8 Komplikasi Diabetes Gestasional Saat Hamil yang Harus Diwaspadai

Kompas.com - 20/08/2020, 06:02 WIB
Ilustrasi hamil ShutterstockIlustrasi hamil

KOMPAS.com – Diabetes gestasional adalah diabetes temporer yang muncul akibat perubahan metabolisme karbohidrat selama kehamilan.

Biasanya diabetes ini muncul pada usia kehamilan minggu ke-24 atau 6 bulan.

Diabetes gestasional dapat pula dimaknai sebagai tipe diabetes yang berkembang atau terdiagnosis pertama kali selama kehamilan.

Baca juga: Waspadai Berat Badan Turun yang Menjadi Gejala Diabetes

Penyebab diabetes gestasional bukan karena berkurangnya produksi insulin. Namun, lebih berhubungan dengan perubahan normal pada metabolisme glukosa yang merangsang pertumbuhan janin.

Human Placental lactogen (HPL) adalah suatu hormon kehamilan yang dapat mengurangi efek insulin sehingga membebaskan lebih banyak glukosa untuk pertumbuhan janin.

Pada beberapa wanita, responsnya terhadap HPL tidak seimbang, sehingga menyebabkan terbentuknya kadar glukosa darah yang sangat tinggi.

Deteksi dini dan pengobatan yang tepat untuk diabetes gestasional dapat membantu mencegah timbulnya masalah yang sama dengan pada wanita yang mengalami diabetes pragestasional (sebelum hamil).

Pemeriksaan urine untuk melihat adanya gula dan keton dapat dilakukan atau tidak dilakukan pada saat kehamiln.

Tapi, sebagian besar wanita pada umumnya akan menjalani pemeriksaan skrining glukosa antara usia gestasional 24-28 minggu.

Apabila hasil pemeriksaan skrining darah ini positif atau mengindikasikan adanya kadar glukosa darah yang tinggi, biasanya akan dijadwalkan pemeriksaan toleransi glukosa 3 jam (GTT).

Baca juga: 18 Makanan Penurun Gula Darah untuk Mengatasi Diabetes

Bahaya diabetes gestasional

Diabetes gestasional biasanya akan menghilang sesudah melahirkan. Tapi, pada hampir setengahnya, diabetes akan muncul kembali.

Jika diabetesnya tidak menghilang atau pernah menghilang tetapi muncul kembali, keadaan tersebut bisa disebut sebagai diabetes tipe 2 atau tetap disebut diabetes gestasional.

Diabetes yang disertai kehamilan, apabila tidak dikendalikan dengan baik, dapat berdampak buruk terhadap ibu hamil maupun bayi.

Berikut sederet komplikasi diabetes gestasional yang harus diwaspadai:

1. Janin tumbuh terlalu besar

Melansir Buku Diabetes? Siapa Takut!! (2009) oleh Prof. Dr. dr. Sri Hartini KS Kariadi, Sp.PD-KEMD, jika ibu hamil mengalami diabetes gestasional, si jabang bayi dapat tumbuh besar lebih dari besar normal (makrosomia).

Baca juga: Kenali 9 Tanda Bahaya pada Bayi Baru Lahir

Berat lahir bayi bahkan tidak menutup kemungkinan bisa mencapai lebih dari 4 kg atau disebut bayi raksasa atau giant baby.

Oleh karena itu, jika ada bayi yang berat lahirnya lebih dari 4 kg, pikiran orang biasanya, “Eh ibunya jangan-jangan punya bakat diabetes”.

Sementara, bayi dengan berat badan berlebih cenderung terjepit di jalan lahir, mengalami cedera lahir, atau membutuhkan persalinan caesar.

2. Kelahiran dini (prematur)

Melansir Mayo Clinic, gula darah tinggi dapat meningkatkan risiko wanita melahirkan lebih awal atau melahirkan sebelum hari perkiraan lahir (HPL).

Persalinan dini mungkin juga akan disarankan karena bayi dalam kandungan berukuran besar.

3. Kesulitan bernapas yang serius

Bayi yang lahir lebih awal dari ibu dengan diabetes gestasional mungkin mengalami respiratory distress syndrome (RDS) atau sindrom gangguan pernapasan, suatu kondisi yang membuat sulit bernapas.

4. Gula darah rendah (hipoglikemia)

Terkadang bayi dari ibu dengan diabetes gestasional mengalami gula darah rendah (hipoglikemia) segera setelah lahir.

Baca juga: Bayi Lahir Prematur: Penyebab dan Cara Mencegahnya

Episode hipoglikemia yang parah dapat menyebabkan kejang pada bayi.

Pemberian makan yang cepat dan terkadang larutan glukosa intravena dapat mengembalikan kadar gula darah bayi ke normal.

5. Bayi alami obesitas dan diabetes tipe 2 di kemudian hari
Bayi dari ibu yang mengidap diabetes gestasional memiliki risiko lebih tinggi terkena obesitas dan diabetes tipe 2 di kemudian hari.

6. Still birth

Diabetes gestasional yang tidak diobati dapat menyebabkan still birth, yakni kematian bayi sebelum atau segera setelah lahir.

7. Tekanan darah tinggi dan preeklamsia

Bagi ibu hamil, diabetes gestasional dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, serta preeklamsia.

Baca juga: 15 Makanan Penurun Darah Tinggi untuk Atasi Hipertensi

Preeklamsia adalah kondisi yang berhubungan dengan peningkatan tekanan darah secara tiba-tiba dan gejala ini dapat mengancam kehidupan ibu dan bayi.

8. Ibu hamil mengalami diabetes berlanjut

Jika menderita diabetes gestasional, seorang wanita kemungkinan besar akan mengalaminya lagi selama kehamilan di masa mendatang.

Ibu hamil juga memiliki risiko diabetes tipe 2 yang lebih tinggi seiring bertambahnya usia.

Cara mencegah diabetes gestasional

Tidak ada cara yang secara pasti dapat mencegah diabetes gestasional.

Namun, semakin banyak kebiasaan sehat yang dapat ibu hamil lakukan sebelum kehamilan, akan semakin baik.

Jika Anda pernah menderita diabetes gestasional, pilihan sehat ini juga dapat mengurangi risiko Anda mengalaminya lagi di kehamilan mendatang atau mengembangkan diabetes tipe 2 di masa mendatang.

Baca juga: 5 Makanan Penyebab Diabetes yang Harus Diwaspadai

Berikut cara mencegah diabetes gestasional yang baik dicoba:

1. Makan makanan sehat

Pilih makanan yang tinggi serat dan rendah lemak serta kalori.

Fokus pada buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian.

Upayakan variasi untuk membantu Anda mencapai tujuan tanpa mengurangi rasa atau nutrisi.

Jangan ketinggalan, perhatikan ukuran atau porsi makanan yang akan dimakan.

2. Tetap aktif

Berolahraga sebelum dan selama kehamilan dapat membantu melindungi Anda dari perkembangan diabetes gestasional. Usahakan untuk melakukan aktivitas sedang selama 30 menit di hampir setiap hari dalam seminggu.

Anda bisa melakukan jalan cepat setiap hari, bersepeda, atau renang.

Baca juga: 9 Buah yang Bagus untuk Penderita Diabetes

3. Mulailah kehamilan dengan berat badan yang sehat

Jika Anda berencana untuk hamil, memiliki berat badan ideal dapat membantu Anda mendapatkan kehamilan yang lebih sehat.

Jadi, fokuslah untuk membuat perubahan yang bertahan lama pada kebiasaan makan Anda yang dapat membantu melewati kehamilan, seperti makan lebih banyak sayuran dan buah-buahan.

Jangan menambah berat badan lebih dari yang direkomendasikan.

Berat badan bertambah selama kehamilan adalah hal yang normal dan sehat.

Tetapi kenaikan berat badan yang terlalu banyak atau terlalu cepat dapat meningkatkan risiko diabetes gestasional.

Tanyakan kepada dokter Anda berapa jumlah penambahan berat badan yang tergolong aman.

 


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X