Kompas.com - 16/07/2020, 16:33 WIB
Ilustrasi kadar gula darah safriibrahimIlustrasi kadar gula darah

Gula darah tinggi bisa mempengaruhi ginjal dan kadar urin. Akibatnya, tubuh menarik lebih banyak air sehingga penderita sering buang air kecil.

Kondisi ini juga dapat menyebabkan rasa haus yang tinggi meskipun minum cukup cairan.

2. Penurunan berat badan

Gula darah tinggi dapat menyebabkan penurunan berat badan yang tiba-tiba atau tanpa sebab yang pasti.

Hal ini terjadi karena sel-sel tubuh tidak mendapatkan glukosa yang dibutuhkan sehingga tubuh membakar massa otot dan lemak untuk energi.

3. Mati rasa dan kesemutan

Gula darah tinggi juga dapat menyebabkan mati rasa, terbakar, atau kesemutan di tangan dan kaki.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

Bagikan artikel-artikel Health yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

Yang Terjadi pada Tubuh Saat Kadar Gula Darah Terlalu Tinggi
Gula dalam darah bertujuan untuk memberi energi pada sel dan organ tubuh. Namun, jumlah gula darah yang terlalu banyak bisa menyebabkan hiperglikemia.
Bagikan artikel ini melalui

Kondisi ini disebabkan oleh neuropati diabetik atau suatu komplikasi diabetes yang sering terjadi setelah tingginya kadar gula darah dalam jangka waktu yang lama.

Seiring waktu, gula darah tinggi bisa menyebabkan kerusakan pada organ dan sistem tubuh.

Gula darah tinggi juga bisa merusak pembuluh darah yang memicu komplikasi berikut:

  • serangan jantung atau stroke
  • kerusakan mata dan kehilangan penglihatan
  • penyakit ginjal atau gagal
  • masalah saraf di kulit, terutama kaki, menyebabkan luka, infeksi, dan masalah penyembuhan luka.

Baca juga: Kabar Bahagia, Diet Sehat Bantu Tekan Risiko Kanker Prostat

Cara mengontrol gula darah

Untuk mencegah risiko tersebut, kita harus menjaga keseimbangan kadar gula dalam darah.

Berikut tips menjaga kadar gula dalam darah:

  • periksa kadar gula darah secara teratur
  • konsultasi dengan penyedia layanan kesehatan atau ahli gizi untuk mengetahui pola makan yang tepat
  • mengambil tindakan pencegahan untuk menghindari infeksi, misalnya, mencuci tangan secara teratur. Hal ini wajib dilakukan karena penyakit, seperti pilek, dapat memicu peningkatan tekanan darah
  • lakukan gaya hidup sehat dengan makan bergizi seimbang dan olahraga mereka untuk menyeimbangkan kadar gula darah
  • meminimalkan stres, misalnya melalui olahraga, cukup tidur, dan kegiatan rileksasi seperti meditasi atau yoga.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X