Kompas.com - 24/06/2020, 18:02 WIB

KOMPAS.com – Keguguran menjadi salah satu momok yang kerap dikhawatirkan banyak pasangan yang sedang mendambakan buah hati.

Keguguran adalah keluarnya hasil konsepsi sebelum usia kehamilan mencapai 20 minggu atau berat bayi kurang dari 500 gram.

Keguguran juga dapat didefinisikan sebagai berhentikan kehamilan dengan sendirinya sebelum usia kehamian mencapai 20 minggu.

Baca juga: 9 Jenis Vitamin dan Mineral yang Disarankan untuk Ibu Hamil

Usia kehamilan muda memang penuh dengan problema, mulai dari keluhan mual dan muntah hingga adanya risiko terjadinya keguguran atau dikenal juga dengan abortus.

Oleh sebab itu, para wanita yang sedang hamil muda perlu lebih waspada agar hamil selamat.

Sekitar 80 persen keguguran diperkirakan terjadi di bawah usia kehamilan 12 minggu atau 3 bulan.

Terjadinya keguguran dipengaruhi oleh usia ibu hamil dan beberapa faktor lainnya, seperti:

Punya riwayat keguguran dan kematian janin pada kehamilan sebelumnya
Pengaruh bawaan kedua orangtua

Tanda keguguran

Tanda utama keguguran pada ibu hamil adalah keluarnya darah dari vagina saat hamil muda, baik berupa bercak-bercak maupun mengalir.

Melansir Buku Tanya Jawab Problem, Mitos, & Penyakit Seputar Kehamilan (2012) oleh dr. Purnawan Senoaji, Sp.OG, pendarahan saat masa kehamilan muda adalah tanda awal ancaman keguguran.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.