Kompas.com - 24/06/2020, 18:02 WIB

Penyebab lain dari keguguran, terutama keguguran berulang adalah penyakit sistemik ibu hamil seperti diabetes dan gangguan kelenjar tiroid.

Infeksi juga telah menyebabkan keguguran pada sekitar 13 persen kasus, terutama infeksi toxoplasma, rubella, sitomegalovirus, dan herpes (TORCH). Tapi, pada umumnya, keguguran akibat infeksi ini tidak berulang.

Sedangkan kebiasaan kebiasaan yang berisiko menyebabkan keguguran, yakni:

  • Merokok (baik aktif maupun pasif)
  • Konsumsi alkohol
  • Konsumsi kafein lebih dari 500 mg (sekitar 5 cangkir) per hari

Baca juga: Blighted Ovum (Hamil Kosong): Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasi

Kekurangan hormon progesterone juga dapat menjadi penyebab keguguran, sehingga pada kehamilan yang dianggap berisiko, dokter biasanya akan meresepkan obat “penguat” yang umumnya berisi hormon progesterone atau turunannya.

Sementara itu, kegiatan olahraga ringan, sampai aktivitas berhubungan badan masih aman dilakukan oleh ibu hamil muda sejauh tidak ada keluhan perdarahan atau memiliki kehamilan bermasalah.

Pengobatan keguguran

Melansir Buku Goresan Tangan Spesialis Kandungan (2014) oleh Dr HM Andalas, Sp.OG., perlu diketahui bahwa pada proses keguguran, bila hasil konsepsi keluar dari rahim sampai lapisan endometrium keluar semua (abortus komplit), tidak diperlukan tindakan kuretase.

Baca juga: Tahapan Perkembangan Janin dalam Kandungan dari Bulan ke Bulan

Sedangkan, pada keadaan di mana tidak seluruhnya jaringan hasil konsepsi keluar (abortus inkomplit), perlu dilakukan tindakan kuretase.

Tindakan kuretase sejuah dilakukan oleh seorang dokter yang berkompeten tentu tidak perlu dikuatirkan.

Permasalahan timbul apabila kuretase dilakukan oleh pihak yang tidak berkompeten, sehingga tindakan tersebut cukup dalam dan mengakibatkan dinding rahim bagian dalam (myometrium) ikut dibersihkan.

Tindakan ini berisiko terjadinya perlengketan hebat lapisan rahim, sehingga mengganggu kesuburan dan menstruasi seseorang.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.