Kompas.com - 03/12/2020, 17:01 WIB

Kapan gejala autisme pada anak tampak?

Melansir Mayo Clinic, beberapa anak mulai menunjukkan ciri-ciri autis sejak bayi.

Beberapa tanda-tandanya antara lain kurangnya kontak mata, minimnya respons saat namanya disebut, atau bayi tidak pernah berinteraksi dengan orangtua atau pengasuhnya.

Ada juga bayi yang sekilas tampak seperti anak kebanyakan selama beberapa bulan atau tahun, lalu tiba-tiba anak menjadi agresif dan kehilangan keterampilan berkomunikasi.

Umumnya, ciri-ciri anak autis mulai terlihat saat usia mereka menginjak dua tahun.

Setiap anak dengan autisme memiliki pola perilaku, interaksi, dan gangguan fungsi yang unik.

Terkadang, anak autis mengalami gangguan belajar. Sedangkan anak autis lain memiliki tingkat kecerdasan di atas rata-rata.

Walaupun bisa belajar dengan cepat, mereka memiliki kesulitan untuk mengomunikasikan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Mereka juga sulit beradaptasi dengan sekitarnya.

Mengingat gejala autisme pada setiap anak unik, tingkat keparahan autisme sulit ditentukan.

Berikut penjelasan lebih lanjut terkait gejala autisme dari beberapa aspek.

Baca juga: Apakah Mimisan pada Anak Berbahaya?

Gejala autisme dari aspek komunikasi dan interaksi sosial

Ciri-ciri anak autis atau orang autis biasanya dapat dikenali dari caranya berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain. Beberapa tandanya yakni:

  • Tidak merespons saat namanya dipanggil, atau tampak tidak mendengarkan ketika diajak berbicara
  • Menolak pelukan dan sentuhan, lebih suka bermain sendiri, punya dunia sendiri
  • Sulit melakukan kontak mata dan tidak bisa mengekspresikan wajah
  • Tidak lancar berbicara, mengalami keterlambatan bicara, sampai kehilangan kemampuan mengucapkan kata atau kalimat
  • Tidak bisa memulai obrolan, sulit diajak berbincang, hanya mau berbicara saat meminta suatu hal atau mengutarakan keinginan
  • Nada bicara tidak wajar dan terkadang menggunakan ritme yang tidak lazim seperti nyanyian, menirukan robot, atau suara lain
  • Kerap mengulangi kata atau frasa, tetapi tidak memahami cara menggunakannya
  • Tidak mudah memahami pertanyaan atau petunjuk sederhana
  • Tidak dapat mengungkapkan emosi dan perasaan, atau tidak dapat menyadari perasaan orang lain
  • Interaksi sosial tidak normal seperti terlalu pasif, terlalu agresif, atau mengganggu
  • Susah mengenali isyarat nonverbal seperti menafsirkan ekspresi wajah, sinyal tubuh, atau nada suara orang lain

Baca juga: Vitamin C untuk Anak: Manfaat, Dosis, Tanda Kekurangan

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.