Kompas.com - 07/12/2020, 08:05 WIB
Ilustrasi norovirus menyebabkan sakit pada saluran pencernaan, ditandai dengan diare, mual, muntah dan sakit pada perut. SHUTTERSTOCKIlustrasi norovirus menyebabkan sakit pada saluran pencernaan, ditandai dengan diare, mual, muntah dan sakit pada perut.

KOMPAS.com - Gastritis adalah kondisi ketika lapisan kulit dalam lambung mengalami peradangan atau pembengkakan.

Oleh sebab itu, gastritis kerap juga disebut sebagai radang lambung.

Minum terlalu banyak alkohol, penggunaan obat pereda nyeri secara berlebihan, dan infeksi bakteri Helicobacter pylori, semuanya dapat menjadi penyebab gastritis.

Baca juga: 6 Penyebab Gastritis dan Cara Mengatasinya

Sementara itu, gejala umum gastritis meliputi:

  • Mual
  • Muntah
  • Sensasi menggerogoti dan panas di perut perut bagian atas yang bisa menjadi lebih buruk atau lebih baik dengan makan

Kebanyakan penderita gastritis dapat mengobati penyakitnya dan meredakan gejalannya.

Ada kalanya gastritis membuat penderitanya harus pergi ke dokter dan membuat rencana pengobatan.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

Bagikan artikel-artikel Health yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

8 Cara Mengatasi Gastritis Secara Alami
Gastritis bisa menumbulkan sejumlah komplikasi berbahaya, maka kenali cara mengatasi penyakit ini secara alami yang bisa dilakukan.
Bagikan artikel ini melalui

Namun, ada juga cara untuk meredakan gastritis dengan pengobatan rumahan.

Berikut ini adalah beragam cara mengatasi gastritis secara alami yang bisa dicoba:

1. Lakukan diet anti-inflamasi

Gastritis menjadi aktif ketika sistem pencernaan dibebani dan lapisan perut Anda meradang.

Oleh sebab itu, Anda perlu memilih untuk makan makanan yang dapat mengurangi peradangan dan menghindari makanan yang bisa memicu iritasi lapisan perut.

Baca juga: 6 Makanan Penyebab Peradangan yang Perlu Diwaspadai

Melansir Health Line, makanan pemicu gastritis dapat berbeda antara satu orang dengan orang lainnya.

Dengan begitu, membuat jurnal makanan selama seminggu dapat membantu Anda mengidentifikasi dengan tepat makanan apa yang ternyata dapat membuat gastritis Anda kambuh.

Secara umum, berikut ini adalah makanan yang cenderung dapat membuat selaput lendir yang melapisi lambung bisa mengalami peradangan:

  • Makanan yang banyak diproses dan diawetkan
  • Makanan dengan kandungan gluten tinggi
  • Makanan yang bersifat asam, makanan olahan susu
  • Makanan tinggi gula

Penelitian yang diterbitkan NIH pada 2016, menunjukkan bahwa menambahkan kecambah brokoli dan blueberry segar ke dalam menu makanan, dapat mendorong tubuh untuk melawan gastritis.

Baca juga: Alasan Konsumsi Gula Bisa Sebabkan Peradangan di Tubuh

Sementara, menurut laporan kasus, jika ada alergi gluten potensial, berupaya melakukan diet bebas gluten dapat mengurangi gejala gastritis pada seseorang.

2. Konsumsi ekstrak bawang putih

Sedikitnya 50 persen populasi dunia sudah memiliki H. pylori, strain bakteri yang menyebabkan gastritis di saluran pencernaan.

Jika gastritis disebabkan oleh H. pylori, ekstrak bawang putih dapat membantu menyingkirkan bakteri tersebut.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal FEMS Immunol Med Microbiol pada 1996 menunjukkan bahwa mengonsumsi ekstrak bawang putih adalah cara yang efektif untuk membunuh bakteri H. pylori.

Untuk manfaat ini, Anda dapat menghancurkan bawang putih mentah dan meminum ekstrak yang dihasilkan dengan sendok teh atau Anda dapat membeli ekstrak bawang putih yang telah berusia beberapa bulan (pilihan yang berpotensi lebih efektif).

Sebuah tinjauan penelitian pada 2018 menunjukkan manfaat dari mengonsumsi bawang putih, termasuk pengurangan kanker pada sistem pencernaan. Tetapi, karya ilmiah tersebut mengungkap belum cukup ada bukti untuk mengatakan bahwa bawang putih mengurangi bakteri H. pylori.

Baca juga: Jangan Disepelekan, Ini 6 Manfaat Luar Biasa Konsumsi Bawang Putih

3. Konsumsi makanan yang mengandung probiotik

Probiotik dapat meningkatkan kesehatan pencernaan dan menjaga pergerakan usus tetap teratur.

Mengonsumsi suplemen probiotik akan memasukkan bakteri baik ke saluran pencernaan yang seharusnya dapat menghentikan penyebaran H. pylori dan membantu memulai proses penyembuhan usus.

Sebagai alternatif, Anda juga bisa mengonsumsi makanan fermentasi yang mengandung probiotik, seperti:

  • Kimchi
  • Kombucha
  • Yogurt
  • Kefir

Baca juga: 9 Makanan yang Mengandung Probiotik untuk Sehatkan Pencernaan

4. Konsumsi teh hijau dengan madu

Minum teh hijau dengan madu manuka khususnya, memiliki beberapa manfaat potensial untuk penyembuhan gastritis.

Sebuah studi yang telah diterbitkan dalam jurnal Diagnostic Microbiology and Infectious Disease pada 2015 menunjukkan perbedaan yang signifikan pada penderita gastritis yang minum teh dengan madu hanya sekali seminggu.

Madu manuka juga telah terbukti memiliki sifat antibakteri yang secara efektif mengendalikan H. pylori.

5. Minyak esensial

Beberapa minyak esensial telah ditemukan memiliki efek pada pertumbuhan berlebih bakteri H. pylori, menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Antimicrob Agents Chemothe pada 2003.

Minyak yang berasal dari serai dan lemon verbena secara khusus dipelajari dan diketahui memiliki efek positif pada ketahanan tikus terhadap kolonisasi H. pylori dalam tes laboratorium.

Minyak lain yang dapat memberikan efek positif pada sistem pencernaan termasuk peppermint, jahe, dan cengkeh.

Namun perlu diingat, bahwa sebagian besar minyak esensial tidak diuji untuk dikonsumsi manusia. Jadi, berhati-hatilah saat menggunakan bahan ini.

Pada manusia, minyak atsiri dimaksudkan untuk dihirup dengan alat diffuser atau dicampur dengan minyak pembawa dan dioleskan ke kulit.

Baca juga: 10 Penyebab Sakit Perut di Pagi Hari dan Cara Mengatasinya

6. Makan dengan porsi kecil

Gejala gastritis tidak hanya diperburuk oleh apa yang Anda makan.

Gejala penyaki ini juga dapat diperburuk oleh cara Anda makan.

Saat Anda menderita gastritis, penting untuk membuat proses pencernaan semudah mungkin untuk lambung dan usus Anda.

Saat Anda makan besar, saluran pencernaan Anda stres karena harus mengubah semua makanan itu menjadi energi dan limbah.

Itulah mengapa makan dengan porsi kecil sepanjang hari diyakini dapat meredakan gejala gastritis.

Baca juga: 21 Penyebab Sakit Perut Setelah Makan

7. Perubahan gaya hidup

Gastritis adalah salah satu faktor risiko untuk penyakit kanker perut.

Jadi, sangat penting untuk menyadari pilihan gaya hidup Anda jika Anda mengalaminya.

Melansir Medical News Today, penting bagi Anda untuk hindari merokok dan penggunaan obat penghilang rasa sakit yang berlebihan untuk mengatasi gastritis.

Pasalnya, merokok dapat merusak lapisan perut seseorang dan juga meningkatkan risiko seseorang terkena kanker perut.

Mengonsumsi terlalu banyak obat pereda nyeri yang dijual bebas, seperti aspirin atau ibuprofen, juga dapat merusak lapisan lambung dan memperburuk gastritis.

Selain itu, Anda mungkin perlu untuk menurunkan berat badan hingga mencapai angka ideal.

8. Mengurangi stres

Stres dapat menyebabkan kambuhnya gastritis.

Oleh sebab itu, mengurangi tingkat stres adalah cara penting untuk membantu mengelola kondisi tersebut.

Teknik manajemen stres yang bisa dilakukan, meliputi:

  • Pijat
  • Meditasi
  • Yoga
  • Latihan pernapasan

Baca juga: Beda Gejala Sakit Perut Akibat Virus dan Keracunan Makanan

Kapan harus ke dokter?

Ada gejala gastritis yang tidak boleh Anda abaikan atau coba obati di rumah dalam jangka panjang.

Melansir Mayo Clinic, jika Anda mengalami serangan gastritis yang berlangsung lebih dari seminggu, beri tahu dokter segera.

Begitu juga jika Anda mengalami muntah darah atau terdapat darah di tinja, Anda harus lekas menghubungi dokter atau segera mencari pertolongan medis untuk mengetahui penyebabnya.

Baca juga: 5 Penyebab Sakit Perut di Malam Hari


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kurap

Kurap

Penyakit
7 Penyebab Air Liur Terasa Pahit dan Cara Mengatasinya

7 Penyebab Air Liur Terasa Pahit dan Cara Mengatasinya

Health
Takikardia

Takikardia

Penyakit
6 Gejala Pengentalan Darah sesuai Lokasinya

6 Gejala Pengentalan Darah sesuai Lokasinya

Health
Halusinasi

Halusinasi

Penyakit
6 Makanan Penyebab Kanker Payudara yang Sebaiknya Dihindari

6 Makanan Penyebab Kanker Payudara yang Sebaiknya Dihindari

Health
Parkinsonisme

Parkinsonisme

Penyakit
6 Ciri-ciri Benjolan Kanker Payudara

6 Ciri-ciri Benjolan Kanker Payudara

Health
Lipoma

Lipoma

Penyakit
Cedera Kepala, Kapan Perlu Waspada?

Cedera Kepala, Kapan Perlu Waspada?

Health
Gigi Kecil (Microdontia)

Gigi Kecil (Microdontia)

Penyakit
Hari Cuci Tangan Sedunia, Ingat 6 Cara Cuci Tangan yang Benar

Hari Cuci Tangan Sedunia, Ingat 6 Cara Cuci Tangan yang Benar

Health
Katarak

Katarak

Penyakit
6 Cara Sehat Gunakan Gadget

6 Cara Sehat Gunakan Gadget

Health
7 Cara Jaga Kesehatan Mental Anak di Masa Pandemi

7 Cara Jaga Kesehatan Mental Anak di Masa Pandemi

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X