Kompas.com - 25/12/2020, 12:00 WIB
Ilustrasi omelet telur. Dok. Shutterstock/SIAMIONAU PAVELIlustrasi omelet telur.

KOMPAS.com - Telur adalah salah satu jenis makanan sangat bergizi yang bisa diakses hampir semua kalangan. Harga telur tergolong murah tapi kandungan gizinya tidak murahan.

Telur mengandung sedikit kalori tapi memiliki protein, vitamin, lemak sehat, mineral, dan banyak senyawa sehat lainnya.

Dengan berbagai kandungan yang dimiliki, mengonsumsi telur dapat membuat kita merasakan berbagai manfaat kesehatan kandungan gizi tersebut. Dalam mengonsumsi telur, tentu tidak dapat terlepas dari cara memasak bahan pangan yang satu ini.

Baca juga: Sarapan Telur Rebus untuk Diet, Bagaimana Baiknya?

Memasak telur membuat bahan pangan ini aman untuk dimakan karena terbebas dari bakteri berbahaya. Beberapa metode memasak telur yang umum dilakukan adalah rebus, metode penguahan/ceplok air, panggang, goreng, dan orak-arik.

Memasak telur memudahkan penyerapan nutrisi

Selain membuat terbebas dari bakteri jahat, memasak telur membuat nutrisi-nutrisinya mudah diserap tubuh Anda.

Studi dari National Center for Biotechnology Information (NCBI) menyatakan saat mengonsumsi telur yang sudah dimasak, tubuh menyerap 91 pesen protein yang dikandung.

Sebaliknya, saat mengonsumsi telur mentah, tubuh hanya mampu menyerap 51 persen protein yang dikandung.

Panas membuat protein telur mengalami perubahan struktural. Protein dalam telur mentah terpisah satu sama lain. Masing-masing protein terbentuk dalam struktur ikatan yang rumit dan kompleks.

Saat telur dimasak, saat protein mengalami pemanasan, stuktur ikatan setiap protein pecah. Sehingga kemudian masing-masing protein membuat ikatan baru dengan protein lain di sekitarnya. Struktur ikatan baru ini membuat protein lebih mudah dicerna tubuh.

Indikator perubahan protein tersebut dapat Anda lihat saat putih dan kuning telur berubah dari gel menjadi lebih kenyal dan padat.

Baca juga: Fakta Nutrisi Telur, Sumber Protein Terbaik

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Sumber Healthline
Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Enosimania
Enosimania
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

10 Kebiasaan yang Memicu Penyakit Ginjal

10 Kebiasaan yang Memicu Penyakit Ginjal

Health
Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Health
Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Health
10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

Health
Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Health
Sindrom Steven-Johnson

Sindrom Steven-Johnson

Penyakit
Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Health
Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Health
Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Health
Apa Penyebab Kulit Kering?

Apa Penyebab Kulit Kering?

Health
4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

Health
8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

Health
Sindrom Asperger

Sindrom Asperger

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.