Kompas.com - 05/11/2020, 16:02 WIB
Ilustrasi menambahkan garam webphotographeerIlustrasi menambahkan garam

KOMPAS.com – Natrium atau sodium yang dapat ditemukan dalam garam termasuk mineral penting yang diperlukan tubuh.

Ada sejumlah manfaat kesehatan yang bisa diberikan natrium.

Beberapa di antaranya, yakni

  • Berperan dalam keseimbangan asam basa cairan tubuh
  • Membantu mempertahankan iritabilitas sel saraf dan sel otot
  • Keseimbangan osmotik cairan ekstraseluler
  • Mengatur osmolaritas dan volume cairan tubuh
  • Penting dalam penyerapan glukosa, kontraksi otot, aktibitas jantung, dan transmisi saraf

Baca juga: 14 Makanan yang Mengandung Natrium Tinggi

Tapi, jika diasup secara berlebihan, natrium bisa menimbulkan masalah kesehatan, seperti tekanan darah tinggi yang pada gilirannya dapat memicu penyakit jantung hingga stroke.

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya penyakit tersebut adalah dengan menerapkan diet rendah garam.

Diet rendah garam di sini dilakukan dengan maksud membatasi asupan garam hingga batas aman.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di Indonesia, sesuai dengan Permenkes No. 30 tahun 2013 tentang Pencantuman Informasi Kandungan Gula, Garam, dan Lemak Serta Pesan Kesehatan Untuk Pangan Olahan dan Pangan Siap Saji, anjuran konsumsi garam adalah 2.000 mg natrium per orang per hari.

Jumlah itu setara dengan garam 1 sendok teh atau 5 gram bahan.

Kebutuhan natrium pada masing-masing orang memang dapat berbeda, tergantung usia dan faktor risiko.

Angka 2.000 mg natrium kiranya bisa digunakan sebagai ambang batas atas konsumsi garam per hari.

Baca juga: Berapa Batas Konsumsi Garam per Hari untuk Cegah Hipertensi?

Seperti diketahui, kekurangan natrium juga bisa berdampak kurang baik bagi tubuh.

Jika kondisi ini terjadi, nilai osmotik cairan ekstraseluler dapat turun, sehingga bisa mengakibatkan terganggunya pengaturan suhu tubuh, kejang otot, kelelahan, kelesuan, mual, muntah, pusing, hingga kelemahan.

Manfaat diet rendah garam

Menerapkan diet rendah garam dapat bermanfaat bagi kesehatan dalam beberapa cara.

Berikut ini beberapa faedahnya:

1. Dapat menurunkan tekanan darah

Seperti disebutkan di atas, diet rendah natrium dapat membantu menurunkan tekanan darah.

Melansir Health Line, penelitian telah menunjukkan bahwa transisi ke diet rendah natrium dapat menyebabkan perubahan kecil, namun signifikan pada tekanan darah, terutama pada orang dengan kadar tinggi.

Baca juga: Berapa Tekanan Darah Normal pada Orang Dewasa?

Sebuah tinjauan dari 34 penelitian menunjukkan bahwa pengurangan asupan garam selama empat minggu atau lebih menyebabkan penurunan tekanan darah yang signifikan pada orang dengan tingkat tinggi dan normal.

Pada partisipan dengan tekanan darah tinggi, rata-rata penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik masing-masing adalah 5,39 mmHg dan 2,82 mmHg.

Sementara itu, sebagai perbandingan, orang dengan tekanan darah normal menunjukkan penurunan tekanan darah sistolik 2,42 mmHg dan penurunan 1,00 mmHg dalam tekanan darah diastolik.

2. Dapat membantu mengurangi risiko kanker

Diet tinggi garam telah dikaitkan dengan jenis kanker tertentu, termasuk kanker perut atau kanker lambung.

Sebuah tinjauan terhadap 76 studi di lebih dari 6.300.000 orang menemukan bahwa untuk setiap peningkatan lima gram garam makanan per hari dari makanan olahan tinggi garam, risiko terkena kanker perut meningkat sebesar 12 persen. 

Penelitian telah menunjukkan bahwa diet tinggi garam dapat merusak lapisan mukosa lambung dan meningkatkan peradangan dan pertumbuhan bakteri H. pylori, yang semuanya dapat meningkatkan risiko kanker lambung.

Di sisi lain, diet rendah makanan olahan tinggi sodium dan kaya buah-buahan dan sayuran dikaitkan dengan risiko kanker perut yang lebih rendah.

Baca juga: 9 Makanan Pantangan Darah Tinggi yang Perlu Dihindari

3. Dapat meningkatkan kualitas diet

Banyak makanan tidak sehat yang sangat tinggi natrium.

Makanan cepat saji, makanan kemasan dan makanan beku tidak hanya sarat dengan garam tetapi juga cenderung tinggi lemak dan kalori tidak sehat.

Sering mengonsumsi makanan ini telah dikaitkan dengan kondisi kesehatan seperti obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.

Pada diet rendah natrium, makanan tinggi garam ini dilarang yang pada giliranya dapat meningkatkan kualitas diet secara keseluruhan.

Baca juga: 3 Cara Mengukur Obesitas, Mana yang Terbaik?

4. Baik untuk penderita penyakit ginjal

Diet rendah sodium adalah beberapa diet yang paling umum digunakan di rumah sakit.

Ini karena penelitian menunjukkan bahwa membatasi natrium dapat membantu mengontrol atau memperbaiki kondisi medis tertentu, seperti penyakit ginjal.

Penyakit ginjal, seperti penyakit ginjal kronis atau gagal ginjal dapat berdampak negatif pada fungsi ginjal.

Ketika ginjal terganggu, organ ini tidak dapat secara efektif menghilangkan kelebihan natrium atau cairan dari tubuh.

Jika kadar natrium dan cairan menjadi terlalu tinggi, tekanan terbentuk dalam darah, yang dapat menyebabkan kerusakan lebih lanjut pada ginjal yang sudah rusak.

Untuk alasan ini, The National Kidney Foundation merekomendasikan agar semua orang dengan penyakit ginjal kronis dapat membatasi asupan natrium kurang dari 2 gram (2.000 mg) per hari.

Sebuah tinjauan terhadap 11 studi pada orang dengan penyakit ginjal kronis menemukan bahwa pembatasan natrium sedang secara signifikan mengurangi tekanan darah dan protein dalam urin (penanda kerusakan ginjal).

Baca juga: Bagaimana Diabetes Bisa Sebabkan Gagal Ginjal?

5. Mendukung kesehatan penderita penyakit jantung

Melansir WebMD, diet rendah natrium biasanya juga direkomendasikan bagi mereka yang memiliki penyakit jantung, termasuk gagal jantung.

Ketika jantung terganggu, fungsi ginjal menurun, yang dapat menyebabkan retensi natrium dan air.

Makan terlalu banyak garam dapat menyebabkan kelebihan cairan pada penderita gagal jantung dan menyebabkan komplikasi yang berbahaya, seperti sesak napas.

Untuk ini, orang dengan gagal jantung ringan disarankan untuk dapat membatasi asupan natrium hingga 3.000 mg per hari.

Sedangkan mereka yang mengalami gagal jantung sedang hingga berat, harus mengurangi asupannya tidak lebih dari 2.000 mg setiap hari.

Baca juga: 4 Gejala Penyakit Jantung Koroner yang Perlu Diwaspadai

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Nyeri Mata

Nyeri Mata

Penyakit
Tanda-Tanda Si Kecil Siap Memulai MPASI

Tanda-Tanda Si Kecil Siap Memulai MPASI

Health
Kutil

Kutil

Penyakit
7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Amnesia

Amnesia

Penyakit
9 Penyebab Sering Berdeham, Termasuk Bisa Jadi Gejala Penyakit

9 Penyebab Sering Berdeham, Termasuk Bisa Jadi Gejala Penyakit

Health
Mitos atau Fakta, Sering Marah Bikin Darah Tinggi?

Mitos atau Fakta, Sering Marah Bikin Darah Tinggi?

Health
Hepatitis D

Hepatitis D

Penyakit
16 Gejala Laryngopharyngeal Reflux (LPR) yang Perlu Diwaspadai

16 Gejala Laryngopharyngeal Reflux (LPR) yang Perlu Diwaspadai

Health
Keseleo

Keseleo

Penyakit
6 Pantangan Makanan Setelah Sunat

6 Pantangan Makanan Setelah Sunat

Health
11 Gejala Kecemasan pada Anak yang Tidak Boleh Disepelekan

11 Gejala Kecemasan pada Anak yang Tidak Boleh Disepelekan

Health
12 Cara Mengobati Ambeien Berdarah secara Alami, Obat, dan Operasi

12 Cara Mengobati Ambeien Berdarah secara Alami, Obat, dan Operasi

Health
Hamil di Atas Usia 35 Tahun Berisiko Tinggi, Begini Cara agar Tetap Sehat

Hamil di Atas Usia 35 Tahun Berisiko Tinggi, Begini Cara agar Tetap Sehat

Health
Infeksi Payudara

Infeksi Payudara

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.