Kompas.com - 11/06/2020, 16:00 WIB

Saat adenosin diblokir, kafein meningkatkan pembakaran neuron dan melepaskan neurotransmiter seperti dopamin dan norepinefrin.

Hal inilah yang bisa memicu kita agar tetap waspada dan aktif saat merasa lelah.

Kafein juga merangsang sistem saraf yang mengirimkan sinyal langsung ke sel-sel lemak untuk memicu proses pemecahan lemak.

Hal ini dilakukan dengan meningkatkan kadar hormon epinefrin dalam darah. Epinefrin bergerak melalui darah ke jaringan lemak untuk memecah lemak dan melepaskannya ke dalam darah.

Namun, melepaskan asam lemak ke dalam darah tidak membantu menghilangkan lemak tubuh kecuali kita membakar lebih banyak kalori daripada yang kita konsumsi. Kondisi ini dikenal sebagai keseimbangan energi negatif.

Kita dapat mencapai keseimbangan energi negatif dengan mengonsumsi lebih sedikit kalori, rutin berolahraga atau mengonsumsi suplemen pembakar lemak.

Kafein mempercepat metabolisme

Semakin tinggi tingkat metabolisme, sekamin mudah kita menurunkan berat badan.

Tingkat metabolisme yang tinggi juga membuat kita tidak perlu takut mengalami kenaikan berat badan meski makan dalam jumlah banyak.

Riset menunjukan kafein dapat meningkatkan tingkat metabolisme sebesar tiga hingga 11 persen. Semakin besar jumlah kafein yang kita konsumsi semakin tinggi efeknya.

Baca juga: 5 Khasiat Chia Seed untuk Kesehatan

Kopi untuk menurunkan berat badan

Seiring berjalannya waktu, kita bisa menjadi toleran terhada efek kafein. Dalam jangka pendek, kafein memang dapat meningkatkan laju metabolisme dan pembakaran lemak.

Namun, setelah beberapa saat kita menjadi toleran terhadap efek tersebut.

Kopi juga menurunkan nafsu makan yang bagus untuk membantu mengontrol berat badan. Meski demikian, efek kopi dalam menurunkan berat badan tergantung pada kondisi tubuh setiap individu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber Healthline
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.