Kompas.com - 01/12/2020, 08:08 WIB
ilustrasi minum kopi shutterstockilustrasi minum kopi

KOMPAS.com - Sejumlah orang mengeluhkan jantungnya terasa berdebar-debar setelah minum kopi.

Setelah menyeruput kopi, orang yang lebih sensitif terhadap kafein ini merasakan detak jantungnya terasa lebih cepat.

Tak hanya jantung berdebar, terkadang mereka juga merasa stres sampai kelelahan.

Baca juga: 5 Cara Agar Bisa Tidur setelah Minum Kopi

Penyebab kenapa jantung berdebar setelah minum kopi ini sebenarnya cukup beralasan.

Melansir Live Strong, asupan berkafein seperti kopi, teh, cokelat, soda, dan minuman berenergi mengandung bahan kimia yang memiliki efek stimulan.

Saat mengonsumsi asupan berkafein, sistem saraf pusat jadi terstimulasi agar lebih waspada.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dampaknya, sejumlah orang jadi merasa lebih fokus, konsentrasi, antusias, gugup, jantung berdebar, terkadang pusing, dan sakit kepala.

Reaksi kafein tersebut bisa berbeda-beda antara satu orang dengan yang lainnya, tergantung biasa atau tidaknya seseorang mengonsumsi kafein atau minum kopi.

Ada yang cuma mengalami gejala ringan. Beberapa bisa sampai mengalami gejala yang parah.

Jika Anda mengalami jantung berdebar setelah minum kopi, terdapat beberapa cara sederhana untuk menghilangkannya.

Baca juga: Mual Setelah Minum Kopi, Begini Baiknya...

Melansir Healthline, berikut cara mengatasi jantung berdebar setelah minum kopi:

1. Lakukan relaksasi

IlustrasiShutterstock Ilustrasi
Beberapa jenis relaksasin seperti meditasi, tai chi, atau yoga bisa membantu menurunkan hormon adrenalin yang melonjak karena efek stimulan kafein.

Cara melakukan relaksasi sederhana bisa dengan duduk bersila, lalu pejamkan mata perlahan, sambil tarik napas perlahan lewat hidung, dan keluarkan lewat mulut.

Fokuskan pikiran pada napas dan lakukan pernapasan dalam ini selama beberapa saat sampai Anda lebih rileks dan detak jantung melambat.

2. Minum air putih

Cara mengatasi jantung berdebar setelah minum kopi lainnya yakni minum cukup air putih. Begitu merasakan detak jantung lebih cepat, segera minum air putih.

Kekurangan cairan atau dehidrasi dapat memperparah jantung berdebar.

Saat dehidrasi darah semakin kental, jantung perlu bekerja ekstra keras, dan memicu detak jantung lebih cepat.

Baca juga: Minum Kopi Saat Perut Kosong Bahayakan Kesehatan, Mitos atau Fakta?

3. Jaga keseimbangan elektrolit

Ilustrasi sayuran hijau Ilustrasi sayuran hijau
Elektrolit membantu memindahkan sinyal listrik ke seluruh tubuh. Beberapa elektrolit yang menunjang kinerja jantung antara lain kalium, kalsium, magnesium, dan sodium.

Sebagian besar elektrolit ini paling banyak ditemukan dalam makanan.

Makanan sumber kalium antara lain alpukat, pisang, ubi jalar, dan bayam.

Sedangkan asupan kalsium dapat ditemukan dalam sayuran berdaun gelap, susu, dan produk susu.

Sayuran berdaun hijau juga termasuk makanan sumber magnesium bersama dengan kacang-kacangan dan ikan. Sedangkan natrium diperoleh dari garam.

Hindari sembarangan mengonsumsi suplemen elektrolit untuk menjaga keseimbangan elektrolit. Dapatkan dari sumber alami seperti makanan.

Baca juga: 5 Efek Minum Kopi Setiap Hari pada Kesehatan

4. Batasi stimulan

Cara mengatasi jantung berdebar setelah minum kopi juga perlu membatasi stimulan.

Tak hanya kopi, stimulan juga bisa berasal dari teh, cokelat, soda, minuman berenergi, rokok, alkohol, sampai obat yang mengandung kafein.

Efek kafein seperti jantung berdebar setelah minum kopi umumnya baru terasa saat dosisnya berlebihan.

Agar tidak berdampak buruk bagi kesehatan, minum kopi baiknya tidak lebih dari 400 miligram kafein, atau setara tiga sampai empat cangkir kopi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Cara Mengobati Penyakit Kantung Empedu

3 Cara Mengobati Penyakit Kantung Empedu

Health
Pendarahan Pasca Melahirkan

Pendarahan Pasca Melahirkan

Penyakit
Yang Sebaiknya Dilakukan Saat Mata Terkena Cairan Hand Sanitizer

Yang Sebaiknya Dilakukan Saat Mata Terkena Cairan Hand Sanitizer

Health
Penyakit Addison

Penyakit Addison

Penyakit
11 Cara Menjaga Kesehatan Mata yang Baik Diperhatikan

11 Cara Menjaga Kesehatan Mata yang Baik Diperhatikan

Health
8 Penyebab Selangkangan Hitam, Bisa Terkait Penyakit

8 Penyebab Selangkangan Hitam, Bisa Terkait Penyakit

Health
3 Gejala Ejakulasi Dini yang Perlu Diperhatikan

3 Gejala Ejakulasi Dini yang Perlu Diperhatikan

Health
Penis Gatal

Penis Gatal

Penyakit
9 Bahaya Obesitas yang Perlu Diwaspadai

9 Bahaya Obesitas yang Perlu Diwaspadai

Health
Premenstrual Syndrome (PMS)

Premenstrual Syndrome (PMS)

Penyakit
Vitiligo pada Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Menyembuhkannya

Vitiligo pada Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Menyembuhkannya

Health
Gangguan Pendengaran

Gangguan Pendengaran

Penyakit
Apakah Flu Penyakit yang Berbahaya?

Apakah Flu Penyakit yang Berbahaya?

Health
Fenilketonuria

Fenilketonuria

Penyakit
Apakah Demam Berdarah (DBD) Menular?

Apakah Demam Berdarah (DBD) Menular?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.