Kompas.com - 07/12/2020, 10:04 WIB
Ilustrasi karbohidrat SHUTTERSTOCKIlustrasi karbohidrat

KOMPAS.com – Pernahkah Anda mendapat saran untuk tidak mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat secara berlebih karena dikhawatirkan bisa menjadi penyebab diabetes?

Jika pernah, sebaiknya Anda mengikuti nasihat tersebut.

Pasalnya, konsumsi karbohidrat berlebih dan terlalu sering memang dapat memicu diabetes.

Baca juga: 13 Makanan yang Mengandung Karbohidrat Tinggi tapi Menyehatkan

Lantas, bagaimana karbohidrat bisa menyebabkan diabetes?

Melansir Medical News Today, ketika seseorang mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, sistem pencernaan akan memecah sebagian karbohidrat tersebut menjadi glukosa.

Glukosa ini kemudian masuk ke dalam darah dan meningkatkan kadar gula darah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat kadar glukosa darah naik, sel beta di pankreas melepaskan insulin.

Insulin adalah hormon yang membuat sel di dalam tubuh menyerap gula darah untuk energi atau penyimpanan.

Saat sel menyerap gula darah, kadar gula darah mulai turun.

Ketika kadar gula darah turun di bawah titik tertentu, sel alfa di pankreas melepaskan glukagon.

Glukagon sendiri adalah hormon yang membuat hati melepaskan glikogen, gula yang disimpan di hati.

Singkatnya, insulin dan glukagon membantu menjaga kadar gula darah secara teratur dalam sel, terutama sel otak.

Insulin bertugas menurunkan kadar glukosa darah berlebih, sementara glukagon menaikkan kembali kadar glukosa ketika terlalu rendah.

Baca juga: Alasan Konsumsi Gula Bisa Sebabkan Peradangan di Tubuh

Jika kadar glukosa darah naik terlalu cepat, terlalu sering, sel-sel pada akhirnya bisa rusak dan tidak merespons instruksi insulin dengan baik.

Seiring waktu, sel membutuhkan lebih banyak insulin untuk bereaksi. Kondisi ini dapat disebut sebagai resistensi insulin.

Setelah memproduksi insulin tingkat tinggi selama bertahun-tahun, sel beta di pankreas bisa rusak. Produksi insulin pun menurun dan bahkan bisa berhenti sama sekali.

Efek resistensi insulin

Resistensi insulin dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk:

  • Hipertensi atau tekanan darah tinggi
  • Kadar lemak darah tinggi atau trigliserida
  • Rendahnya tingkat kolesterol baik atau high-density lipoprotein (HDL)
  • Penambahan berat badan
  • Berbagai penyakit kronis

Baca juga: 5 Makanan Penyebab Diabetes yang Harus Diwaspadai

Berbagai keadaan tersebut dikenal sebagai sindrom metabolik dan dikaitkan dengan diabetes tipe 2.

Cara mengurangi risiko sindrom metabolik

Merangkum Health Line, mengontrol kadar gula darah dalam jangka panjang dapat mengurangi kemungkinan mengembangkan sindrom metabolik.

Beberapa cara yang baik dilakukan, yakni:

  • Mengkonsumsi karbohidrat alami
  • Pola tidur yang baik
  • Olahraga rutin

Karbohidrat alami yang terkandung dalam buah-buahan, sayur, polong-polongan, dan biji-bijian cenderung lebih lambat masuk ke aliran darah dibandingkan dengan karbohidrat pada makanan olahan.

Karbohidrat dalam makanan cepat saji dan olahan dapat menyebabkan seseorang lebih cepat merasa lapar lagi karena bisa menyebabkan kadar glukosa dan produksi insulin melonjak dengan cepat.

Sedangkan, makanan alami yang mengandung karbohidrat cenderung tidak memiliki efek tersebut.

Baca juga: 3 Bahaya Konsumsi Karbohidrat Berlebih

Jadi, untuk kesehatan yang lebih baik, batasi konsumsi karbohidrat dan pilihlah karbohidrat yang berasal dari makanan alami yang belum diolah, seperti buah, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, dan beberapa sereal tertentu.

Makanan ini juga cenderung mengandung beragam vitamin, mineral, serat, dan fitonutrien penting lain yang berguna bagi kesehatan.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

9 Gejala Kekurangan Natrium yang Perlu Diwaspadi

9 Gejala Kekurangan Natrium yang Perlu Diwaspadi

Health
Intoleransi Laktosa

Intoleransi Laktosa

Penyakit
3 Manfaat Kesehatan Jahe yang Sayang Dilewatkan

3 Manfaat Kesehatan Jahe yang Sayang Dilewatkan

Health
Cacar Monyet

Cacar Monyet

Penyakit
 4 Cara Mengatasi Kelopak Mata Beda Sebelah yang Aman

4 Cara Mengatasi Kelopak Mata Beda Sebelah yang Aman

Health
Buta Warna

Buta Warna

Penyakit
13 Penyebab Air Liur Meningkat yang Perlu Diwaspadai

13 Penyebab Air Liur Meningkat yang Perlu Diwaspadai

Health
Cedera Tendon Achilles

Cedera Tendon Achilles

Penyakit
Henti Jantung Mendadak

Henti Jantung Mendadak

Penyakit
Kenali Apa itu Epilepsi, Gejala, dan Penyebabnya

Kenali Apa itu Epilepsi, Gejala, dan Penyebabnya

Health
Amaurosis Fugax

Amaurosis Fugax

Health
4 Jenis Darah Rendah yang Bisa Terjadi

4 Jenis Darah Rendah yang Bisa Terjadi

Health
Alzheimer

Alzheimer

Penyakit
7 Cara Menurunkan Kolesterol Tinggi pada Penderita Diabetes

7 Cara Menurunkan Kolesterol Tinggi pada Penderita Diabetes

Health
Paraplegia

Paraplegia

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.