Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Kesalahpahaman tentang Darah Tinggi yang Perlu Diluruskan

Kompas.com - 27/08/2020, 12:00 WIB
Irawan Sapto Adhi

Penulis

KOMPAS.com – Tekanan darah tinggi adalah kondisi yang tak boleh dibiarkan begitu saja.

Jika tidak ditangani dengan tepat, darah tinggi atau hipertensi dapat menyebabkan komplikasi berbahaya, seperti penyakit jantung dan stroke yang bisa mengancam jiwa.

Keadaan yang disebut hipertensi dalah ketika pembacaan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik di atas 90 mmHg.

Baca juga: 9 Penyebab Darah Tinggi yang Harus Diwaspadai

Sayangnya, kesalahpahaman tentang darah tinggi dapat pula menyebabkan keterlambatan dalam penanganan hipertensi.

Berikut ini beberapa contoh kesalahpahaman darah tinggi yang perlu diluruskan:

1. Menyamakan kurang darah dan darah rendah

Masyarakat awam kiranya sering kali beranggapan kadar hemoglobin rendah, yakni <13 gr/dl untuk pria dan <12 gr/dl untuk wanita menunjukkan adanya hipotensi (tekanan darah rendah).

Padahal, hemoglobin berbeda dengan tekanan darah atau tensi.

Hb rendah sebagai tanda anemia timbul karena jumlah sel darah merah yang membawa oksigen kurang dari normal.

Jika dikaitkan dengan hemoglobin, tekanan darah tinggi adalah kompensasi dari rendahnya hemoglobin.

Tekanan darah bisa sangat rendah apabila terjadi anemia akut akibat perdarahan hebat.

Baca juga: Berapa Tekanan Darah Normal pada Orang Dewasa?

2. Sakit kepala atau pusing selalu dianggap tekanan darah naik

Faktanya, tekanan darah tinggi tidak selalu disertai sakit kepala.

Inilah yang membuat banyak penderita hipertensi terlambat diobati karena tidak timbul gejala.

Saat timbul sakit kepala akibat hipertensi, kondisinya cenderung sudah parah dan timbul komplikasi.

Halaman Berikutnya
Halaman:
Komentar
terkadang, obat hipertensi pun harus berlebihan, wajib melebihi dosis dan jangan ada resep apapun dari dokter. hipertensi pun takkan pernah bisa dicegah dan dikendalikan sama sekali; sebab tuhan-lah yg melarangnya dengan keras.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Wamenlu: Tarif Trump Sepatutnya Digugat Negara Terdampak ke WTO
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau