Kompas.com - 25/12/2020, 08:04 WIB
Pendiri Youth Community Tenggara, Mariana Yunita Hendriyani Opat, 28, memberikan edukasi mengenai hak kesehatan seksual dan reproduksi kepada anak anak-anak dan remaja di Nusa Tenggara Timur (NTT) sebelum terjadi pandemi beberapa waktu lalu. Dari 2016 hingga 2019, sedikitnya sudah ada 2.000-an anak dan remaja di 43 komunitas di wilayah NTT yang mendapatkan akses informasi dari Tenggara. Dokumen Pribadi Mariana Yunita Hendriyani OpatPendiri Youth Community Tenggara, Mariana Yunita Hendriyani Opat, 28, memberikan edukasi mengenai hak kesehatan seksual dan reproduksi kepada anak anak-anak dan remaja di Nusa Tenggara Timur (NTT) sebelum terjadi pandemi beberapa waktu lalu. Dari 2016 hingga 2019, sedikitnya sudah ada 2.000-an anak dan remaja di 43 komunitas di wilayah NTT yang mendapatkan akses informasi dari Tenggara.

KUPANG, KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 tak menyurutkan semangat Mariana Yunita Hendriyani Opat, 28, untuk tetap menjangkau anak-anak dan remaja dari berbagai daerah di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Tak habis akal, ketika wabah menuntut siapa saja harus menjaga jarak, perempuan yang lebih akrab disapa Tata Yunita ini lantas memanfaatkan media sosial (medsos) untuk kembali menggelar Bacarita Kespro.

Mulanya, Tata bersama rekan-rekannya di Youth Community Tenggara hanya mengalihkan penyelenggaraan program edukasi hak kesehatan seksual dan reproduksi tersebut dari tatap muka langsung ke grup WhatsApp (WA).

Tapi, berjalannya waktu, dengan maksud menjangkau kalangan lebih luas dan menciptakan peluang diskusi yang lebih interaktif, dia dan Tenggara kemudian mengadakan kegiatan Bacarita Kespro lewat siaran langsung Instagram @tenggarantt.

Bagi Tata, pandemi hanyalah tantangan baru yang harus dihadapi dan ditaklukkan.

Sudah ada banyak persoalan lain yang lebih dulu datang dan berhasil dia lewati dalam upayanya mengedukasi anak-anak dan remaja tentang hak kesehatan seksual dan reproduksi.

Beberapa masalah itu bahkan telah menghadang sejak awal dirinya mulai mendirikan komunitas Tenggara bersama kawannya, Gery Pratama pada 30 Agustus 2016.

Baca juga: 3 Penyebab Pubertas Dini pada Anak Gadis yang Perlu Diwaspadai

Misalnya saja, Tata sempat mengalami kesulitan untuk bisa mendapatkan sukarelawan anak muda yang bersedia diajak turun ke lapangan.

Hal itu diduga terjadi tidak terlepas dari rendahnya kesadaran muda mudi akan pentingnya pendidikan seksual saat itu.

Begitu juga ketika Tata mulai menjangkau anak-anak dan remaja di beberapa daerah di NTT. Kehadirannya sempat diremehkan oleh para orangtua atau pendamping komunitas.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Health
Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Health
10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

Health
Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Health
Sindrom Steven-Johnson

Sindrom Steven-Johnson

Penyakit
Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Health
Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Health
Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Health
Apa Penyebab Kulit Kering?

Apa Penyebab Kulit Kering?

Health
4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

Health
8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

Health
Sindrom Asperger

Sindrom Asperger

Penyakit
Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.