Kompas.com - 01/09/2020, 13:33 WIB
Ilustrasi lemak perut af_istockerIlustrasi lemak perut

KOMPAS.com - Tak hanya menganggu penampilan, lemak di area perut juga bisa meningkatkan berbagai risiko gangguan kesehatan.

Melansir data Healthline, lemak di area perut bisa menjadi pemicu penyakit seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, hingga kanker.

Itu sebabnya, banyak orang rela melakukan berbagai cara untuk menghempas lemak perut.

Sayangnya, tidak ada cara instan untuk menyingkirkan lemak perut. Suplemen dan diet ketat pun tidak akan memberi hasil yang efektif.

Cara terbaik untuk menghempas lemak perut adalah dengan menurunkan berat badan secara keseluruhan melalui pola makan seimbang dan olahraga.

Baca juga: 4 Manfaat Bakteri Baik untuk Kesehatan Tubuh

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

Tips Diet dan Olahraga untuk Menghilangkan Lemak Perut
Cara terbaik untuk menghilangkan lemak perut adalah dengan menurunkan berat badan secara keseluruhan melalui pola makan seimbang dan ola
Bagikan artikel ini melalui

Lantas, bagaimana caranya?

Seperti yang disebutkan sebelumnya, menurunkan berat badan secara keseluruhan adalah cara terbaik untuk menghilangkan lemak perut.

Hal ini bisa kita raih dengan melakukan defisit kalori atau mengurangi jumlah kalori yang masuk ke tubuh dan meningkatkan kalori yang kita bakar.

Kalori adalah satuan energi dari makanan. Semakin banyak energi yang kita gunakan, semakin banyak kalori yang kita bakar.

Defisit kalori yang terjadi secara terus-menerus akan menghasilkan penurunan berat badan.

Namun, kalori yang tidak terpakai disimpan sebagai lemak yang akan memicu kenaikan berat badan.

Mencapai defisit kalori

Banyak riset membuktikan Defisit kalori sebesar 500 kalori per hari sudah cukup untuk membantu menurunkan berat badan dan tidak akan berdampak signifikan pada tingkat energi tubuh.

Berikut tips untuk mencapai defisit kalori:

1. Perhatikan asupan minuman

Hindari mengonsumsi soda dan alkohol karena kandungan kalorinya sangat tinggi.

Selain itu, kita juga harus menghindari pengunakan krim dan gula sebagai tambahan pada kopi. Untuk mencukupi asupan cairan tubuh, kita bisa memilih air putih.

2. Hindari makanan berkalori tinggi

Makanan cepat saji dan olahan adalah daftar makanan yang tinggi kandungan kalorinya.

Untuk menghindari asupan kalori yang tinggi, kita juga bisa memilih makanan yang dipanggang daripada makanan yang digoreng.

Kita juga bisa memanfaatkan aplikasi penghitung kalori yang secara gratis bisa kita unduh di internet untuk mengetahui kandungan kalori pada makanan lebih akurat.

Baca juga: Mengenal Blepharospasm, Penyebab Medis Kedutan Pada Mata

3. Kurangi porsi makan

Gunakan piring atau mangkok yang lebih kecil agar tidak tergoda mengambil makanan dalam porsi besar.

Selain itu, makanlah dengan perlahan dan tunggu 20 menit setelah makan untuk memastikan kita kenyang.

Olahraga untuk membakar lemak perut

Riset dalam Journal of Obsity membuktikan, olahraga intensitas tinggi sangat efektif untuk membakar lemak perut daripada jenis olahraga lainnya.

Sementara itu, olahraga yang menargetkan otot perut hanya membantu memperkuat otot bukan untuk membakar lemak perut.

Namun, melakukan olahraga untuk membakar dan membentuk otot perut akan memberikan hasil yang efektif.

Untuk mendapatkan hasil efektif dalam mengusir lemak perut, kita juga bisa melakukan cara berikut:

  • olahraga intensitas sedang setiap 30 menit setiap hari
  • latihan aerobik dua kali seminggu
  • latihan kekuatan untuk membangun massa otot
  • melakukan peregangan di pagi hari dan sebelum tidur.

 


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Kram Perut
Kram Perut
PENYAKIT
Perut Bunyi
Perut Bunyi
PENYAKIT
Sakit Perut
Sakit Perut
PENYAKIT
Perut Buncit
Perut Buncit
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Perubahan Pada Kuku yang Menandakan Anda Pernah Terpapar Covid-19

3 Perubahan Pada Kuku yang Menandakan Anda Pernah Terpapar Covid-19

Health
Pandangan Kabur

Pandangan Kabur

Penyakit
Mata Berair

Mata Berair

Penyakit
Ahli Gizi: Harus Bijak Konsumsi Susu Kental Manis

Ahli Gizi: Harus Bijak Konsumsi Susu Kental Manis

Health
Nyeri Kaki dan Tangan

Nyeri Kaki dan Tangan

Penyakit
Alasan Gula Tak Memiliki Persentase AKG dalam Makanan Kemasan

Alasan Gula Tak Memiliki Persentase AKG dalam Makanan Kemasan

Health
Osteofit

Osteofit

Penyakit
3 Bahaya Konsumsi Susu Kental Manis Berlebihan untuk Kesehatan

3 Bahaya Konsumsi Susu Kental Manis Berlebihan untuk Kesehatan

Health
Hifema

Hifema

Penyakit
13 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Ketiga

13 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Ketiga

Health
Gigi Berlubang

Gigi Berlubang

Penyakit
Berapa Lama Waktu Tidur Siang yang Baik?

Berapa Lama Waktu Tidur Siang yang Baik?

Health
Pentingnya Alat Kontrasepsi untuk Cegah Kehamilan! Yuk, Ketahui Jenis-jenisnya

Pentingnya Alat Kontrasepsi untuk Cegah Kehamilan! Yuk, Ketahui Jenis-jenisnya

BrandzView
Batu Amandel

Batu Amandel

Penyakit
Alami Gatal setelah Mandi? Kenali 4 Penyebabnya

Alami Gatal setelah Mandi? Kenali 4 Penyebabnya

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.