Kompas.com - 30/11/2020, 08:06 WIB
Ilustrasi sakit perut shutterstockIlustrasi sakit perut

KOMPAS.com – Jika Anda sudah lama mengalami sembelit atau susah buang air besar (BAB), Anda perlu mencari tahu penyebabnya.

Apabila ada masalah dengan cara kerja saluran usus bawah (usus besar, rektum, dan anus), Anda berarti mengalami “sembelit fungsional”.

Namun, jika bukan itu masalahnya, Anda bisa mengalami “sembelit sekunder”.

Baca juga: Susah BAB Saat Liburan? Simak 4 Solusi Berikut

Artinya, susah BAB ini disebabkan oleh obat yang dikonsumsi atau adanya masalah medis tertentu.

Lantas, susah buang air besar gejala penyakit apa saja?

1. Sindrom iritasi usus besar

Gejala sembelit penting dikenali untuk mendukung upaya diagnosis dini dan pengobatan sesegera mungkin gangguan pencernaan ini.

Irritable bowel syndrome (IBS) atau sindrom iritasi usus besar dapat menyebabkan sakit perut, gas, perut kembung, dan perubahan kebiasaan buang air kecil.

Melansir WebMD, jika Anda menderita sindrom iritasi usus besar dengan susah BAB, Anda mungkin akan memperhatikan bahwa gejala Anda bisa kambuh dan kemudian kebiasaan buang air besar dapat normal kembali.

Terkadang, diare saat buang air besar juga bisa terjadi pada kasus sindrom iritasi usus besar.

2. Diabetes

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.