Cara Mengatasi Bau Badan dengan Minum Air Putih

Kompas.com - 07/05/2020, 14:01 WIB
Ilustrasi air putih YSedovaIlustrasi air putih

KOMPAS.com – Bau badan kerap menjadi penghalan dalam memperoleh rasa percaya diri.

Dalam beberapa kasus, bau badan ini bahkan bisa begitu menyengat dan akhirnya mengganggu orang lain.

Pada umumnya, bau badan tidak sedap ditimbulkan oleh bakteri yang terdapat pada keringat.

Namun, bau badan juga bisa disebabkan oleh faktor lain.

Baca juga: Sahur di Tengah Pandemi Corona Tak Boleh Minum Air Putih Saja

Tak hanya mengonsumsi jenis makanan tertentu dan jarang mandi atau berganti pakaian, bau badan bisa juga disebabkan oleh kurangnya konsumsi air putih.

Melansir Buku Hipertensi: Care Your Self (2008) oleh dr. Setiawan Dalmartha dkk, bau badan yang ditumbulkan karena kurangnya asupan cairan tubuh bahkan bisa lebih susah dihilangkan.

Bau kulit tidak sedap tersebut bisa tetap saja muncul meski sudah dibersihkan dengan sabun mandi.

Bau badan itu disebabkan oleh toksin dalam tubuh.

Cara mengatasi bau badan dengan minum air putih

Oleh karena penyebab bau badan ini adalah kurangnya asupan cairan tubuh, maka masalah tersebut bisa diatasi dengan menerapkan kecukupan minum air putih sehari-hari.

Dengan minum air yang lebih banyak, gangguan bau tubuh diharapkan dapat teratasi.

Air minum sangat penting peranannya dalam metabolisme dan merupakan kebutuhan yang sangat mendasar bagi tubuh.

Hal ini disebabkan karena air berguna untuk:

  1. Mengurangi sisa metabolisme dan racun tubuh, termasuk mineral anorganik
  2. Mengatur suhu tubuh
  3. Merawat kulit agar tetap sehat

Konsumsi air lebih dari atau minimal 2 liter per hari adalah cara terbaik untuk membersihkan tubuh dari racun-racun, termasuk penyebab bau badan.

Baca juga: Tips Minum Air Putih saat Puasa

Lebih dari 60 persen tubuh manusia terdiri dari air yang berbentuk darah dan cairan tubuh lain.

Darah dan cairan tubuh tersebut harus selalu dibersihkan.

Jika darah lebih kental, maka jantung akan bekerja lebih keras dalam menyaring berbagai kotoran dan racun dari luar tubuh serta mendistribusikan nutrisi ke bagian tubuh lain.

Darah juga adalah alat utama untuk penyembuhan penyakit ringan dan pemulihan kesehatan.

Untuk itu, terapi air sangat diperlukan untuk menjaga darah agar dapat berfungsi dengan baik.

Baca juga: Benarkah Urine Penderita Diabetes Terasa Manis?

Urine bisa jadi tanda kekurangan cairan

Ilustrasi warna urineKompas.com Ilustrasi warna urine

Selain darah, organ tubuh vital juga memerlukan cukup asupan cairan. Ginjal misalnya.

Ginjal tidak dapat berfungsi dengan baik jika tidak cukup air. Organ tubuh ini membutuhkan banyak air sebelum mengedarkannya kembali lewat darah.

Air juga dapat membantu dalam proses pembuangan kotoran, termasuk mengurangi sembelit.

Sembelit atau konstipasi bisa terjadi karena fungsi usus besar terganggu. Ketika mengonsumsi air yang cukup, fungsi usus besar akan kembali normal.

Anda mungkin sering mendengar bahwa tubuh memerlukan air putih sebanyak 8 gelas per hari.

Sebenarnya tidak ada standar khsusu kuantitas air yang harus diminum tersebut. Hal yang perlu diperhatikan, yakni tingkat kecukupan air minum yang dikonsumsi dan diperlukan tubuh.

Baca juga: 11 Warna Urine Ini Ungkap Kondisi Kesehatan Anda

Kebutuhan air minum yang dibutuhkan masing-masing orang bisa berbeda-beda, tergantung usia, letak geografis atau iklim, aktivitas, dan lain-lain.

Kecukupan jumlah air minum yang dikonsumsi dapat diketahui dari urine yang dihasilkan.

Jika konsumsi air sudah cukup, urine yang keluar normalnya berwarna kuning pucat.

Sedangkan apabila kekurangan asupan air atau dehidrasi, urine cenderung akan berwarna agak jingga.

Ketidakcukupan dalam mengonsumsi air minum ini pula yang menyebabkan bau urine menyengat, termasuk bau kulit menjadi tidak sedap.

 


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X