Beda Penangaan Pasien Covid-19 Tanpa Gejala dengan yang Bergejala

Kompas.com - 17/05/2020, 10:02 WIB
Ilustrasi karantina virus corona, Covid-19 ShutterstockIlustrasi karantina virus corona, Covid-19

KOMPAS.com – Penanganan atau tata laksana pasien Covid-19 tanpa gejala berbeda dengan pasien Covid-19 yang memiliki gejala ringan, gejala sedang, maupun gejala berat.

Penanggungjawab Logistik dan Perbekalan Farmasi RSUP Dr. Kariadi Semarang, Mahirsyah Wellyan TWH., S.Si., Apt., Msc., menjelaskan infeksi virus corona baru yang memiliki nama resmi SARS-CoV-2 dapat menampilkan gejala yang bervariasi pada setiap penderitanya.

Beberapa gejala yang dapat muncul, di antaranya yakni:

  • Demam
  • Batuk
  • Nyeri tenggorokan
  • Hidung tersumbat
  • Malaise
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Pneumonia ringan
  • Pneumonia berat atau insfeksi saluran pernapasan akut (ISPA) berat
  • Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS) atau keadaan gagal napas
  • Sepsis atau komplikasi berbahaya akibat infeksi
  • Syok septik

Karena gejala yang ditimbulkan tersebut tak sama, maka prosedur penanganan pasien Covid-19 juga bisa berbeda pula.

Baca juga: Mengenal OTG, Orang Tanpa Gejala yang Bisa Sebarkan Virus Corona

Mahirsyah saat menjadi pemateri dalam Webinar tentang Upaya Pengobatan Covid-19 di Indonesia yang diadakan Politeknik Indonusa Surakarta bekerja sama dengan PC PAFI Surakarta, Sabtu (16/5/2020), menjelaskan beberapa perbedaan tata laksana pasien positf Covid-19 tanpa gejala, dengan gejala ringan, gejala sedang, dan gejala berat.

Berikut yang dilakukan:

1. Tata laksana pasien positif Covid-19 tanpa gejala

  • Pasien akan diminta untuk melakukan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari
  • Pasien akan diberi edukasi apa saja yang harus dilakukan selama menjalani proses isolasi mandiri
  • Pasien diberi vitamin C untuk dikonsumsi 3 kali sehari selama 14 hari
  • Pasien diminta kontrol di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) setelah 14 hari untuk pemantauan klinis

2. Tata laksana pasien positif Covid-19 dengan gejala ringan

Ilustrasi masker melindungi saat batuk dan mencegar tertular virus coronaShutterstock Ilustrasi masker melindungi saat batuk dan mencegar tertular virus corona

Mahirsyah menjelaskan, gejala ringan Covid-19 yang dimaksud di sini, yakni hanya timbul pilek, demam, dan batuk sedikit pada pasien.

Baca juga: Sudahi Perdebatan, Ini Waktu Berjemur yang Tepat Hasil Kajian Perdoski

Mereka antara lain akan diberi penangaan, sebagai berikut:

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X