Panduan Melindungi Anak dari Virus Corona Saat di Luar Rumah

Kompas.com - 19/06/2020, 08:03 WIB
Ilustrasi anak-anak dengan virus corona ShutterstockIlustrasi anak-anak dengan virus corona

Infeksi virus corona bisa berbahaya ketika menyerang paru-paru, karena bisa memicu radang paru-paru atau pneumonia.

Gejala pneumonia di antaranya demam, batuk, dan kesulitan bernapas yang ditandai dengan napas cepat dan sesak napas.

Baca juga: 5 Mitos Pakai Masker untuk Cegah Corona

Selain itu, sejumlah anak positif Covid-19 dilaporkan mengalami komplikasi infeksi virus corona yang berbahaya, yakni sindrom inflamasi multisistem.

Melansir Harvard Health Publishing, kasus langka berupa komplikasi peradangan ini dapat menyerang jantung, menyebabkan kegagalan organ, dan bisa mengancam jiwa.

Peradangan ini dapat membatasi aliran darah, merusak jantung, ginjal, dan organ vital lainnya.

Beberapa gejala sindrom inflamasi multisistem pada anak di antaranya:

  • Demam lebih dari beberapa hari
  • Ruam
  • Konjungtivitis (kemerahan pada bagian putih mata)
  • Sakit perut, muntah, dan atau diare
  • Kelenjar getah bening di leher bengkak
  • Bibir merah dan pecah-pecah
  • Lidah lebih merah terlihat seperti stroberi
  • Tangan atau kaki bengkak
  • Lekas marah, mengantuk, lemah sepanjang hari

Untuk memastikan diagnosis Covid-19, dokter umumnya melakukan pemeriksaan serta serangkaian tes medis.

Baca juga: Bisakah AC Jadi Sarana Penularan Virus Corona?

Tips melindungi anak dari virus corona

Untuk mencegah penularan virus corona pada anak, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyerukan agar anak-anak tetap di rumah.

Demi melindungi anak, orang yang baru kembali dari beraktivitas di luar rumah wajib melepas dan membersihkan semua pakaian, alas kaki, telepon genggam, tas, jaket, kantong belanja, dan lain-lain setibanya di rumah.

Setelah itu, orang yang baru beraktivitas di luar rumah wajib mandi dan keramas sebelum kontak dengan anak-anak dan bayi.

IDAI mengimbau para orangtua agar tidak membawa anak-anak ke tempat umum, seperti taman, pusat rekreasi, pusat perbelanjaan, pasar, tempat penitipan anak, tempat kursus, atau kerumunan.

Baca juga: Kelebihan dan Kekurangan Masker serta Face Shield untuk Cegah Corona

Jika anak perlu diajak saat ke luar rumah karena alasan sangat mendesak misalkan imunisasi, IDAI menyarankan beberapa protokol kesehatan yang perlu dijalankan, di antaranya:

  1. Anak wajib selalu didampingi orangtua atau pengasuhnya
  2. Anak harus dijaga jarak fisiknya minimal sejauh dua meter dari orang lain
  3. Anak usia 2-18 tahun dan orang dewasa wajib menggunakan masker
  4. Jika dirasa penggunaan masker kurang optimal, bisa ditambahkan alat perlindungan diri face shield
  5. Anak di bawah 2 tahun perlu diberi barrier atau penghalang sesuai alat yang digunakan saat bepergian, misalkan kereta dorong dengan penutup
  6. Jauhkan anak dari orang sakit
  7. Melakukan cuci tangan atau bersihkan tangan sesering mungkin
  8. Hindari memegang mulut, mata, dan hidung

Mengingat sulitnya menerapkan praktik pencegahan penyakit pada anak, cara terbaik melindungi anak dari virus corona adalah tetap berada di rumah.

Penggunaan masker, face shield, dan alat pelindung lainnya tidak serta-merta mencegah Covid-19.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X