Kompas.com - 02/10/2020, 16:36 WIB
Ilustrasi anak shutterstockIlustrasi anak

KOMPAS.com - Temper tantrum atau ledakan emosi adalah hal yang wajar terjadi pada anak-anak, terutama saat usia satu hingga lima tahun.

Hal ini bisa terjadi karena sang anak merasa frustasi, lelah, stres atau lapar.

Temper tantrum juga bisa terjadi karena anak ingin mencari perhatian, mendapatkan atau menghindari sesuatu.

Saat tantrum, sang anak bisaberteriak, marah, menangis, meronta-ronta, berguling-guling di lantai atau melempar barang.

Baca juga: Anak-Anak Juga Bisa Terinfeksi Covid-19, Begini Cara Mencegahnya

Bagaimana orangtua harus bersikap saat anak tantrum?

Cara orangtua menyikapi anak tantrum sangat mempengaruhi tumbuh kembang mereka.

Untuk itu, diperlukan langkah yang tepat untuk menangani tantrum pada anak.

Berikut tips mengatasi anak tantrum:

1. Perhatikan pemicunya

Perhatikan apa yang membuat anak tantrum. Bisa jadi, anak tantum karena lapar, lelah, atau merasa tidak enak badan.

Dengan memahami penyebabnya, orangtua akan mampu melakukan antisipasi dan meminimalisir fase tantrum sang anak.

Mengenali situasi pemicu juga akan memungkinkan orangtua mengarahkan sang anak untuk menyalurkan emosinya dengan baik.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.