3 Teknik Menunda Ejakulasi untuk Cegah Ejakulasi Dini

Kompas.com - 27/08/2020, 21:05 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com – Terdapat sejumlah teknik menunda ejakulasi yang dapat dilakukan untuk memperpanjang durasi seks.

Hal ini bisa dianggap penting oleh sebagian pria demi mendapatkan kepuasan seks maksimal atau memuasakan pasangan.

Selain itu, teknis menunda ejakulasi dapat bermanfaat untuk mencegah atau mengatasi ejakulasi dini.

Baca juga: Untuk Pria, Kenali 5 Penyebab Ejakulasi Dini dan Cara Mengatasinya

Ejakulasi dini adalah kondisi di mana pria tak mampu mempertahankan seks kurang dari 5 menit.

Melansir Health Line dan Mayo Clinic, berikut ini adalah beragam teknik menunda ejakulasi yang bisa dicoba:

1. Teknik stop-squeeze

Teknik stop-squeeze atau pause-squeeze adalah salah satu bentuk pengendalian ejakulasi.

Teknik ini memungkinkan Anda untuk mendekati titik klimaks dan kemudian mundur secara tiba-tiba dengan meremas ujung penis sampai sensasi mereda.

Anda dapat meremas penis sekali atau beberapa kali ketika sedang berhubungan badan.

Ingatlah, di sisi lain, menunda ejakulasi dengan teknik stop-squeeze juga dapat memiliki efek samping merugikan berupa menunda atau mengurangi kepuasan pasangan Anda.

Anda harus memastikan Anda dan pasangan berada di frekuensi yang sama sebelum melakukannya.

Baca juga: Benarkah Ejakulasi Dini Bikin Pasangan Sulit Hamil?

Cara melakukan teknik stop-squeeze untuk menunda ejakulasi, yakni:

  • Mulailah aktivitas seksual dengan stimulasi penis yang normal
  • Saat Anda sampai pada titik yang Anda yakini siap mencapai klimaks, hentikan semua dorongan atau gesekan
  • Anda atau pasangan bisa meremas penis untuk menghentikan rasa ingin “keluar”
  • Pertahankan tekanan kuat pada penis sampai sensasi berlalu

Pada penderita ejakulasi dini, jika dilakukan rutin, lama-kelamaan teknis stop-squeeze memang bisa membuat penis bertahan dengan sendirinya.

Sementara, jika dilakukan terlalu sering oleh pria yang tidak memiliki masalah ejakulasi dini, teknik menunda ejakulasi stop-squeeze bisa menimbulkan ketidaknyamanan di penis.

Menunda ejakulasi terlalu sering juga bisa menyebabkan ketergantungan dan hubungan seks bisa terasa aneh karena ada “jeda”.

Baca juga: Apakah Sperma Sering Tumpah Bisa Jadi Penyebab Sulit Hamil?

2. Teknik stop-start

Seperti metode stop-squeeze, teknik stop-start dapat membantu Anda menunda ejakulasi di tengah hubungan seksual. 

Cara ini bisa menunda orgasme dan menjaga ketahanan ereksi, sehingga aktivitas seks dapat terus berlanju.

Teknik menunda ejakulasi stop-start juga dikenal sebagai teknik edging (tepi) karena pria biasanya harus merayap ke tepi tempat tidur untuk menghindari semua rangsangan seksual sebelum kembali lagi berhubungan badan setelah sensasi berlalu.

Anda dapat mengulangi siklus ini beberapa kali hingga Anda siap untuk orgasme.

Teknik stop-strat bisa bermanfaat untuk memperpanjang durasi seks maupun cegah ejakulasi dini.

Tetapi, teknik ini juga dapat menjadi “latihan” yang membosankan karena memakan waktu, apalagi jika pasangan tidak menginginkannya.

Pastikan untuk mendiskusikan ini sebelum Anda dan pasangan berhubungan seks.

Cara menunda ejakulasi dengan teknik stop-strat, yakni:

  • Mulailah aktivitas seksual
  • Saat Anda hendak mencapai titik klimaks, berhentilah mendorong atau menggosok, dan mundurlah
  • Tunggu selama beberapa detik atau menit Anda dapat melanjutkan aktivitas seksual ketika sensasi ingin “ekluar” telah berlalu dan Anda tidak lagi merasa berada di ambang klimaks

Baca juga: 3 Posisi Bercinta untuk Mendukung Terjadinya Kehamilan

3. Teknik lainnya

Selain teknik stop-squeeze dan stop-start, praktik berikut ini dapat pula membantu Anda menunda ejakulasi:

  • Memperpanjang durasi foreplay

Teknik ini dilakukan untuk membantu mengurangi tekanan atau ekspektasi dengan tidak melakukan hubungan seksual untuk jangka waktu yang lebih lama.

Sebaliknya, fokuslah pada jenis permainan seksual lainnya, seperti pijat, sentuhan intim, dan ciuman.

Baca juga: Posisi Bercinta Saat Hamil Sesuai Trimester

  • Kenakan kondom pengatur klimaks

Kondom tipikal, yang dibuat dengan lapisan tipis lateks, dapat membantu mengurangi sensasi dan memperpanjang aktivitas seksual Anda.

Anda juga bisa membeli kondom yang dirancang khusus untuk menunda ejakulasi. Kondom ini biasanya dibuat dengan lateks yang lebih kental.

Penggunaan bius seperti benzocaine atau lidocaine juga bisa menjadi alternatif untuk mengurangi sensasi pada permukaan penis.

Ini bisa memperpanjang waktu yang dibutuhkan untuk mencapai ejakulasi atau klimaks.

  • Oleskan anestesi topikal ke penis

Agen anestesi yang digunakan dalam kondom dapat ditemukan juga dalam bentuk krim dan semprotan.

Anda mungkin dapat menunda klimaks dengan mengoleskan salah satu topikal ini ke penis 10 hingga 15 menit sebelum memulai hubungan seksual.

Baca juga: 16 Makanan untuk Meningkatkan Kesuburan Saat Program Hamil

  • Lakukan masturbasi sebelum berhubungan

Anda mungkin bisa menunda ejakulasi saat berhubungan dengan melakukan masturbasi 1 atau 2 jam lebih awal.

Anda mungkin tidak dapat mengantisipasi seks sebelumnya dalam setiap kasus, tetapi jika Anda bisa, strategi ini mungkin bisa membantu.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X