Kompas.com - 20/10/2020, 10:38 WIB

70 persen kasus hemofilia tercatat memiliki riwayat keluarga hemofilia, meskipun 30 persen kasus dapat terjadi tanpa ada riwayat keluarga.

Melansir Health Line, gejala hemofilia pada masing-masing orang dapat berbeda.

Tingkat gejala ini tergantung pada tingkat keparahan defisiensi faktor.

Orang dengan defisiensi ringan mungkin tidak akan menunjukan gejala apa pun.

Pada hemofilia ringan, perdarahan kemungkian baru akan sulit berhenti apabila luka yang dialami cukup parah atau setelah menjalani prosedur medis, seperti operasi dan cabut gigi.

Sedangkan orang dengan defisiensi parah mungkin akan mengalami pendarahan tanpa alasan.

Kondisi ini disebut "pendarahan spontan".

Pada anak-anak dengan hemofilia, gejala-gejala ini dapat terjadi mulai sekitar usia 2 tahun.

Baca juga: Berapa Tekanan Darah Normal pada Anak-anak dan Remaja?

Pendarahan spontan dapat menyebabkan gejala hemofilia berikut:

  1. Darah dalam urine
  2. Darah di tinja
  3. Memar yang dalam
  4. Memar besar dan tidak bisa dijelaskan
  5. Pendarahan yang berlebihan
  6. Gusi berdarah
  7. Sering mimisan
  8. Nyeri di persendian
  9. Persendian terasa kencang
  10. Lekas marah (pada anak-anak)

Berbagai gejala di atas sebaiknya tidak disepelekan sebagai bagian dari langkah antisipasi kejadian hemofilia yang dapat menimbulkan komplikasi berbahaya.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.