanpa bantal
Kebiasaan tidur setelah makan, baik itu saat sahur maupun berbuka puasa tak baik bagi kesehatan.

Tidur setelah makan dapat menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan. Kondisi ini bisa memicu mual dan muntah.

Posisi berbaring setelah makan ini juga dapat menghambat proses pencernaan.

Selain itu, tidur setelah makan dapat menyebabkan makanan yang seharusnya diolah menjadi energi menumpuk di dalam tubuh menjadi timbunan lemak.

Baca juga: Buka Puasa dengan yang Manis Tak Boleh Sembarangan, Bagaimana Baiknya?

3. Hindari asupan pedas, asam, berpengawet, dan gorengan

Ilustrasi makanan pedasAlexPro9500 Ilustrasi makanan pedas
Makanan terlalu pedas dan asam dapat memicu kenaikan asam lambung serta rentan mengiritasi lambung.

Beberapa asupan asam termasuk jeruk nipis, lemon, jeruk bali, dan tomat.

Hindari makanan olahan karena umumnya mengandung pengawet dan banyak gula dan garam.

Selain itu, hindari makanan yang digoreng. Pilih teknik masak yang lebih sehat seperti direbus, dikukus, atau ditumis.

Baca juga: 7 Manfaat Puasa bagi Kesehatan

4. Cukupi kebutuhan air putih

Ilustrasi wanita berjilbab minum air putihShutterstock Ilustrasi wanita berjilbab minum air putih
Minumlah air putih yang cukup, setidaknya enam sampai delapan gelas per hari.

Hindari minuman berkafein, jus yang berlimpah gula, minuman terlalu banyak gula, dan soda.

Untuk menambah jumlah pasokan air, Anda bisa mendapatkan tambahannya dari buah dan sayur segar.

5. Makan dalam jumlah kecil tapi sering

Illustrasi berbuka puasa dengan kurma terlebih dahuluDok. Shutterstock Illustrasi berbuka puasa dengan kurma terlebih dahulu
Selama berpuasa, usahakan untuk makan dalam porsi kecil tapi lebih sering.

Anda bisa berbuka puasa dengan kurma dan sup terlebih dahulu untuk membatalkan puasa.

Ibarat mesin, pencernaan tubuh juga butuh pemanasan sebelum makan berat. Perut sebagian orang rentan kaget saat tiba-tiba diberi makan berat setelah berpuasa seharian.

Setelah shalat maghrib, baru Anda boleh menyantap hidangan utama diikuti makan besar lain setelah shalat tarawih.

Hindari juga makan besar tiga jam sebelum tidur, agar proses pencernaan makanan tidak terganggu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

10 Penyebab Keluar Darah Setelah Berhubungan Seks Tapi Tidak Haid

10 Penyebab Keluar Darah Setelah Berhubungan Seks Tapi Tidak Haid

Health
7 Penyebab Puting Berwarna Hitam, Bisa KB hingga Kanker

7 Penyebab Puting Berwarna Hitam, Bisa KB hingga Kanker

Health
Vulvodynia

Vulvodynia

Health
8 Penyebab Demam pada Bayi yang Perlu Diketahui

8 Penyebab Demam pada Bayi yang Perlu Diketahui

Health
Skizorenia Paranoid

Skizorenia Paranoid

Penyakit
13 Gejala Awal Lupus yang Harus Diperhatikan

13 Gejala Awal Lupus yang Harus Diperhatikan

Health
Asites

Asites

Penyakit
15 Gejala Serangan Panik yang Perlu Diketahui

15 Gejala Serangan Panik yang Perlu Diketahui

Health
Anemia

Anemia

Penyakit
Cara Mudah Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Cara Mudah Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Health
Aritmia

Aritmia

Penyakit
Bagaimana Kolesterol Tinggi Bisa Menyebabkan Darah Tinggi?

Bagaimana Kolesterol Tinggi Bisa Menyebabkan Darah Tinggi?

Health
Mikosis

Mikosis

Penyakit
Bahaya Buat Kesehatan Mental, Kenali 7 Tanda Toxic Parent

Bahaya Buat Kesehatan Mental, Kenali 7 Tanda Toxic Parent

Health
Ablasi Retina

Ablasi Retina

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.