4 Gejala Awal Diabetes yang Tak Boleh Disepelekan

Kompas.com - 12/10/2020, 06:01 WIB
Ilustrasi haus shutterstockIlustrasi haus

KOMPAS.com – Banyak masyarakat Indonesia terkena penyakit diabetes. Jumlahnya terus meningkat.

Bahkan, sebuah laporan memprediksi pada 2030 mendatang, jumlah penderita diabetes bisa mencapai lebih dari 21 juta jiwa.

Kondisi ini tentu perlu menjadi perhatian bersama.

Baca juga: Kenali Gejala Khusus Diabetes Tipe 1

Pasalnya, selain berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manuaia, penyakit diabetes juga dapat menyebabkan tingginya beban biaya kesehatan masyarakat setiap tahunnya.

Mengenal dan mewaspadai beragam gejala awal diabetes bisa menjadi salah upaya pencegahan atau penanggulangan sejak dini penyakit kronis ini.

Gejala awal diabetes

Gejala diabetes pada orang dewasa biasanya akan timbul secara bertahap, yakni bisa memerlukan waktu berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.

Oleh sebab itu, penyakit diabetes sering kali tak disadari atau terabaikan.

Ketika pasien datang ke dokter, penyakitnya ternyata sudah kronis.

Maka dari itu, deteksi dini penyakit diabetes penting dilakukan, karena jika sampai diabaikan dapat menimbulkan komplikasi lebih lanjut, termasuk kelainan jantung, ginjal, dan stroke.

Melansir WebMD, baik diabetes tipe 1 maupun diabetes tipe 2 memiliki beberapa tanda peringatan yang sama.

Berikut ini adalah beberapa gejala awal diabetes yang perlu diwaspadai:

1. Rasa lapar dan kelelahan berlebih

Tubuh Anda mengubah makanan yang Anda makan menjadi glukosa yang digunakan sel untuk energi.

Baca juga: 7 Penyebab Perut Sering Lapar Padahal Baru Saja Makan

Tapi sel Anda membutuhkan insulin untuk mengambil glukosa.

Jika tubuh Anda tidak menghasilkan cukup insulin atau jika sel Anda menolak insulin yang dibuat tubuh, glukosa tidak dapat masuk ke dalamnya dan Anda tidak memiliki energi.

Kondisi ini bisa membuat Anda lebih lapar dan lebih lelah dari biasanya.

2. Lebih sering kencing dan semakin haus

Rata-rata orang biasanya harus buang air kecil antara 4 dan 7 kali dalam 24 jam, tetapi penderita diabetes mungkin buang air lebih banyak.

Mengapa?

Biasanya, tubuh Anda menyerap kembali glukosa saat melewati ginjal.

Baca juga: Kenali Gejala Khusus Diabetes Tipe 2

Tetapi ketika diabetes mendorong gula darah Anda naik, ginjal Anda mungkin tidak dapat membawa semuanya kembali.

Hal ini menyebabkan tubuh mengeluarkan lebih banyak urine dan itu membutuhkan cairan.

Anda mungkin akan lebih sering buang air kecil.

Karena sering buang air kecil, Anda bisa menjadi sangat haus.

Saat Anda minum lebih banyak, Anda juga akan lebih banyak buang air kecil.

3. Mulut kering dan kulit gatal

Karena tubuh Anda menggunakan cairan untuk buang air kecil, kelembapan untuk hal-hal lain berkurang.

Anda bisa mengalami dehidrasi dan mulut Anda mungkin terasa kering.

Kulit kering yang terjadi juga bisa membuat Anda gatal.

4. Penglihatan kabur

Perubahan kadar cairan dalam tubuh bisa membuat lensa mata membengkak.

Lensa mata dapat berubah bentuk dan tidak bisa fokus.

Baca juga: 8 Penyebab Katarak pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Faktor risiko diabetes

Selain mengenal berbagai gejala awal diabetes, siapa saja juga penting untuk memahami beragam faktor risiko diabetes sebagai langkah antisipasi munculnya penyakit ini.

Melansir Health Line, pemeriksaan penyaring (screening) perlu dilakukan pada setiap orang yang memiliki risiko tinggi terkena diabetes.

Siapa saja orang tersebut?

  • Penderita obesitas
  • Kurang olahraga
  • Menderita kolesterol tinggi
  • Memiliki riwayat diabetes dalam keluarga
  • Wanita dengan melahirkan bayi besar

Baca juga: 5 Makanan Penyebab Diabetes yang Harus Diwaspadai

Pemilik faktor risiko diabetes perlu menyadari betapa pentingnya melakukan pengecekan kesehatan, terutama pemeriksaan gula darah secara rutin.

Jangan sampai pemiliki faktor risiko diabates malas atau enggan melakukan screening diabetes.

Untuk melakukan pemeriksaan laboratorium, seseorang memang diharuskan berpuasa selama 8 jam sebelum tes darah.

Tapi, pemeriksaan ini penting untuk mengantisipasi diabates berkembang.

Seperti diketahui, lebih cepat mengetahui kondisi tubuh, akan lebih baik, karena diabetesnya bisa lebih cepat pula ditangani.

Ketika dinyatakan positif diabetes, seseorang harus memiliki komitmen besar untuk mengendalikan penyakitnya guna menghindari komplikasi lebih lanjut.

Menjaga pola hidup sehat, olahraga teratur, mengatur asupan karbohidrat dan gula, serta mematuhi instruksi pengobatan dari dokter harus dilakukan penderita diabates secara efektif.

Baca juga: Bagaimana Kadar Gula Darah Tinggi Bisa Sebabkan Penyakit Jantung?


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X