Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 29/12/2020, 18:04 WIB
Irawan Sapto Adhi

Penulis

Jadi jika Anda mencoba menurunkan berat badan, pilihlah potongan daging sapi dan unggas tanpa lemak, atau ikan, yang semuanya cenderung memiliki lebih sedikit kalori per porsi.

Baca juga: 12 Cara Meningkatkan Metabolisme Tubuh untuk Bantu Turunkan Berat Badan

6. Dapat meningkatkan risiko penyakit kanker tertentu dan penyakit kardiovaskular

Penelitian secara konsisten mengaitkan konsumsi daging merah dan olahan yang lebih tinggi dengan peningkatan risiko kanker tertentu, serta penyakit kardiovaskular.

Daging olahan seperti ham, bacon, sosis, dan hot dog patut disalahkan karena kebanyakan diolah dengan bahan pengawet kimiawi yang disebut nitrat.

Baca juga: Dewi Yull Ungkap Satu Pesan pada Anak-anaknya agar Tak Membenci Ray Sahetapy Usai Bercerai

Bahan kimia ini diketahui terkait dengan risiko lebih tinggi terkena kanker usus besar, ginjal, dan perut.

7. Meningkatkan risiko kehilangan penglihatan

Melansir Bustle, konsumsi tinggi daging merah telah dikaitkan dengan peningkatan risiko degenerasi makula terkait usia, penyebab kebutaan nomor satu di antara orang lanjut usia (lansia) di Amerika.

Alasan di balik hubungan itu adalah karena lemak jenuh dalam daging dianggap berbahaya bagi pembuluh darah kecil di mata.

Beberapa bahan kimia (nitrosamin) dalam beberapa daging olahan juga dianggap sebagai penyebab merusak mata.

Baca juga: Daging Sapi, Ayam, atau Ikan, Mana yang Paling Rentan Picu Kolesterol Tinggi?

8. Tulang lemah

Dampak buruk makan daging berlebihan selanjutnya adalah tulang bisa menjadi lemah.

Pasalnya, jumlah protein super tinggi yang bisa diperoleh dari konsumsi daging dapat meningkatkan hilangnya kalsium dalam urine, yang penting untuk membangun tulang yang kuat.

Hal ini dapat dicegah dengan mengonsumsi cukup kalsium untuk sementara waktu, tetapi ini adalah sesuatu yang tidak terpikirkan oleh banyak orang saat makan terlau banyak daging atau makanan tinggi protein.

9. Bau mulut

Baca juga: Lulus Kuliah Jadi CPNS, Ini 10 Sekolah Kedinasan Sepi Peminat

Tak hanya bau badan, makan terlalu banyak daging juga bisa menimbulkan bau mulut yang tidak menyenangkan.

Pasalnya, makan makanan tinggi protein dan lemak dengan karbohidrat yang tidak cukup dapat menyebabkan tubuh memproduksi keton.

Keton dilepaskan melalui napas dan menyebabkan baunya seperti aseton.

Baca juga: 6 Penyebab Bau Mulut pada Anak dan Cara Mengatasinya

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Komentar
#jernihberkomentar konsumsi daging merah yang berlebihan juga bisa meningkatkan risiko penyakit autoimun seperti penyakit nad (neu5gc autoimmune disease), penyakit crohn, kolitis ulseratif, rheumatoid arthritis, psoriasis, multiple sclerosis dan vitiligo.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau