Kompas.com - 16/06/2020, 19:08 WIB
Ilustrasi udang. Dok. Pixapay/ShedquartersIlustrasi udang.

KOMPAS.com - Udang adalah salah satu pemicu alergi makanan bagi sebagian orang.

Melansir Medical News Today, orang yang alergi udang terkadang juga alergi seafood lain.

Untuk itu, orang yang alergi udang juga perlu berhati-hati saat ingin mengonsumsi kepiting, lobster, kerang, gurita, cumi, dan tiram.

Baca juga: Biduran: Penyebab dan Cara Mengatasi

Berikut penyebab, ciri-ciri, dan cara mengatasi alergi udang.

Penyebab alergi udang

Alergi udang disebabkan sistem daya tahan tubuh bereaksi dengan protein yang terdapat dalam udang.

Ketika seseorang yang memiliki alergi terkena protein udang atau seafood lain, sistem kekebalan tubuh jadi aktif dan melawan zat yang dianggap ancaman tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Reaksi ini dapat memicu tubuh melepaskan histamin. Pelepasan bahan kimia ini bisa menimbulkan gejala alergi.

Baca juga: Gatal Akibat Tungau: Gejala dan Cara Mengatasi

Ciri-ciri alergi udang

Ilustrasi alergi.SHUTTERSTOCK Ilustrasi alergi.
Gejala alergi udang bisa berbeda-beda, tergantung kondisi individu masing-masing.

Beberapa ciri-ciri alergi udang yang umum di antaranya:

  • Gangguan pencernaan seperti muntah, sakit perut, diare
  • Ada masalah pernapasan seperti sesak napas
  • Batuk dan suara serak
  • Pucat
  • Timbul ruam, biduran, gatal-gatal
  • Mulut dan tenggorokan bengkak
  • Pusing
  • Bingung sampai hilang kesadaran

Baca juga: Gatal di Selangkangan: Gejala, Penyebab, Cara Mengatasi

Reaksi alergi yang muncul tersebut bisa ringan dan berlangsung singkat. Namun, ada juga yang mengalami reaksi alergi parah dan berlangsung dalam waktu lama.

Bagi bayi dan anak-anak, tanda atau ciri-ciri alergi udang bisa sama dengan orang dewasa. Tapi, bayi dan anak-anak terkadang tidak bisa menyebutkan apa yang mereka alami.

Untuk itu, orang dewasa perlu cermat mengamati gejala alergi pada anak. Seperti, munculnya gatal-gatal di kulit atau sesak napas.

Alergi udang juga bisa menimbulkan reaksi yang parah. Kondisi ini dapat memicu anafilaksis yang dapat mengancam jiwa.

Reaksi alergi yang parah ditandai dengan ciri-ciri susah bernapas dan detak jantung yang cepat.

Orang yang alergi udang sampai mengalami masalah di kulit, pernapasan, sekaligus pencernaan perlu segera mendapatkan perawatan medis.

Baca juga: Payudara Gatal Bisa Jadi Tanda Penyakit Apa?

Cara mengatasi alergi udang

Saat seseorang terindikasi memiliki alergi udang, dokter umumnya merekomendasikan serangkaian tes alergi.

Jika positif alergi, satu-satunya cara menghilangkan alergi udang adalah dengan menghindari semua olahan udang.

Hingga kini tidak ada obat khusus untuk mengatasi alergi udang atau seafood.

Dokter umumnya memberikan obat antialergi jenis epinefrin saat seseorang tidak sengaja terkena alergen.

Menurut American College of Allergy, Asthma and Immunology, pemberian obat epinefrin bertujuan mencegah reaksi alergi parah berujung anafilaksis.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

14 Makanan untuk Bantu Mengatasi Sembelit

14 Makanan untuk Bantu Mengatasi Sembelit

Health
8 Penyebab Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

8 Penyebab Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

Health
4 Cara Mengobati Penyakit Prostat, Tak Selalu Perlu Operasi

4 Cara Mengobati Penyakit Prostat, Tak Selalu Perlu Operasi

Health
Ejakulasi Tertunda

Ejakulasi Tertunda

Penyakit
4 Faktor yang Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak

4 Faktor yang Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak

Health
Liposarkoma

Liposarkoma

Penyakit
7 Hal yang Membut Anda Mudah Merasa Lelah

7 Hal yang Membut Anda Mudah Merasa Lelah

Health
Batu Empedu

Batu Empedu

Penyakit
12 Makanan yang Mengandung Seng Tinggi

12 Makanan yang Mengandung Seng Tinggi

Health
Kelumpuhan Tidur (Sleep Paralysis)

Kelumpuhan Tidur (Sleep Paralysis)

Penyakit
4 Jenis Orang yang Rentan Mengalami Kekurangan Zat Besi

4 Jenis Orang yang Rentan Mengalami Kekurangan Zat Besi

Health
Gastroparesis

Gastroparesis

Penyakit
Apa itu Demensia? Kenali Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Apa itu Demensia? Kenali Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Health
Trikotilomania

Trikotilomania

Penyakit
Kenali Apa itu Infeksi Liver, Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Kenali Apa itu Infeksi Liver, Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.