Kompas.com - 28/07/2020, 13:35 WIB
Ilustrasi lari shutterstockIlustrasi lari

KOMPAS.com - Beberapa tahun terakhir, olahraga lari menjadi primadona di kalangan anak muda Indonesia. Hal ini terlihat dari banyaknya even lari yang digelar.

Tak hanya itu, lari bahkan telah menjadi salah satu gaya hidup yang diminati banyak orang Indonesia.

Namun tahukah Anda, ada banyak larangan dalam olahraga lari? Salah satunya adalah dilarang melakukan olahraga lari setelah makan.

Baca juga: Olahraga Lari dengan Masker Bikin Susah Nafas, Begini Baiknya

Biasanya, larangan tersebut dikiuti alasan bahwa lari setelah makan bisa membahayakan tubuh.

Tapi benarkah larangan tersebut?

Jawabnya lari setelah makan memang bisa mengganggu kinerja tubuh kita.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

Benarkah Olahraga Lari Setelah Makan Bahayakan Tubuh?
Lari adalah salah satu olahraga yang menyehatkan bagi tubuh. Tapi lari setelah makan, apakah masih menyehatkan? atau justru membahayakan tubuh?
Bagikan artikel ini melalui

Hal ini karena lari setelah makan bisa menganggu sistem pencernaan kita.

Merangkum dari Medical Express, saat kita makan, tubuh akan memfokuskan aliran darah pada sistem pencernaan untuk mengekstrak nutrisi makanan. Sedangkan saat kita berlari, tubuh akan memfokuskan aliran darah pada otot.

Ketika kita berlari tepat setelah makan, aliran darah yang seharusnya difokuskan pada sistem pencernaan justru dialihkan pada otot. Ini membuat sistem pencernaan terganggu.

Terganggunya sistem pencernaan ini kemudian bisa menyebabkan diare atau sakit perut.

Muntah saat berlari

Anda mungkin pernah mendengar orang yang sedang melakukan lomba marathon mengalami muntah di jalan. Biasanya orang muntah tersebut sebelumnya makan sebelum lari.

Ya, lari setelah makan bisa menyebabkan terganggunya penyerapan makanan dalam sistem pencernaan kita.

Gucangan tubuh yang terjadi saat berlarilah penyebab utamanya.

Selain bisa menyebabkan mual-muntah, berlari setelah makan juga bisa menyebabkan nyeri di bagian bawah perut.

Baca juga: Penderita Diabetes Bisa Tetap Olahraga Lari dengan Aman, Ini 5 Tipsnya

Hal tersebut terjadi karena adanya kontraksi antara otot perut dengan otot usus akibat guncangan saat berlari.

Waktu tunggu setelah makan

Tentunya kita tidak ingin mengalami peristiwa seperti di atas, bukan?

Untuk itu, ada baiknya kita memberi jeda setelah makan sebelum memulai aktivitas lari.

Tapi, berapa lama jeda yang harus diberikan?

Melansir dari Live Strong, waktu jeda sebelum berlari tergantung pada seberapa banyak yang kita konsumsi.

Beberapa aturannya seperti ini:

  • satu jam setelah makan kudapan kecil
  • dua hingga tiga jam setelah makan kecil
  • tiga hingga empat jam setelah makan besar

Jika ingin melakukan olahraga lari pada waktu tertentu, kita bisa mengubah jadwal makan.

Mengutip Mayo Clinic, pasca lari ada baiknya kita mengonsumsi camilan sehat seperti yougurt dan buah. Jika ingin mengonsumsi yang lebih berat, kita bisa mencoba roti lapis selai kacang atau smoothies.

Baca juga: Mandi Setelah Makan, Apakah Berbahaya bagi Tubuh?

Kudapan pasca olahraga ini berfungsi untuk mengisi kembali simpanan glikogen pada otot.

Jangan lupa hidrasi

Selain memperhatikan asupan dan jadwal makan, kita juga perlu memperhatikan asupan cairan pada tubuh saat berlari.

Sebelum berlari, ada baiknya kita minum cukup cairan untuk menggantikan camilan ringan yang membantu memasok banyak energi.

Minum sekitar 1,5 hingga 2,5 gelas air satu jam sebelum berlari.

Minum banyak cairan membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi selama kita melakukan olahraga.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Sakit Perut
Sakit Perut
PENYAKIT
Perut Bunyi
Perut Bunyi
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Perubahan Pada Kuku yang Menandakan Anda Pernah Terpapar Covid-19

3 Perubahan Pada Kuku yang Menandakan Anda Pernah Terpapar Covid-19

Health
Pandangan Kabur

Pandangan Kabur

Penyakit
Mata Berair

Mata Berair

Penyakit
Ahli Gizi: Harus Bijak Konsumsi Susu Kental Manis

Ahli Gizi: Harus Bijak Konsumsi Susu Kental Manis

Health
Nyeri Kaki dan Tangan

Nyeri Kaki dan Tangan

Penyakit
Alasan Gula Tak Memiliki Persentase AKG dalam Makanan Kemasan

Alasan Gula Tak Memiliki Persentase AKG dalam Makanan Kemasan

Health
Osteofit

Osteofit

Penyakit
3 Bahaya Konsumsi Susu Kental Manis Berlebihan untuk Kesehatan

3 Bahaya Konsumsi Susu Kental Manis Berlebihan untuk Kesehatan

Health
Hifema

Hifema

Penyakit
13 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Ketiga

13 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Ketiga

Health
Gigi Berlubang

Gigi Berlubang

Penyakit
Berapa Lama Waktu Tidur Siang yang Baik?

Berapa Lama Waktu Tidur Siang yang Baik?

Health
Pentingnya Alat Kontrasepsi untuk Cegah Kehamilan! Yuk, Ketahui Jenis-jenisnya

Pentingnya Alat Kontrasepsi untuk Cegah Kehamilan! Yuk, Ketahui Jenis-jenisnya

BrandzView
Batu Amandel

Batu Amandel

Penyakit
Alami Gatal setelah Mandi? Kenali 4 Penyebabnya

Alami Gatal setelah Mandi? Kenali 4 Penyebabnya

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.