4 Penyebab Ibu Hamil Sering Merasa Cepat Lelah dan Mengantuk

Kompas.com - 11/08/2020, 06:00 WIB
Ilustrasi ibu hamil BOLDSKYIlustrasi ibu hamil

KOMPAS.com – Ada banyak hal yang bisa membuat ibu hamil sering merasa cepat lelah dan mengantuk.

Maka dari itu, kurang tepat jika ibu hamil dicap sebagai pemalas ketika tidak terlalu banyak beraktivitas.

Beberapa wanita mulai sering merasa cepat lelah dan mengantuk sejak usia kehamilan masih muda.

Baca juga: Apakah Sperma Sering Tumpah Bisa Jadi Penyebab Sulit Hamil?

Sementara, beberapa wanita lainnya bisa saja baru sering merasa cepat lelah dan mengantuk pada usia kehamilan 7 bulan.

Namun, ada pula wanita yang merasakan kondisi tersebut sepanjang kehamilan.

Berikut ini adalah beberapa penyebab ibu hamil sering merasa cepat lelah dan mengantuk yang bisa dipahami:

1. Mengalami peningkatan metabolisme

Melansir Buku Tetap Bugar dan Energik Selama Hamil (2010) oleh dr. Ova Emilia, M.Med, Ed., PhD., Sp.OG (K) & Harry Freitag, S.Gz, Dietisien, selama kehamilan, wanita akan mengalami peningkatan metabolisme.

Maksudnya, penggunaan zat gizi seperti karbohidrat, lemak, dan protein pada ibu hamil lebih tinggi dibandingkan dengan saat sebelum hamil.

Zat gizi ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan janin yang sedang mengalami perkembangan serta mempersiapkan ibu untuk proses persalinan dan menyusi.

Selain itu, ibu hamil juga mengalami peningkatan jumlah cairan di dalam tubuh yang akan berdampak terhadap proses metabolisme secara keseluruhan.

Baca juga: 3 Posisi Bercinta untuk Mendukung Terjadinya Kehamilan

Pada konsisi seperti ini, aktivitas jantung akan berlipat ganda karena cairan yang dipompa juga meningkat.

Jika jumlah zat gizi dan oksigen yang dipompakan jantung ke otak berkurang, maka ibu hamil akan lebih mudah mengantuk dan kelelahan.

Hal ini akan semakin parah jika asupan makanan rendah, misalnya akibat mual dan muntah.

2. Anemia

Ibu hamil rentan mengalami anemia.

Jika mengalami anemia atau kekurangan darah, ibu hamil pun akan semakin mudah merasa lelah dan mengantuk.

Hal itu dikarenakan, salah satu fungsi darah adalah membawa oksigen ke otak.

Maka dari itu, kekurangan darah dapat menyebabkan berkurangnya jumlah oksigen yang dialirkan ke otak.

Baca juga: Kurang Darah: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati

Untuk mengatasi masalah ini, bisa dengan mencukupi seluruh kebutuhan gizi yang meningkat selama kehamilan.

Peningkatan ini bervariasi, tergantung pada setiap individu sehingga ibu hamil perlu berkonsultasi dengan ahli gizi untuk mengetahuinya.

Dengan tercukupinya kebutuhan gizi ini, oksigenasi di otak menjadi lebih baik.

Bagi ibu hamil yang mengalami anemia, sebaiknya mengonsumsi suplemen anemia yang biasanya terdiri dari zat besi, vitamin C dan asam folat.

Oleh karena itu, pemeriksaan hemoglobin (Hb) pada awal kehamilan menjadi penting untuk mengetahui apakah ibu hamil mengalami anemia atau tidak.

3. Penambahan berat badan

Penambahan berat badan bayi maupun ibu hamil sendiri dapat menyebabkan ibu hamil mudah cepat lelah.

Penambahan berat badan bayi dan ibu hamil dapat memicu sulit tidur pada ibu hamil dan sering buang air kecil (BAK) yang pada gilirannya bisa menyebabkan rasa lelah.

Kondisi ini lebih sering dialami oleh ibu hamil terutama pada usia kehamilan trimester ketiga.

Baca juga: Posisi Bercinta Saat Hamil Sesuai Trimester

4. Perubahan hormon

Melansir WebMD, perubahan hormon dapat menyebabkan ibu hamil sering merasa lelah dan mengantuk.

Perubahan hormon yang dapat memengaruhi salah satunya, yakni peningkatan hormon progesterone selama kehamilan.

Hormon ini dilaporkan dapat memicu rasa kantuk pada ibu hamil.

Sayangnya, meski sering merasa mengantuk, banyak ibu hamil yang tidak merasakan tidur malam nyenyak karena ingin BAK.

Kurang tidur ini dapat memicu kelelahan pada ibu hamil.

Tips agar ibu hamil tetap bugar

Sesungguhnya kondisi mudah lelah dan mengantuk pada ibu hamil merupakan hal yang wajar.

Karena cenderung mengalami peningkatan berat badan, ibu hamil membutuhkan waktu istirahat lebih banyak.

Baca juga: 9 Jenis Vitamin dan Mineral yang Disarankan untuk Ibu Hamil

Patokan jam tidur sebaiknya tidak disamakan dengan ham tidur normal.

Jika ibu merasa mengantuk, sebaiknya segera tidur.

Jika ibu adalah perempyan bekerja yang diharuskan tetap aktif selama hamil, maka ibu memerlukan tambahan energi dari makanan yang rutin dikonsumsi setiap jamnya.

Hal ini akan membantu ibu hamil untuk menghindari terjadinya penurunan gula darah selama hamil.

Selain itu, ibu hamil sebaiknya mengonsumsi suplemen multivitamin jika dirasakan asupan dari makanan kurang mencukupi kebutuhan.

Namun, sebelum mengonsumsi suplemen tersebut, akan lebih baik jika ibu hamil lebih dulu berkonsultasi dengan dokter.


Sumber WebMD
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X