Kompas.com - 02/09/2020, 21:06 WIB
Ilustrasi masturbasi yanyongIlustrasi masturbasi

KOMPAS.com – Bagi sebagian orang, masturbasi adalah bagian normal dari ekspresi seksual.

Masturbasi dilakukan untuk menghilangkan stres dan membantu seseorang menentukan apa yang mereka nikmati secara seksual.

Namun, jika dilakukan secara berlebihan atau menimbulkan kecanduan, masturbasi bisa menjadi masalah.

Baca juga: Penis Jarang Ereksi Saat Bangun Tidur pada Pagi Hari, Normalkah?

Dalam beberapa kasus, masturbasi dapat menimbulkan emosi negatif atau mengganggu aspek tertentu dalam kehidupan seseorang.

Misalnya, menyebabkan sensivitas sensual menurun, disfungsi seksual, hingga perasaan bersalah mendalam.

Selain itu, jika seseorang membatasi interaksinya dengan orang lain atau melewatkan pekerjaan untuk bermasturbasi, mungkin inilah saatnya untuk mempertimbangkan cara berhenti bermasturbasi.

Meski jarang terjadi, masturbasi tetap saja dapat pula menyebabkan iritasi kulit dan pembengkakan pada penis.

Jika ini masalahnya, mungkin Anda perlu berhenti bermasturbasi demi kebaikan.

Berikut ini adalah tips atau cara menghentikan kebiasaan masturbasi yang bisa dicoba:

1. Hindari pornografi

Melansir Medical News Today, paparan pornografi bisa memicu keinginan untuk melakukan masturbasi lagi dan lagi.

Jadi, orang yang ingin berhenti melakukan masturbasi harus benar-benat berkomitmen untuk menghindari film, gambar, dan situs porno.

Baca juga: Apa yang Terjadi pada Otak Pecandu Pornografi?

Jika seseorang dapat menempatkan penghalang antara dirinya dan pornografi, itu dapat membantu mereka menghentikan kebiasaan tersebut.

Sekarang sangat mudah untuk mengakses pornografi hanya dalam beberapa detik.

Namun, seseoang dapat mencoba membatasi akses ke pornografi dengan menggunakan filter pada perangkat elektronik untuk memblokir jenis konten tertentu, seperti materi pornografi.

Berkomitmenlah untuk tidak membuka filter tersebut.

2. Sibukkan diri atau tetap aktif

Menyibukan diri dengan kegiatan positif akan sangat membantu bagi seseorang untuk mengisi waktu mereka yang tidak memicu keinginan untuk bermasturbasi.

Menemukan pelepasan energi dapat menggantikan waktu yang dihabiskan untuk masturbasi.

Orang dapat mempertimbangkan untuk melakukan hobi baru atau mempelajari keterampilan baru, seperti mempelajari alat musik atau mencoba olahraga baru.

Baca juga: 10 Peran Orangtua Cegah Anak Terkena Pornografi

Mengembangkan tujuan baru dapat membantu seseorang memfokuskan kembali energinya dan menemukan kegembiraan serta kepuasan dalam hal-hal lain.

3. Cari bantuan profesional

Jika masturbasi berdampak negatif pada kehidupan seseorang, mencari nasihat dari ahli kesehatan mental yang berspesialisasi dalam seksualitas manusia mungkin akan membantu.

Berbicara dengan terapis atau psikolog tersebut akan berguna untuk mengatasi perasaan negatif dan mempelajari strategi modifikasi perilaku untuk menghentikan masturbasi.

4. Luangkan lebih banyak waktu dengan orang lain

Beberapa orang mungkin melakukan masturbasi atau onani karena mereka merasa kesepian atau tidak punya apa-apa lagi untuk mengisi waktu mereka.

Jadi, menghabiskan lebih sedikit waktu sendirian mengurangi kesempatan untuk melakukan masturbasi.

Menghabiskan waktu dengan orang lain tidak hanya membuat seseorang tetap sibuk, tetapi juga dapat mengalihkan fokus mereka.

Ada beberapa cara untuk mengurangi kesendirian.

Baca juga: 11 Ciri-ciri Anak Kecanduan Pornografi

Orang dapat bertemu dengan teman atau keluarga, mengikuti kelas musik, atau bergabung dengan gym untuk tetap bersosialisasi dengan orang lain.

5. Olahraga

Olahraga adalah cara yang efektif untuk menurunkan ketegangan dan memfokuskan energi secara positif.

Aktivitas seperti berlari, berenang, dan angkat beban dapat memperkuat tubuh dan melepaskan endorfin yang meningkatkan perasaan nyaman.

Merasa lebih bahagia dan lebih rileks dapat mengurangi keinginan untuk sering melakukan masturbasi.

Baca juga: Bagaimana Olahraga yang Tepat untuk Tingkatkan Daya Tahan Tubuh?

6. Temukan kelompok pendukung

Masturbasi bersifat kompulsif atau berlebih bisa terjadi karena berbagai alasan, seperti:

  • Kondisi kesehatan mental yang tidak diobati
  • Masalah hubungan
  • Pandangan terbatas tentang seksualitas
  • Keterampilan komunikasi seksual atau resolusi konflik yang buruk
  • Perbedaan budaya dalam ekspresi seksual
  • Konflik budaya dan agama

Melansir Health Line, mendapat dukungan dari sekelompok orang yang tepercaya mungkin berguna bagi sebagian orang untuk menghentikan kebiasaan tersebut.

Menemukan kelompok pendukung dapat memberi ruang bagi seseorang yang kecanduan masturbasi untuk mengungkapkan keresahan dan mengembangkan strategi penanggulangan yang positif.

Ketika seseorang berbicara secara terbuka tentang tantangan yang dihadapi, orang lain sangat mungkin dapat membantu mereka merasa diakui.

Hal ini dapat mengurangi perasaan bersalah atau malu yang terkait dengan masturbasi kompulsif.

Baca juga: 5 Penyebab Penis Sulit Penetrasi Saat Bercinta dan Cara Mengatasinya


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X