Kompas.com - 06/12/2020, 10:10 WIB
Ilustrasi nyeri otot lzfIlustrasi nyeri otot

KOMPAS.com - Sejumlah orang kerap mengeluhkan nyeri otot atau beberapa bagian tubuhnya terasa sakit setelah berolahraga.

Kondisi ini tak jarang mengganggu aktivitas sehari-hari dan terkadang membuat orang jadi enggan kembali berolahraga. Terlebih jika nyeri otot sampai menimbulkan memar.

American College of Sports Medicine (ACMS) menyebut nyeri otot setelah olahraga ini sebagai delayed onset muscle soreness (DOMS).

Baca juga: 6 Variasi Olahraga untuk Mengecilkan Perut Buncit

Melansir Live Science, nyeri otot setelah olahraga dapat terjadi karena berbagai kondisi.

Di antaranya saat melakukan olah fisik setelah rehat latihan dalam waktu yang cukup lama, mencoba gerakan baru, atau dosis latihan ditambah.

Perubahan aktivitas fisik ini dapat menyebabkan kontraksi otot. Dampaknya, muncul robekan mikroskopis di sepanjang otot dan sekitar jaringan ikat.

Robekan kecil pada jaringan otot ini sebenarnya tidak menimbulkan nyeri. Rasa sakit yang dirasakan justru berasal dari efek samping saat proses perbaikan otot.

Setelah otot robek, muncul peradangan dan penumpukan kalsium. Bersamaan dengan proses tersebut, sistem daya tahan tubuh bekerja untuk memperbaiki sel tubuh yang rusak.

Gejala tidak nyaman terkait nyeri otot bisa berlangsung tiga hari selang olahraga. Ada kalanya, nyeri otot disertai gejala sesak napas, demam, lemas, hingga leher kaku.

Apabila nyeri otot setelah berolahraga terasa parah, ada baiknya Anda segera berkonsultasi ke dokter. Hal itu bisa jadi tanda cedera.

Baca juga: Olahraga Sebelum Tidur Sebabkan Insomnia, Mitos atau Fakta?

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X