Kompas.com - 16/07/2020, 07:31 WIB
Ilustrasi nanas yang nantinya akan diolah untuk menjadi selai sebagai isian nastar. Nastar adalah kue kering khas Lebaran di Indonesia. SHUTTERSTOCK/FRANK60Ilustrasi nanas yang nantinya akan diolah untuk menjadi selai sebagai isian nastar. Nastar adalah kue kering khas Lebaran di Indonesia.

KOMPAS.com – Nanas adalah salah satu buah yang tak kenal musim.

Buah bercita rasa asam manis menyegarkan ini bisa dengan mudah dijumpai sepanjang waktu.

Tak hanya bisa dimakan langsung, nanas juga kerap diolah menjadi berbagai jenis dan bentuk makanan lain, seperti selai, sirup, dan manisan.

Baca juga: 9 Buah yang Bagus untuk Penderita Diabetes

Di balik kelezatan buah yang berasal dari tanaman semak ini, nanas memiliki ragam nutrisi yang bermanfaat untuk kesehatan.

Ditinjau dari segi kandungan gizinya, buah nanas antara lain memiliki sumber zat pengatur, yakni vitamin dan mineral yang sangat diperlukan oleh tubuh.

Kandungan gizi nanas

Melansir Live Science, berikut adalah fakta nutrisi yang terkandung di dalam nanas mentah (165 gram bahan), menurut Departemen Pertanian AS (USDA).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

  • Kalori 74
  • Total Lemak 0 g
  • Kolesterol 0 mg
  • Sodium 2 mg
  • Kalium 206 mg
  • Total Karbohidrat 19,5 g
  • Gula 13,7 g
  • Protein 1g
  • Vitamin C 28 mg
  • Kalsium 21 mg

Kandungan nutrisi nanas kalengan relatif berbeda dengan nanas mentah.

Menurut USDA, nanas kalengan biasanya lebih tinggi kalori dan lebih tinggi gula.

Baca juga: 5 Buah yang Bagus untuk Kesehatan Otak

Nanas kalengan juga mengandung lebih sedikit vitamin dan mineral.

Jika Anda memilih nanas kalengan, cobalah mencari yang tanpa gula tambahan.

Manfaat nanas untuk kesehatan

Oleh karena kandungan nutrisinya, berikut ini ragam manfaat nanas untuk kesehatan:

1. Penangkal penyakit

Melansir Health Line, nanas tak hanya kaya akan nutrisi, tapi juga kaya akan antioksidan.

Antioksidan adalah molekul yang membantu tubuh Anda melawan stres oksidatif.

Stres oksidatif adalah keadaan di mana ada terlalu banyak radikal bebas dalam tubuh.

Radikal bebas ini berinteraksi dengan sel-sel tubuh dan menyebabkan kerusakan yang terkait dengan peradangan kronis, sistem kekebalan yang melemah dan banyak penyakit berbahaya.

Nanas sangat kaya akan antioksidan yang dikenal sebagai flavonoid dan asam fenolik.

Baca juga: Jangan Disepelekan, Ini 6 Manfaat Luar Biasa Konsumsi Bawang Putih

Terlebih lagi, banyak antioksidan dalam nanas terikat. Ini memungkinkan antioksidan untuk bertahan dalam kondisi yang lebih keras di dalam tubuh dan menghasilkan efek yang lebih tahan lama.

2. Membantu proses pencernaan

Nanas mengandung sekelompok enzim pencernaan yang dikenal sebagai bromelain.

Enzim ini berfungsi sebagai protease, yang memecah molekul protein menjadi asam amino dan peptida kecil.

Setelah molekul protein dipecah, zat ini lebih mudah diserap di usus kecil.

Manfaat nanas dapat sangat membantu bagi orang-orang dengan kekurangan pankreas, suatu kondisi di mana pankreas tidak dapat membuat enzim pencernaan yang cukup.

Bromelain dalam nanas juga dapat digunakan sebagai pelunak daging karena kemampuannya untuk memecah protein daging yang keras.

Baca juga: 9 Cara Menjaga Kesehatan Sistem Pencernaan Secara Alami

3. Mengurangi risiko kanker

Kanker adalah penyakit kronis yang ditandai dengan pertumbuhan sel yang tidak terkendali.

Perkembangan kanker umumnya terkait dengan stres oksidatif dan peradangan kronis.

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa nanas dan senyawanya dapat mengurangi risiko kanker. Ini karena nanas dapat meminimalkan stres oksidatif dan mengurangi peradangan.

Salah satu dari senyawa yang bermanfaat untuk mencegah kanker ini adalah kelompok enzim pencernaan yang disebut bromelain.

Bromelain dilaporkan dapat menekan pertumbuhan sel kanker payudara dan menstimulasi kematian sel.

4. Meningkatkan kekebalan tubuh

Nanas telah menjadi bagian dari pengobatan tradisional selama berabad-abad.

Buah ini mengandung berbagai macam vitamin, mineral dan enzim seperti bromelain yang secara kolektif dapat meningkatkan kekebalan dan menekan peradangan.

Baca juga: 10 Cara Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Sebuah studi selama sembilan minggu terhadap 98 anak-anak yang dibagi menjadi tiga kelompok, yakni tidak diberi nanas, diberi nanas dengan jumlah sedang (140 g), dan banyak (280 g) mengungkap bahwa ada perbedaan status kekebalan tubuh pada mereka setelah.

Setelah diteliti, anak-anak yang makan nanas memiliki risiko infeksi virus dan bakteri yang jauh lebih rendah.

Sementara, anak-anak yang paling banyak makan nanas memiliki hampir empat kali lipat sel darah putih (granulosit) yang melawan penyakit dibandingkan dua kelompok lainnya.

Studi lain menemukan bahwa anak-anak dengan infeksi sinus pulih secara signifikan lebih cepat setelah mengonsumsi suplemen bromelain, dibandingkan dengan pengobatan standar atau kombinasi keduanya.

Terlebih lagi, penelitian telah menunjukkan bahwa bromelain dapat mengurangi tanda-tanda peradangan.

Diyakini bahwa sifat anti-inflamasi ini dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

6. Meringankan radang sendi rematik

Karena nanas mengandung bromelain, yang memiliki sifat anti-inflamasi, buah ini dianggap juga dapat meredakan rasa sakit bagi mereka yang menderita radang sendi atau arthritis.

Baca juga: 13 Cara Mengobati Rematik Secara Alami

Bahkan, penelitian sejak 1960-an menunjukkan bahwa bromelain digunakan untuk meredakan gejala rematik atau rheumatoid arthritis.

Beberapa penelitian terbaru telah melihat keefektifan bromelain untuk mengobati radang sendi.

Satu studi pada pasien dengan osteoarthritis menemukan bahwa mengambil suplemen enzim pencernaan yang mengandung bromelain membantu meringankan rasa sakit sama efektifnya dengan obat-obatan arthritis yang umum seperti diklofenak.

Selanjutnya, sebuah ulasan menganalisis kemampuan bromelain untuk mengobati osteoartritis.

Disimpulkan bahwa bromelain memiliki potensi untuk meredakan gejala radang sendi, terutama dalam jangka pendek.

Namun, tidak jelas apakah bromelain dapat menjadi pengobatan jangka panjang untuk gejala radang sendi.

Baca juga: Osteoarthritis: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, dan Cara Mencegah

Diperlukan studi yang lebih lama sebelum merekomendasikan bromelain untuk meredakan gejala radang sendi.

7. Percepat penyembuhan luka setelah operasi

Makan nanas dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk pulih dari luka operasi atau berolahraga berat.

Manfaat ini sebagian besar disebabkan oleh sifat anti-inflamasi bromelain dalam nanas.

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa bromelain dapat mengurangi peradangan, pembengkakan, memar dan rasa sakit yang sering terjadi setelah operasi. Bromelain juga tampaknya bisa mengurangi tanda-tanda peradangan.

Sebagai contoh, sebuah studi menunjukkan bahwa mereka yang mengonsumsi bromelain sebelum operasi gigi secara signifikan dapat mengurangi rasa sakit dan merasa lebih sehat daripada orang yang tidak.

Olahraga berat juga dapat merusak jaringan otot dan menyebabkan peradangan di sekitarnya.

Protease seperti bromelain diyakini mempercepat pemulihan kerusakan yang disebabkan oleh olahraga berat dengan mengurangi peradangan di sekitar jaringan otot yang rusak.

Sebuah studi menguji teori ini dengan memberikan peserta suplemen enzim pencernaan yang mengandung bromelain setelah 45 menit latihan berat di treadmill.

Baca juga: 8 Jenis Buah yang Baik Dikonsumsi untuk Program Diet

Mereka yang mengonsumsi suplemen memiliki lebih sedikit peradangan dan mempertahankan lebih banyak kekuatan sesudahnya.

Beberapa penelitian lain menunjukkan bahwa bromelain dapat mempercepat pemulihan dari kerusakan yang disebabkan oleh olahraga.


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X