Kompas.com - 27/12/2020, 10:06 WIB

KOMPAS.com – Sama seperti kadar gula darah tinggi, kadar gula darah rendah adalah kondisi yang tak layak disepelekan.

Gula darah seseorang dapat dianggap rendah apabila turun di bawah 70 mg/dL.

Dalam dunia medis, kondisi tubuh saat gula darah terlalu rendah ini dikenal dengan istilah hipoglikemia.

Baca juga: 11 Gejala Gula Darah Rendah yang Perlu Diwaspadai

Merangkum WebMD, hipoglikemia yang dibiarkan begitu saja atau tidak diobati dapat menimbulkan sejumah komplikasi berbahaya.

Beberapa di antaranya, yakni:

  • Kejang
  • Hilang kesadaran
  • Bahkan kematian

Gula darah rendah juga bisa berkontribusi pada kondisi berikut:

  • Pusing dan lemas
  • Sempoyongan hingga mudah terjatuh
  • Cedera
  • Kecelakaan saat berkendara
  • Risiko demensia lebih besar pada kelompok lanjut usia (lansia)

Melansir Mayo Clinic, seiring waktu, episode hipoglikemia yang berulang dapat menyebabkan kondisi ketidaksadaran hipoglikemia.

Di mana, tubuh dan otak tidak lagi menghasilkan tanda dan gejala yang memperingatkan gula darah rendah, seperti gemetar atau detak jantung tidak teratur.

Baca juga: Berapa Kadar Gula Darah Normal dalam Tubuh?

Ketika keadaan ini terjadi, risiko hipoglikemia parah yang mengancam jiwa meningkat.

Maka dari itu, kondisi kadar gula darah rendah patut diantisipasi.

Cara mencegah gula darah rendah

Hipoglikemia terutama memang memengaruhi penderita diabetes, terlebih yang menggunakan metode pengobatan dengan terapi insulin.

Meski demikian, siapa saja baik untuk mewaspadainya.

Berikut ini beragam cara mencegah gula darah rendah yang baik dilakukan:

1. Sering cek gula darah

Melansir Health Line, memeriksa kadar gula darah secara teratur dapat membantu Anda mempertahankannya dalam kondisi normal.

Baca juga: 11 Cara Mencegah Gula Darah Melonjak Demi Kesehatan

Jika Anda pernah mengalami episode gula darah rendah di masa lalu, Anda mungkin perlu memeriksa kadar gula darah Anda sebelum mengemudi atau mengoperasikan sebuah alat yang berisiko terhadap keselamatan.

Bicaralah dengan dokter Anda tentang kapan dan seberapa sering Anda harus memeriksa gula darah Anda.

2. Sedia camilan

Pertimbangkan untuk makan camilan sebelum Anda meninggalkan rumah, jika Anda tahu itu akan lebih dari lima jam sampai Anda makan berat berikutnya atau jika kadar gula darah Anda kurang dari 100 mg/dL.

Sebaiknya sediakan camilan kaya karbohidrat setiap saat jika gula darah Anda turun saat Anda bepergian.

Seperti diketahui, "kelaparan" dapat mengakibatkan terlalu sedikit zat yang dibutuhkan tubuh untuk membuat glukosa.

Beberapa pilihan camilan yang baik dikonsumsi, termasuk granola bar, buah segar atau kering, jus buah, pretzel, dan kue.

3. Perhatikan "bahan bakar" saat berolahraga

Olahraga menghabiskan energi, sehingga bisa dengan cepat menyebabkan gula darah turun jika Anda belum makan dengan benar sebelumnya.

Baca juga: Bagaimana Olahraga yang Tepat untuk Tingkatkan Daya Tahan Tubuh?

Pertama, periksa gula darah Anda satu hingga dua jam sebelum berolahraga untuk memastikannya berada dalam kisaran target Anda sebelum berolahraga.

Jika terlalu rendah, makanlah makanan kecil atau camilan kaya karbohidrat.

Jika Anda berencana berolahraga selama satu jam atau lebih, konsumsilah karbohidrat tambahan selama Anda berolahraga.

Minuman olahraga, granola bar, dan bahkan permen batangan dapat memberi tubuh semburan glukosa cepat selama berolahraga.

Bekerja samalah dengan dokter Anda untuk menentukan program olahraga yang tepat untuk Anda.

Olahraga sedang hingga intens dapat menyebabkan glukosa darah turun hingga 24 jam setelah olahraga.

Baca juga: 3 Penyebab Perlemakan Hati yang Perlu Diwaspadai

Jadi, Anda kiranya perlu memeriksa glukosa darah segera setelah berolahraga dan setiap dua hingga empat jam setelahnya hingga Anda tidur.

Hindari olahraga berat segera sebelum tidur.

4. Dengarkan saran dokter

Jika Anda mengikuti rencana makan atau minum obat yang meningkatkan insulin untuk mengontrol gula darah rendah Anda, penting untuk tetap mengikuti rencana yang diberikan dokter untuk mencegah penurunan gula darah.

Tidak makan makanan yang tepat atau minum obat yang tepat pada waktu yang tepat dapat menyebabkan gula darah Anda turun.

Sering-seringlah berkonsultasi dengan dokter sehingga mereka dapat menyesuaikan rencana perawatan Anda bila perlu.

5. Hindari konsumsi alkohol berlebihan

Melansir NHS, minum banyak minuman tanpa makan dapat menghalangi hati melepaskan glukosa yang tersimpan ke dalam aliran darah, sehingga menyebabkan hipoglikemia.

Maka dari itu, jangan minum alkohol dalam jumlah banyak, periksa kadar gula darah secara teratur, dan makan camilan berkarbohidrat sesudahnya.

Baca juga: 13 Gejala Perlemakan Hati yang Perlu Diwaspadai

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.